Basis Penanaman Islam Berkemajuan Dimulai dari TK ABA

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Majalah Suara Muhammadiyah Kembali

https://www.youtube.com/watch?v=aVUV2i1xMD0 YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dua bulan ternyata terlalu lama untuk ditunggu, ketika setiap hari hanya menumpuk...

Teliti Parenting Kecerdasan Majemuk, Dosen Unmuh Ponorogo Raih Gelar Doktor

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Anak adalah amanah Allah SWT yang wajib dijaga dan diasuh dengan sebaik-baiknya. Sejak pertama kali dilahirkan seorang anak...

Rektor UNMUHA: PTMA Harus Punya Branding yang Kuat

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah – Unmuha adalah salah satu perguruan tinggi yang merupakan penyumbang pemikiran pendidikan di Indonesia. Universitas Muhammadiyah Aceh memproritaskan...

Saatnya Melangkah Berjamaah

Sudah lelah kita berwacana…Sudah lelah kita berdebat……Sudah lelah kita saling bersaing antar sesama…..Sudah lelah kita saling bermain sendiri-sendiri… KINI...

Lima Poin Pernyataan PP Muhammadiyah terkait New Normal

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan sikap terkait dengan pemberlakuan New Normal. Berbagai pemberitaan dan pernyataan Pemerintah tentang “new...
- Advertisement -

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Telah mengadakan Launching Kajian Intensif Ideologi Muhammadiyah bagi Kepala TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal se-Daerah Istimewa Yogyakarta, di gedung Auditorium B Universitas ‘Aisyiyah, Jum’at (4/10).

Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dra Noordjanah Dhojantini, MM, MSi selaku pemateri dalam acara launching kajian ini, menuturkan bagaimana mungkin jika sebuah Majelis atau pimpinan tidak tau persis apa yang dimiliki, dikelola dan apa yang menjadi potensi dan kekuatan yang dimiliki kader. Dalam hal ini TK‘Aisyiyah Bustanut Atfhal.

Menurutnya hal tersebut ada hubungannya dengan konteks ideologi dan gerakan ‘Aisyiyah yang harus melakukan peneguhan ideologi dengan keberadaban.

Sebagai penerus organisasi ‘Aisyiyah – Muhammadiyah, katanya, sudah seharusnya memahami sejarah. Perlu ada penyegaran kembali tentang bagaimana posisi keberadaan di ‘Aisyiyah maupun Muhammadiyah dalam konteks ideologinya.

Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, tutur Noordjannah, memiliki pandangan tentang kehidupan dan nilai-nilainya yang dibangun atas dasar nilai utama yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. “Strategi, cara dan implementasi bisa saja berbeda pendekatannya akan tetapi Muhammadiyah punya cara pandang tersendiri dan telah banyak pandangan dasar yg menjadi rumusan-rumusan ideologi,” tuturnya.

Noordjanah kembali menyeru kepada peserta mengenai kehadiran Menteri Keuangan Sri Mulyani saat hadir memberikan orasi ilmiah di Universitas ‘Aisyiyah yang mengatakan bahwa ‘Aisyiyah – Muhammadiyah adalah ibu dari negeri.

“Kalau saja masyarakat luar, para pejabat, para tokoh yang lain, tokoh agama yang lain, tokoh-tokoh organisasi kemasyarakatan yang lain tau tentang ‘Aisyiyah tentu sudah seharusnya kita sendiri yang ada di dalam organisasi ini jauh lebih memahami tentang ‘Aisyiyah,” ungkapnya.

Konteks ideelogisasi di TK, lanjutnya, maka Muhammadiyah sudah mempunyai pandangan keislaman yakni islam yang berkemajuan. “Taman kanak-kanak, harus menjadi basis penanaman Islam yang berkemajuan,” imbuh Noordjannah.

“Dalam rangka satu abad taman kanak-kanak ‘Aisyiyah, ini adalah mengawali langkah TK ‘Aisyiyah di abad ke-2. Forum peneguhan ideologi bagi para pelaku penanggungjwab amal usaha khususnya taman kanak-kanak ini adalah menjadi langkah untuk terus menekunkan ideologi Muhammadiyah agar amal usahanya semakin lancar dan semakin berkembang,” pungkasnya. (Baetul Rahma)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -