Analog

Antara Progresif dan Konservatif

membela islam murni

Judul Buku : Membela Islam Murni

Penulis        : Pradana Boy ZTF, Ph.D

Tebal           : xxii, 250 halaman

Cetakan      : I, Juli 2016

Penerbit     : Suara Muhammadiyah

 

Beberapa waktu terakhir ini, banyak buku-buku tentang Muhammadiyah diterbitkan. Yang menerbitkan pun, tidak hanya penerbit yang ada di lingkungan Muhammadiyah saja. Tetapi juga penerbit-penerbit yang tidak ada hubungannya dengan Muhammadiyah. Tentu saja suatu hal yang menggembirakan. Diantara buku-buku yang membahasa tentang Muhammadiyah itu adalah, buku yang ditulis Pradana Boy ini. Buku ini merupakan tesis S2 di Australian National University (ANU), Canberra, tentu kualitas keilmiahannya sudah tidak diragukan lagi.

Buku ini sebagaimana dikatakan penulisnya, bukanlah memberikan gambaran tentang sejarah Muhammadiyah atau aktivitas sosial politiknya. Sebaliknya, buku ini menggarisbawahi perkembangan mutakhir di Muhammadiyah, utamanya yang menyangkut pemikiran Islam, dan lebih khusus lagi pertentangan pandangan antara kelompok progresif dan konservatif di organisasi ini. Dalam buku ini, penulisnya menggambarkan tentang kecenderungan meningkatnya konservatisme Islam di Muhammadiyah yang didorong oleh berbagai faktor, yang terbentang dari sebab-sebab eksternal dan internal.

Kecenderungan konservatisme yang meningkat ini telah menimbulkan kecemasan di kalangan kelompok pemikir Muslim progresif di Muhammadiyah, dan kecemasan itu diwujudkan dalam pembentukan sejumlah lingkaran Islam progresif di Muhammadiyah untuk menyangkal perkembangan konservatisme itu. Ironisnya, aktivisme kalangan progresif ini justru menciptakan perasaan di kalangan pemikir konservatif di Muhammadiyah bahwa organisasi ini, atau Islam pada umumnya, tengah menghadapi ancaman yang serius dari “gagasan” yang menyimpang. Kenyataan inilah yang kemudian memperkuat ketegangan antara kedua belah pihak.

Pandangan-pandangan yang saling berseberangan antara kedua kalangan dalam Muhammadiyah ini menjadi begitu jelas ketika dilihat dari dua isu penting: pluralisme agama dan Manhaj Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam. Kalangan progresif melihat Muhammadiyah memiliki resistensi kepada gagasan pluralisme agama.

Sebaliknya, kalangan konservatif merespons dengan berpendapat bahwa kalangan progresif sebenarnya tengah berusaha menggabungkan Islam dengan agama lain, karena pluralisme agama, dalam pandangan mereka, diyakini sebagai kesatuan agama-agama (wihdah al-adyan).  Menurut pandangan mereka, Islam adalah sebuah agama yang kebenarannya unik, tak tertandingi oleh agama lain dan ini secara nyata dinyatakan dalam Al-Qur’an.

Buku ini, sebagaimana dikatakan Buya Syafii Maarif, harus kita apresiasi sebagai sebuah pandangan kritis yang ingin menyajikan apa adanya fakta-fakta yang akhir-akhir ini berkembang di Muhammadiyah, utamanya di ranah pemikiran Islam. Karya ini bisa pula kita baca sebagai kegelisahan seorang kader Muhammadiyah ketika melihat organisasi yang diyakininya sebagai modern dan progresif justru belakangan ini memunculkan konservatisme yang cukup menggelisahkan. (Imron Nasri)

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *