Atlet Pencak Silat UM Metro Raih Medali Perunggu Kejuaraan Dunia di Aljazair

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Majalah Suara Muhammadiyah Kembali

https://www.youtube.com/watch?v=aVUV2i1xMD0 YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dua bulan ternyata terlalu lama untuk ditunggu, ketika setiap hari hanya menumpuk...

Teliti Parenting Kecerdasan Majemuk, Dosen Unmuh Ponorogo Raih Gelar Doktor

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Anak adalah amanah Allah SWT yang wajib dijaga dan diasuh dengan sebaik-baiknya. Sejak pertama kali dilahirkan seorang anak...

Rektor UNMUHA: PTMA Harus Punya Branding yang Kuat

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah – Unmuha adalah salah satu perguruan tinggi yang merupakan penyumbang pemikiran pendidikan di Indonesia. Universitas Muhammadiyah Aceh memproritaskan...

Saatnya Melangkah Berjamaah

Sudah lelah kita berwacana…Sudah lelah kita berdebat……Sudah lelah kita saling bersaing antar sesama…..Sudah lelah kita saling bermain sendiri-sendiri… KINI...

Lima Poin Pernyataan PP Muhammadiyah terkait New Normal

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan sikap terkait dengan pemberlakuan New Normal. Berbagai pemberitaan dan pernyataan Pemerintah tentang “new...
- Advertisement -

METRO, Suara Muhammadiyah – Niko Andrian Hari Zona berhasil harumkan nama UM Metro di kancah Internasional usai bertanding dalam kejuaraan pencak silat dunia di Aljazairpada 20-21 September 2019 lalu.

Setelah berlaga dengan beberapa atlet pencak silat manca negara, mahasiswa S1 Manajemen ini akhirnya berhasil menduduki posisi ketiga dengan perolehan medali perunggu, kategori Kelas A Dewasa Putra.

Sebelumnya, ia juga diketahui berhasil menyabet medali emas dalam Kejuaraan Pencak Silat Terbuka Perguruan Pencak Silat (PPS) Paku Bumi Open VI pada 23-25 Agustus 2019, untuk kategori yang sama. Kejuaaan ini merupakan rangkaian perebutan Piala Bergilir Mayjen TNI (Purn) DR (HC) Eddie M Nalapraya yang berlangsung di Sumedang Jawa Barat.

Namun menariknya,Niko mengaku pelbagai prestasi yang telah dicapai bermula dari hasil pengamatannya di Youtube.

“Latihan khusus yang saya tekuni berawal latihan atlet dari perantara melihat YouTube, dan juga berlatih di padepokan pesilat-pesilat lainnya. Saya orangnya pantang menyerah, pantang putus asa dan saya yakin semua itu butuh proses dan proses itu tak akan pernah mengkhianati hasil,” terangnya kepada Humas UM Metro, Kamis (3/10).

Menurutnya, sebelum bertanding dengan para atlet pencak silat manca negara di Algeria, para atlet pencak silat Indonesia mendapat karantina terlebih dahulu selama sepekan.

Setidaknya terdapat empat atlit pencak silat Indonesia yang dikirim ke Aljazair. Dan Niko merupakan satu-satunya atlet yang berasal dari pulau Sumatera, di mana tiga atlit lainnya berasal dari pulau Jawa.

“Saya sangat bersyukur, Alhamdulilah selama saya mengikuti event-event, saya masih dipercayai untuk menjadi juara. Dan saya sangat berterimakasih kepada guru silat saya, kedua orang tua saya, keluarga dan sahabat. Berkat doa dan dukungan mereka saya bisa seperti ini,” tukasnya.

Sebagai informasi, Kejuaraan Pencak Silat Dunia ini diikuti 53 Negara dari berbagai belahan dunia mulai dari Asia Tenggara, Asian, Timur Tengah, Afrika hingga ke Eropa. (Bungs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -