obrolan_cendekia
Dok UMS/SM
Dok UMS/SM
Berita

UMS Berkontribusi dalam Konsorsium Peresmian Bahasa Indonesia di Al-Azhar Mesir

KAIRO, Suara Muhammadiyah – Rombongan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang dipimpin oleh Rektor UMS, Prof Dr Sofyan Anif, MSi menghadiri acara Peresmian Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, Rabu  (9/10). Selain itu, acara ini menjadi Pembukaan Kursus Bahasa Indonesia periode Oktober – Desember 2019 di salah satu kampus bersejarah tersebut.

Seremonial peresmian pengajaran bahasa Indonesia tersebut dilakukan pada 9/10 oleh Rektor Universitas Al-Azhar (Prof. Dr. Mohamed Husein al-Mahrashawi) di Ruang Senat Universitas Al-Azhar dan dilanjutkan di Auditorium Fakultas Bahasa dan Terjemah. Acara dihadiri oleh Bapak Duta Besar RI Cairo, Wakil Rektor Universitas Al-Azhar Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Yusuf Amir, Atdikbud Dr. Usman Syihab, Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar Mohamed Ezzat Ghazi, Rektor UGM Prof Dr Panut Mulyono, Rektor UMS Prof. Dr. Sofyan Anif, MSi dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Dr. M. Isroqunnajah, MA. Tiga perguruan tinggi tersebut digandeng oleh KBRI Cairo sebagai anggota konsorsium pengajaran Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Mesir.

Selain 3 (tiga) perguruan tinggi tersebut, KBRI Cairo juga menggandeng beberapa lembaga di tanah air yang terkait dengan pengajaran bahasa Indonesia di Mesir, antara lain: Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan (PPSDK BPBP) Kemendikbud RI, Kemenristek Dikti RI dan Kemenag RI. Setelah seremonial pembukaan di ruang Senat Universitas, acara dilanjutkan di aula Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar.

Pada sambutannya, Dubes RI di Kairo menyatakan, bahwasanya Bahasa Indonesia merupakan bahasa  yang sangat penting di dunia. Pasalnya Bahasa Indonesia termasuk bahasa kesepuluh yang sering digunakan di dunia dan menempati peringkat  keenam Bahasa yang banyak digunakan dalam komunikasikan di Internet. “ Saat ini terdapat lembaga pendidikan dari 45 Negara yang telah mengajarkan Bahasa Indonesia bagi  penutur Asing, salah satunya BIPA (Bahasa  Indonesia bagi Penutur Asing) yang ada di Mesir” ungkap Helmy Fauzy.

Duta Besar RI juga menyebutkan, bahwa di antara tujuan utama pengajaran Bahasa Indonesia di Al-Azhar adalah bahwa bahasa Indonesia banyak digunakan oleh mayoritas bangsa Asia tenggara, dimana mayoritas penduduknya beragama Islam. Di sana banyak bermunculan ulama dan pemikir Islam. Sayangnya, karya-karya belum banyak diketahui oleh para pemikir dunia Arab.  Selain itu, negara-negara tersebut juga membutuhkan para ulama dan dai dari al-Azhar yang menguasai tradisi dan budaya setempat,”  imbuh Dubes asal Minagkabau ini. Duta Besar juga mengucapkan terima kasih kepada Al-Azhar yang telah menerima Bahasa Indonesia sebagai Bahasa kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah Al-Azhar.”

Di sisi lain, Rektor Universitas Al-Azhar menegaskan, bahwa pengajaran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar merupakan langkah awal dalam mempersiapkan pembukaan Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar.

Di antara yang menjadi kesepakatan awal antara Al-Azhar dengan KBRI dan perguruan tinggi anggota konsorsium adalah menjamin keberlangsungan pengiriman 4 dosen di tahun pertama pembukaan prodi dan 8 dosen di tahun-tahun berikutnya.  Untuk tahap pertama, saat ini terdapat 4 dosen yang ditugaskan mengajar bahasa Indonesia di Fakultas Bahasa dan Terjemah Al-Azhar, 1 (satu) dosen diutus oleh UGM, 1 dosen diutus oleh UMS dan 2 (dua) dosen diutus UIN Maulana Malik Ibrahim.

Upaya menjadikan  Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua di Universitas Al-Azhar tersebut, didahului dengan pelaksanaan 3 (tiga) tahap FGD (Focused Group Discussion) di Indonesia, dimana salah satunya dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar, yang saat itu dijabat Prof. Dr. Thaha Badri. Setelah hasil FGD tersebut disampaikan secara remi kepada Rektor Universitas Al-Azhar dan kemudian dibahas di Sidang Senat Universitas dan Senat menyetujui pengajarkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua di fakultas tersebut yang dimulai pada tahun akademik 2019/2020.

Mewakili anggota konsorsium, Rektor UGM menyampaikan, bahwa saat ini tanggung jawab keberlangsungan program ini ada di tangan semua anggota konsorsium. Untuk itu, pihaknya menyampaikan, semua anggota konsorsium akan terus berjuang dan mendukung keberlangsungan program ini yang salah satunya dengan mengirim dosen ke Al-Azhar dan memberikan beasiswa bagi para mahasiswa yang memilih mata kulian ini sebagai mata kuliah pilihan.

Pada acara tersebut, dilakukan pula penyerahan laboratorium Bahasa dari Duta Besar RI Cairo kepada Dekan Fakultas dan Terjemah Al-Azhar, sekaligus pembukaan pelaksanaan kursus BIPA Al-Azhar periode Oktober-Desember 2019 dan pemberian penghargaan kepada para Mahasiswa Mesir yang mendapatkan  beasiswa untuk melanjutkan S2 di Indonesia.

Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah, Universitas Al-Azhar sangat berterima kasih kepada KBRI Kairo atas pemberian Laboratorium Bahasa dan Terjemah serta Beroptimis tinggi akan pembelajaran Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar ini dan semoga dengan ini dapat memper erat Tali Persahabatan antara Indonesia dan Mesir. (Fandi/Buya CT )