Dadang Kahmad: Bumi Allah Luas, Jadilah Warga Global

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

MCCC Deli Serdang Cegah Meluasnya Covid-19 lewat Edukasi

LUBUK PAKAM, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kabupaten Deli Serdang menerjunkan relawannya dalam kampanye edukasi pencegahan covid-19 di Kecamatan...

Nama Muhammadiyah Dicatut dalam Teror kepada Keluarga Mahasiswa UGM

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Penyelenggaraan diskusi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung “Constitutional Law Society” (CLS) menuai polemik.

Majalah Suara Muhammadiyah Kembali

https://www.youtube.com/watch?v=aVUV2i1xMD0 YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dua bulan ternyata terlalu lama untuk ditunggu, ketika setiap hari hanya menumpuk...

Teliti Parenting Kecerdasan Majemuk, Dosen Unmuh Ponorogo Raih Gelar Doktor

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Anak adalah amanah Allah SWT yang wajib dijaga dan diasuh dengan sebaik-baiknya. Sejak pertama kali dilahirkan seorang anak...

Rektor UNMUHA: PTMA Harus Punya Branding yang Kuat

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah – Unmuha adalah salah satu perguruan tinggi yang merupakan penyumbang pemikiran pendidikan di Indonesia. Universitas Muhammadiyah Aceh memproritaskan...
- Advertisement -

KUALA LUMPUR, Suara Muhammadiyah – “Bumi ini milik Allah, terlepas dari batasan negara yang sifatnya artifisial. Oleh karena itu pergerakan Muhammadiyah dan warganya harus meluas, mencakup masyarakat dunia. Maka setiap aktivis Muhammadiyah seharusnya menjadi warga global (global citizen).”

Pesan ini disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Dadang Kahmad dalam sambutannya membuka Musyawarah Cabang (Musycab) Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah & Aisyiyah (PCIM-PCIA) Malaysia di Kuala Lumpur, pada hari Ahad, 13 Oktober 2019.

Paradigma global citizen ini menjadi penting dalam rangka upaya internasionalisasi Muhammadiyah memasuki usianya di abad kedua ini. Disitu, demikian Dadang Kahmad, peran PCIM menjadi krusial untuk mempersiapkan warganya menjadi warga global.

Sekitar 150 anggota PCIM-PCIA Malaysia mengadakan Muscab III untuk mendengarkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus periode 2015-2019 dan menentukan kepemimpinan berikutnya.

Saat ini, dibawah naungan PCIM-PCIA ada 7 Ranting Istimewa Muhammadiyah dan 5 Ranting Istimewa Aisyiyah. Selain itu ada IMM, MDMC dan juga LAZISMU Malaysia.

Mengapresiasi perkembangan ini, Dadang Kahmad yang juga membawahi Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah berharap agar PCIM Malaysia menjadi bangunan yang terorganisir (“Bunyan Marsus”) yang memperkuat barisan keummatan dan keIndonesiaan.

Dalam sambutannya, Mantan ketua PWM Jawa Barat ini bercerita tentang pengalaman beliau memaparkan di hadapan Ormas-ormas se-Indonesia tentang pengalaman Muhammadiyah membangun nilai kebangsaan melalui ribuan institusi pendidikan dan kesehatannya.

Saat ditanya tentang asal usul dananya, Dadang Kahmad menjelaskan ciri-ciri pergerakan Muhammadiyah. “Ada tiga ciri yang melandasi persyarikatan: ikhlas, ihsan dan ingin bermanfaat untuk orang banyak.”

Berlandaskan ini, dan tentunya dengan izin Allah, Muhammadiyah menjadi besar dan eksis sampai sekarang. Juga, fokus Muhammadiyah lebih ke pembinaan dan pencerdasan ummat, tidak masuk ke domain politik.

Di akhir sambutannya, Dadang berharap PCIM Malaysia turut mendukung program inovasi media digital Muhammadiyah serta ikut mensukseskan Muktamar 2020 dengan tema memajukan indonesia mencerahkan semesta. (Riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -