Jalan Hidup Islami

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

MHH PWM Sumut Kutuk Keras Pelaku Teror yang Catut Muhammadiyah Klaten

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Propinsi Sumatera Utara (MHH PWM Sumut) mengutuk keras tindakan teror dan...

MCCC Sumut Genjot Bantuan Edukasi

MEDAN, Suara Muhammadiyah - MCCC Sumatera Utara terus menggenjot kegiatan penyaluran bantuan dan edukasi. Berbagai upaya terus dilakukan agar upaya penghentian pandemi...

Haedar Nashir: Buya Syafii Tokoh Spesial Muhammadiyah dan Bangsa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka Tahniah 85 tahun Buya Ahmad Syafii Maarif yang bertepatan pada tanggal 31 Mei 2020, Ketua Umum...

Perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia: Rokok dan Corona

Setiap tanggal 31 Mei, masyarakat global selalu memperingati hari tanpa tembakau sedunia setiap tahunnya. Istilah sederhananya, warga +62 menyebutnya dengan ‘hari bebas...

Kak Seto: Indonesia Dibekap Covid-19, Disekap Bahaya Rokok

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Seto Mulyadi dari Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia ikut menyampaikan pidato pada agenda Gelar Budaya Amal Muhammadiyah, Sabtu...
- Advertisement -

Judul Buku : Jalan Hidup Islami

Penulis        : Prof Dr H Dadang Kahmad, MSi

Ukuran       : 11 x 15 cm

Tebal Buku : xiv, 178 halaman

Cetakan     : I, Juni 2018

Penerbit    : Suara Muhammadiyah

 

Iman adalah bagian dasar atau pondasi dalam kehidupan manusia. Iman adalah pondasi dalam diri seorang Muslim. Adanya keimanan memengaruhi bagaimana seorang Muslim berperilaku, melaksanakan pekerjaan atau aktifitas, dan juga menjalankan kehidupannya sehari-hari. Kehidupan seorang tanpa keimanan pasti akan rapuh sebagaimana rumah atau bangunan tanpa adanya pondasi yang kuat, atau singkatnya, tanpa iman tidak akan muncul akhlak yang baik dan shaleh. Orang yang beriman akan sadar pada kehidupan yang sementara dan segala amal akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SwT kelak. Oleh karena itu, keimanan yang kuat harus dimiliki siapa saja.

Orang beriman sadar betul kehidupan ini, sementara dari segala amal akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah kelak. Karena itu, orang beriman selalu berprinsip keinginan dan nafsu syahwat itu, jikalau diperturutkan akan mengakibatkan kesengsaraan jasmani maupun rohani. Orang yang imannya sempurna selalu memegang janji dan menjaga amanah yang dibebankan padanya.

Menjaga amanah adalah salah satu pekerjaan mulia dan sulit. Banyak orang yang diberi amanah jabatan dan amanah kepercayaan, namun mengkhianatinya. Indikasi timbulnya krisis ekonomi yang menimpa suatu bangsa disebabkan kurangnya para pemimpin memelihara amanah yang diemban. Kondisi tersebut mengakibatkan banyak terjadi penyalahgunaan wewenang, korupsi, kolusi dan nepotisme menjadi suatu kebiasaan, pada akhirnya menimbulkan krisi kepercayaan rakyat terhadap pemimpin.

Oleh karena itu, keimanan yang kuat harus dimiliki saiapa saja. Sebab, keimanan bisa mengatur manusia untuk selalu mengisi kehidupan di muka bumi dengan segenap kebajikan. Keimanan membuat orang-orang secara tulus dan ikhlas melakukan hubungan dengan sesama manusia berdasarkan kerangka ilahiah. Segala gerak kehidupannya, baik dalam rangka bekerja atau berniaga, berpolitik atau memimpin, dan bermuamalah, selalu merujuknya pada pembenaran iman pada Allah SwT.

Buku ini, sebagaimana dikatakan penulisnya, membicarakan relasi atau hubungan antara iman, amal dan akhlak seorang Muslim. Iman sebagai landasan fundamental amal, tentunya harus dijadikan prioritas dalam keislaman kita, karena tanpa iman, maka gerak jasad kita akan lumpuh dari amal yang bernilai dan berpahala di sisi Allah.

Buku ini merupakan upaya reflektif penulisnya tentang iman, amal dan akhlak. Di dalamnya, kita akan menemukan eksplorasi tematik tentang iman, amal dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga,dapat memacu diri untuk berlomba dalam kebaikan; sebagai upaya mengejawantahkan fungsi kehambaan kita di muka bumi. Tentu saja, harapannya buku ini dapat dibaca oleh masyarakat secara lebih luas. Sehingga, manfaatnyapun menjadi lebih luas pula. (Imron Nasri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -