Tafsir

Perintah Mengikuti Ajaran Agama (1); Surat Al-Baqarah Ayat 208-212

Tafsir-al-Qurtubi

Perintah Mengikuti Ajaran Agama Secara Keseluruhan dan Akibat Pengingkarannya (1)

Qs Al-Baqarah [2] ayat 208-212:

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ ٢٠٨ فَإِن زَلَلْتُم مِّن بَعْدِ مَا جَاءَتْكُمُ الْبَيِّنَاتُ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ٢٠٩ هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا أَن يَأْتِيَهُمُ اللَّهُ فِي ظُلَلٍ مِّنَ الْغَمَامِ وَالْمَلَائِكَةُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ ٢١٠ سَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَمْ آتَيْنَاهُم مِّنْ آيَةٍ بَيِّنَةٍ ۗ وَمَن يُبَدِّلْ نِعْمَةَ اللَّهِ مِن بَعْدِ مَا جَاءَتْهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ ٢١١ زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا ۘ وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ ٢١٢

  1. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.
  2. Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, Maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
  3. Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan Malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan, dan diputuskanlah perkaranya. dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan.
  4. Tanyakanlah kepada Bani Israil: “Berapa banyaknya tanda-tanda (kebenaran) yang nyata, yang telah Kami berikan kepada mereka”. Barangsiapa yang menukar nikmat Allah setelah datang nikmat itu kepadanya, Maka Sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya.
  5. Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.

 Ayat-ayat ini membicarakan langkah-langkah yang harus diambil bila seseorang ingin menjadi seorang muslim yang paripurna. Bila sudah memeluk Islam sebagai agama, maka dia harus mengislamkan semua kegiatan dirinya, baik dalam kehidupan pribadi dan keluarga,  maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Sebab bila hal itu tidak dilaksanakan maka akibatnya adalah seseorang akan mengikuti langkah-langkah setan yang akan membawa bencana dalam kehidupan umat manusia.

Sebelum lebih lanjut membahas makna ayat di atas, terlebih dulu disampaikan beberapa pengertian makna beberapa kata yang tercantum pada ayat 208 tersebut. Kata as-silm (السلم) mempunyai makna dasar damai atau tidak mengganggu. Di samping itu kata tersebut juga diartikan dengan Islam. Dari pengertian itu Islam dipahami sebagai agama yang membawa kedamaian. Kata kāffah (كافة) mengandung arti keseluruhan. Kata ini bisa mengacu kepada makna keseluruhan aspek ajaran Islam, atau juga bisa mengacu kepada keseluruhan umat manusia yang memeluk agama Islam. Kata khutuwāt (خطوات)  mengandung arti langkah-langkah yang dikaitkan dengan setan. Kata tersebut dalam bentuk jamak mengisyaratkan bahwa  setan menempuh jalan bertahap, langkah demi langkah dalam memperdaya manusia. Bersambung

Tafsir Tahlily ini disusun oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan naskah awal disusun oleh Prof Dr Yunan Yusuf

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *