Berita

MPKU dan Kemenkes Gelar Workshop Pesantren Sehat Berkemajuan

Peserta Workshop Pesantren Sehat (Dok MPKU)
Peserta Workshop Pesantren Sehat (Dok MPKU)

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah selenggarakan Workshop Pesantren Sehat Berkemajuan dan Lauching Sistem Informasi Kesehatan Pesantren untuk mewujudkan Pondok Pesantren Sehat Berkemajuan

Workshop bertajuk “Sehat Santrinya Kuat Bangsanya” tersebut digelar mulai tanggal 8 – 10 Oktober 2019 yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Bantul Helmi Jamharis, MM di Aula Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bantul.

Workshop diikuti 43 orang terdiri dari 21 orang dari unsur Pondok Pesantren Asy Syifa’, 4 orang Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan, 3 orang petugas gizi RS PKU Muhamamdiyah Bantul, 2 orang aparat desa Sumbermulyo, 1 Petugas Puskemas Bambanglipuro, Unsur Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah kecamatan Bambanglipuro masing-masing 1 orang.

Penyelenggaraan Workshop merupakan rangkaian kegiatan kerjasama antara Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpina Pusat Muhammadiyah dengan Direktorat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

dr Esty Martiana Rachmie, MKes selaku Wakil Ketua MPKU PP Muhammadiyah Bidang Kesehatan Masyarakat sekaligus Penanggung Jawab Kemitraan MPKU PP Muhammadiyah dengan Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia program Pos Kesehatan Pesantren di lingkungan Muhammadiyah menyerahkan workshop kit kepada Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. Dilanjutkan penandatanganan Komitmen Bersama seluruh peserta workshop disaksikan juga oleh Ibu Ismoyowati, SKM MKes dari Direktorat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Peserta workshop diberikan pemahaman bagaimana Prilaku Hidup Bersih & Sehat (PHBS) di lingkungan pesantren, pemberdayaan masyarakat melalui Tanaman obat Keluarga (TOGA), membuat perencanaan, penyelenggaraan dan pemeliharaan pesantren sehat dan pengenalan serta praktek Sistem Informasi Pesantren Sehat (Simkestren) berbasis online.

Selanjutnya peserta workshop juga diberikan pemahaman untuk melakukan serangkaian Praktek Kerja Lapangan (PKL) Survei Mawas Diri (SMD) di lokasi Pondok Pesatren Asy Syifa’ melalui pengamatan langsung, yang bertujuan untuk dapat mengetahui permasalahan-permasalahan seputar kesehatan di lingkungan pesantren, menentukan prioritas permasalahan dan mempresentasikan hasil temuan yang telah didiskusikan.

Seluruh peserta diberi tugas untuk melihat langsung ke tempat penampungan air bersih, kamar tidur santri, kamar mandi santri, dapur umum santri, tempat cuci dan jemur pakaian santri serta tempat penampungan sampah sementara.

Setelah melakukan survei peserta dapat mengidentifikasi permasalahan kesehatan di masyakarat pesantren, peserta dapat menetapkan dan membuat prioritas masalah dan prioritas pemecehan masalah yang akan diselesaikan didasarkan pada kesepakatan kelompok dilanjutkan presentasi. (Riz)

1 Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *