Luncurkan Warung Fastabiq, Pemuda Muhammadiyah Ingin Lahirkan 1000 Pengusaha

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Menyelamatkan Bangsa dengan Prinsip Kesatuan dan Kebersamaan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Di tengah gonjang-ganjing persoalan penanganan Covid-19 saat ini memang perlu solusi yang tepat dan tegas untuk mampu membendung penyebaran virus...

Tasharuf Lazismu Semarang, Masyarakat Dukung Tim Medis Tangani Corona

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Pemahaman masyarakat yang beragam tentang virus covid-19 atau corona belakangan ini, menimbulkan tindakan yang beragam pula. Ada yang terlihat santai...

Langkah Strategis MCCC Kalsel, Bantu Masyarakat hingga Tenaga Medis

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) Kalimantan Selatan telah jalankan beberapa program di beberapa daerah di Kalimantan Selatan, sejak...

Jenazah Covid-19 Harus Diterima dan Diperlakukan dengan Baik

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pasien yang meninggal akibat Covid-19 harus diperlakukan dengan penghormatan yang baik. Menurut Putusan Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pasien Covid-19 yang...

Menumbuhkan Semangat Berbagi di Tengah Wabah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak virus Corona, Suara Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan berbagi sembako. Kegiatan ini ditunjukkan...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah –  Seminar Bisnis  Gerakan Pengusaha Berkemajuan digelar oleh Pimpinan Pusat Pemuda  Muhammadiyah pada sabtu (24/8), di Gedung AR Fachruddin Lt 5, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.  Hadir dalam kesempatan tersebut, Soetrisno Bachir Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional, Ahmad Syauqi Soeratno Majelis Ekonomi & Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Suryo Pratolo Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Pada seminar dengan tema Outlook  Bisnis UMKM & Geliat Perdagangan Pasca Pemilu 2019 ini, Horo Wahyudi, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah menuturkan, Ekonomi merupakan problem besar bangsa. Pasalnya Indonesia memiliki potensi alam yang luar biasa tapi pemanfaatannya belum lah maksimal.. Maka menjadi wajar jika kemudian bangsa Indonesia merasa jadi  tamu di negeri sendiri.

Horo juga menepis pendapat umum yang mengatakan bahwa memulai berbisnis haruslah memiliki modal. Karenanya modal dijadikan penghalang seseorang untuk melangkah berbisnis. Menurutnya, modal bukanlah problem utama. Lebih penting dari itu adalah kemauan yang kuat sehingga melahirkan kreasi dan inovasi. Kemampuan berkrasi dan berinovasi inilah yang justru nantinya memikat para pemodal.

PM 1

Suryo Pratolo menambahkan, untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dibutuhkan support dari banyak pihak. Salah satunya dengan kebiasaan membeli produk dari sesamanya. Atau dalam istilah populernya adalah cintailah produk sendiri, cintailah produk dalam negeri.

Ia mencontohkannya dengan program potong gaji karyawan dan dosen UMY sebesar 10% di setiap bulanya untuk membeli produk persyarikatan. Kebetulan UMY sudah memiliki marketplace Bela Beli Produk Muhammadiyah Bermutu (Bedukmutu.com).

Sementara itu, Soetrisno Bachir lebih banyak memberi motivasi berbisnis dalam sesi seminar kali ini. karenanya ia pun berharap dari Pemuda Muhammadiyah ini natinya akan banyak lahir saudagar-saudagar muda Muhammadiyah. “Ttidak hanya menjadi aktivis, akan tetapi harus ada yang menjadi aktivis bisnis di Pemuda Muhammadiyah. Yang penting jangan sampai takut gagal,” pesannya.

Berbicara potensi, menurut Soetrisno, Muhammadiyah memiliki modal bisnis yang lebih baik dari pada organisasi lain. Sebab Muhammadiyah memiliki banyak amal usaha yang biasa dijadikan mitra bisnis. “Karenanya jangan takut gagal,” tegasnya.

Di  akhir acara,  diluncurkan Warung Fastabiq sebagai inkubasi dan marketpalce bagi pengusaha, enterpreuner dan calon pengusaha di Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta. Warung Fastabiq ini bekerjasama dengan Lazismu untuk memberikan bantuan permodalan bagi enterpreuner di Pemuda Muhammadiyah DIY.

Warung Fastabiq salah satu upaya Pemuda Muhammadiyah untuk pendukung program 1000 pengusaha. (dnx/gsh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

More articles