Kapal Apung Said Tuhuleley
Khutbah

Zakat dan Perekonomian Umat

Oleh: Muhammad Ainul Yaqin Ahsan

Assalaamu’alaikum Wr Wb

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه أَمَّا بَعْدُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا 
 

Ma’asyiral Muslimin arsyadakumullah

Ditengah-tengah sistem ekonomi sekuler ini. Pada umumnya perputaran perekonomian bangsa dikuasai oleh konglomerat-konglomerat yang menjadikan kapitalisme sebagai jalan pemikiran dan pemahaman cinta dunia. Mereka berlomba-lomba mengumpulkan harta kemudian ditumpuknya harta tersebut sebagai bagian dari kesuksesan yang mereka raih.

Allah berfirman:

وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا

Artinya: “dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan” (Q.S. Al Fajr: 20)

Bahkan karena terlalu cinta harta inilah menyebabkan kebakhilan dalam dirinya. Sesuai dengan apa yang telah Allah SWT firmankan:

وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ

Artinya: “Sesungguhnya dia (manusia) sangat bakhil dikarenakan kecintaannya yang sangat kuat kepada harta.” (Q.S. Al-‘Adiyat: 8)

Masih banyak ayat quran yang menjelaskan tentang harta. Apakah mereka tidak tahu jika harta yang mereka tumpuk itu pasti akan dimintai pertanggungjawaban Allah jalla jalaluh.

Ma’asyiral muslimin jama’ah jumat rahimakumullah

Tidak salah jika kita menjadi orang yang mempunya harta lebih, karena harta adalah bagian dari kesenangan untuk memenuhi fasilitas hidup agar lebih khusu’ beribadah kepada Allah azza wajalla. Maka Islam hadir untuk membingkai harta yang kita punya untuk semakin menjadikan kita menjadi hamba Allah yang lulus ujian dan harta itu adalah bahan ujian bagi manusia.

Allah SWT berfirman:

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Artinya:Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

harta adalah ujian keimanan dan keteguhan hati seorang hamba. Dengan harta itu apakah seorang hamba akan memenuhi hak orang miskin, karena sebagian dari harta yang kita miliki ada hak bagi orang-orang fakir dan miskin. Maka perintah zakat adalah realisasi dari kekuatan iman yang telah kuat menancap kedalam hati. Zakat termasuk rukun iman yang wajib dilaksanakan. Selama ini kita mengetahui perintah zakat fitrah yang dilaksanakan sekali dalam satu tahun yaitu ketika bulan ramadhan. Namun sedikit yang mengetahui adanya zakat maal (harta) atau kita sudah tahu perintah untuk membayar zakat maal (harta) tapi kita dengan sengaja berpaling dari perintah itu karena kita terkena penyakit hati yaitu bakhil-kikir-pelit disebabkan terlalu cinta dunia.

Ma’asyiral muslimin azaniallahu waiyyakum

Kisah Khalifah abu bakar asy syidiq adalah bukti konkrit pentingnya distribusi zakat maal ini. Bahkan abu bakar tak segan-segan untuk memerangi kelompok/suku yang enggan untuk membayar zakat. Mereka (kelompok/suku)  mengatakan sudah tidak ada yang miskin dikalangan nya namun dengan cerdas abu bakar mengatakan kalau harta yang mereka berikan untuk memenuhi hak orang-orang miskin yang berada dikekuasaan khalifah saat itu dan abu bakar mendistribusikan harta itu kepada orang-orang fakir dan miskin. Melihat kondisi perekonomian Indonesia saat ini maka diperlukan langkah solutif berdasarkan ketentuan Allah SWT yaitu membayar Zakat Harta. Sistem kapilatisme ini menjadikan orang kaya semakin kaya namun orang miskin bertambah kemiskinan nya karena harta dikuasai oleh para konglomerat-konglomerat itu. Lembaga-lembaga zakat infaq dan shodaqoh pun ramai di bangun untuk mengatasi krisis ekonomi. Namun perlu ditegaskan kembali bahwa dibangun nya lembaga-lembaga tersebut untuk menagih orang-orang kaya untuk menyerahkan harta sebagai penyuci jiwanya dan memenuhi hak orang-orang miskin.

Allah SWT berfirman:

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

Artinya: “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (Q.S. Az Zariyat: 19 )

Dalam surat al Baqarah ayat 167 menyampaikan bahwa kewajiban menafkahkan harta dijalan Allah SWT dari pekerjaan yang kita usahakan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (Q.S. al Baqarah: 167)

أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ

Khutbah kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ

رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

 

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *