24 C
Yogyakarta
Selasa, Agustus 11, 2020

Haedar Nashir: Indonesia dan Umat Islam Perlu Sentuhan Seni

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

UM Metro PTS Terbaik di Sumatera Versi Webomatrics

METRO, Suara Muhammadiyah - Dalam rilis terbaru Webomatrics edisi Juli 2020, Universitas Muhammadiyah Metro bertahan di peringkat pertama sebagai perguruan tinggi swasta...

Khutbah Ta’aruf Hajriyanto di SMP Mutual: Pentingnya Komunikasi dan Menjalin Relasi

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Salah satu aspek yang akan menentukan keberhasilan dimasa mendatang adalah sejauh mana kemampuan berkomunikasi serta menjalin relasi dengan...

Haedar Nashir: Kerjasama Jadikan Unismuh Unggul dan Berkemajuan

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag resmi dilantik jadi Rektor baru Unismuh Makassar periode 2020-2024. Prof Ambo Asse...

Prof Ambo Asse Resmi Dilantik Jadi Rektor Baru Unismuh ke-11

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag resmi dilantik menjadi Rektor Unismuh Makassar. Guru Besar dari UIN Alauddin Makassar...

Kiprah Prof Rahman Rahim Memajukan Unismuh

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Rektor Unismuh  Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM telah berakhir masa periodenya  sebagai rektor sejak Sabtu...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan bahwa bangsa Indonesia maupun umat Islam memerlukan sentuhan seni. Agar kehidupan berbangsa menjadi lebih halus dan gembira yang mana rasa gembira dan halus itu mulai luruh, tererosi oleh sikap-sikap yang keras dan instrumental utamanya di era digital.

Hal tersebut disampaikan Haedar usai menggelar pertemuan dengan musisi yang juga gitaris band Sheila on 7 Eros Chandra di Grha Suara Muhammadiyah, Rabu (14/8). Rencananya Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggandeng Eros untuk mengaransemen Theme Song Muktamar Muhammadiyah ke-48.

Dalam pertemuan tersebut, Eros Chandra yang merupakan Alumni SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta berdiskusi tentang isi lagu yang liriknya dibuat langsung oleh Haedar Nashir.

Theme Song Muktamar Muhammadiyah ke-48, kata Haedar, memiliki spirit yang tentu mempunyai konteks, arah dan tujuan yang bukan sekadar lagu tapi untuk menanamkan rasa bermuhammadiyah. Muhammadiyah harus punya gerak yang lebih dinamis ke depan, tetapi gerak dinamis itu juga harus dalam pondasi, ritme, bingkai dan cita-cita Muhammadiyah. “Tidak keluar dari itu, karena itulah identitas Muhammadiyah,” katanya.

“Bersamaan dengan itu, gerak Muhammadiyah ke depan juga tentu harus bisa memobilisasi segala kekuatannya sebagai pembawa misi dakwah tajdid di tengah tantangan zaman, baik dalam konteks umat, bangsa, semesta. Muhammadiyah harus betul-betul bisa menjawab tantangan tersebut,” ungkap Haedar.

Haedar mengatakan, dalam Muhammadiyah, seni itu hidup. Muhammadiyah termasuk merintis drum band, seni drama, termasuk dalang-dalang pewangangan di beberapa daerah banyak dari Muhammadiyah.

SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta melahirkan banyak budayawan dan seniman. Semisal nama Emha Ainun Najib (Cak Nun) hingga Ebiet G Ade yang tampil pada gelaran Milad Muhammadiyah tahun lalu. Ada juga sastrawan Taufik Ismail serta komposer Dwiki Dharmawan. “Banyak dari musisi-musisi ini Muhammadiyah menjadi rumah untuk berekspresi,” tutur Haedar.

Di Muhammadiyah sendiri, masih menurut Haedar, seni itu dibolehkan, tentu seni yang membawa dekat kepada Allah seperti seni untuk berdakwah, mencerahkan, menyejukkan. Seni bukan untuk sia-sia (lagha), jauh dari nilai-nilai luhur.

“Bagi seniman maupun musisi di Muhammadiyah berkiprahlah lewat gerakan ini langsung maupun tidak langsung sebagai manifestasi dari ilmu, bahwa ilmu dan diri kita memberi manfaat, khairunnas anfa’uhum linnas,” pesan Haedar.

Terkait Muktamar, Haedar menyampaikan, harus menjadi kekuatan kolektif Muhammadiyah agar tetap utuh, bersatu, kompak, serta membangun solidaritas internal yang kokoh. (Riz)

Baca juga:

Haedar Nashir: Urusan Muamalah, Tidak Ada Bid’ah dalam Seni Budaya

Seni Budaya sebagai Media Dakwah

Pekan Seni Mahasiswa PTM ke-III akan Digelar di Kampus UMJ

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles