Khutbah

Mencari Rezeki

Tani

Oleh : Fadhlurrahman

 Assalaamualaikum Wr Wb

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ: فَإِنْ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحِسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

Ma’asiral Muslimin Rahimakumullah

Kita selaku umat Islam sudah selayaknya memanjatkan syukur kepada Allah, Dzat yang memang pantas kita mengucap syukur kepada-Nya. Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada baginda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wasallam. Melalui perantara beliaulah Islam semakin tersebar dan tidak pernah redup meskipun banyak golongan yang ingin meredupkan cahaya-Nya.

Allah berfirman dalam surat al-Jumu’ah ayat 10:

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ [٦٢:١٠]

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

Dalam tafsir al-Baghawi dijelaskan bahwa kata “فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ” mengandung makna jika sudah menyelesaikan kewajiban kita kepada Allah yakni shalat wajib tetapi khusus dalam ayat ini maksudnya adalah shalat jumat, maka kita diperintahkan untuk bertebaran di muka bumi untuk berdagang atau amalan lainnya untuk memenuhi kebutuhan harian kita.

Sedangkan kata “وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ” memiliki arti mencari rezeki Allah dan ini merupakan perkara yang dibolehkan. Dalam hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda “Tidak ada satu pun makanan yang lebih baik daripada yang dimakan dari hasil keringatnya sendiri“(HR. Al-Bukhari no. 2072 kitab: al-Buyu’).

Dalam Islam ada beberapa bentuk dalam menjemput rezeki Allah. Secara tersurat dijelaskan dalam Al-Qur’an maupun hadis Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam. Berikut beberapa bentuk langkah dalam menggapai rezeki Allah. Pertama, jual beli atau perdagangan. Allah berfirman : Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. (al-Baqarah: 275)

Pada ayat di atas, Allah menjelaskan salah satu bentuk mencari rezeki yaitu jual beli atau sering kita sebut dengan berdagang. Langkah ini termasuk langkah yang juga dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam dan para sahabatnya. Sebagaimana dalam hadis:

Anas meriwayatkan bahwa Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menawarkan selembar kain pelana dan bejana untuk minum seraya mengatakan “Siapa yang ingin ini satu dirham. Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam menanyakan apakah ada orang yang kan membayarnya lebih mahal? Seorang laki-laki lain menawar seharga dua dirham. Kemudian beliau ṣallallahu ‘alaihi wasallam menjual kepada orang kedua ini seharga dua dirham (HR. At-Tirmizi no. 1218, beliau berkata hadis ini hasan).

Pada hadis ini menggambarkan transaksi tawar menawar antara Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Tetapi perlu diingat bahwa dalam berdagang perlu untuk bersikap jujur dan bertanggungjawab.

Ma’asiral Muslimin Rahimakumullah

Kedua, peternakan, Al-Qur’an menjelaskan anjuran dalam meraih rezeki bisa dengan cara beternak. Allah berfirman :

وَالْأَنْعَامَ خَلَقَهَا ۗ لَكُمْ فِيهَا دِفْءٌ وَمَنَافِعُ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ [١٦:٥] وَلَكُمْ فِيهَا جَمَالٌ حِينَ تُرِيحُونَ وَحِينَ تَسْرَحُونَ [١٦:٦] وَتَحْمِلُ أَثْقَالَكُمْ إِلَىٰ بَلَدٍ لَمْ تَكُونُوا بَالِغِيهِ إِلَّا بِشِقِّ الْأَنْفُسِ ۚ إِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ [١٦:٧] وَالْخَيْلَ وَالْبِغَالَ وَالْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً ۚ وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُونَ [١٦:٨]

 

Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan. (5)Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan. (6) Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,(7) dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. (8) (an-Nahl ayat 5-8)

Sangat jelas dalam ayat ini berbicara mengenai peternakan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga melakukan usaha ini dalam mencari rezeki Allah. Dari Abu Hurairah berkata aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda Allah tidak mengutus seorang nabi kecuali dia menggembala kambing. Nabi ditanya termasuk anda wahai Rasulullah saw? Nabi menjawab aku dahulu menggembalakan kambing miliki penduduk makkah dengan upah beberapa qirath (HR. Al-Bukhari)

Ma’asiral Muslimin Rahimakumullah

Ketiga, pertanian. Bentuk mencari rezeki Allah ini termasuk banyak dilakukan warga Negara Indonesia. Dalam surat yasin ayat 33-34, Allah menjelaskan:

وَآيَةٌ لَهُمُ الْأَرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَاهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ [٣٦:٣٣] وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ [٣٦:٣٤]

Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,

Ayat yang mulia ini sudah menganjurkan kepada kita untuk bercocok tanam. Tanah yang Allah suburkan, biji-bijian yang Allah tumbuhkan dan air yang Allah pancarkan semua itu adalah bukti kasih sayang Allah. Manusia tinggal berusaha untuk menanam biji, merawat lalu memetik dan memanfaatkannya. Allah dalam mengalirkan air tidak hanya melalui sungai dan gunung tetapi juga melalui air hujan.

Ma’asiral Muslimin Rahimakumullah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memuji umatnya yang mau berusaha sendiri. Makan minum dari hasil kerjanya sendiri. Sebagaimana dalam hadis :

Dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Tidaklah salah seorang dari (bani Adam) memakan makanan yang lebih baik baginya melainkan memakan dari hasil kerjanya sendiri karena Nabi Dawud ‘Alaihissalam makan dari hasil usahanya sendiri” (HR. Al-Bukhari)

Setelah mencari rezeki yang halal dengan cara jual beli, beternak, pertanian atau lainnya maka jangan pernah lupa untuk bersedekah. Karena tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَ كَفَرَ. وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَ حَبِيْبُهُ وَ خَلِيْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلَّونَ عَلَى الَّنِبْيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ


Fadhlurrahman, M.Pd, Wakil Direktur Bidang Kepondokan MBS Purworejo