Gerakan Ekologi IMM Jaktim Temui Sudin Lingkungan Hidup

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

MHH PWM Sumut Kutuk Keras Pelaku Teror yang Catut Muhammadiyah Klaten

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Propinsi Sumatera Utara (MHH PWM Sumut) mengutuk keras tindakan teror dan...

MCCC Sumut Genjot Bantuan Edukasi

MEDAN, Suara Muhammadiyah - MCCC Sumatera Utara terus menggenjot kegiatan penyaluran bantuan dan edukasi. Berbagai upaya terus dilakukan agar upaya penghentian pandemi...

Haedar Nashir: Buya Syafii Tokoh Spesial Muhammadiyah dan Bangsa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka Tahniah 85 tahun Buya Ahmad Syafii Maarif yang bertepatan pada tanggal 31 Mei 2020, Ketua Umum...

Perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia: Rokok dan Corona

Setiap tanggal 31 Mei, masyarakat global selalu memperingati hari tanpa tembakau sedunia setiap tahunnya. Istilah sederhananya, warga +62 menyebutnya dengan ‘hari bebas...

Kak Seto: Indonesia Dibekap Covid-19, Disekap Bahaya Rokok

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Seto Mulyadi dari Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia ikut menyampaikan pidato pada agenda Gelar Budaya Amal Muhammadiyah, Sabtu...
- Advertisement -

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pencemaran lingkungan di Ibu Kota berada dalam posisi memprihatinkan. Polusi udara misalnya, dalam beberapa waktu belakangan menjadi perhatian kalangan pemerhati lingkungan. Meningkatnya tingkat pencemaran udara dari hari ke hari menjadi persoalan yang seolah tak terbendung. Belum lagi soal sampah dan limbah pabrik yang mencemari sungai-sungai, yang turut mengubah kualitas air. Perlahan namun pasti, baik secara langsung atau tidak, hal itu akan berdampak terhadap masyarakat.

Kondisi yang demikian menjadi perhatian Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadyah Jakarta Timur. PC IMM Jaktim menggelar Darul Arqom Madya (DAM) pada 31 Oktober-4 November 2019, di Kampus FFS UHAMKA, Jakarta, dengan mengangkat tema “Mengukuhkan Gerakan IMM  Jakarta Timur Guna Merekonstruksi Kesadaran dan Pergerakan Ekologi”. Ini merupakan wujud komitmen IMM Jaktim dalam merespons dan menggalakkan gerakan serta kesadaran ekologi.

Dalam perkaderan tingkat madya (lanjutan) tersebut, peserta yang merupakan kader IMM dari berbagai daerah itu mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan lingkungan. Hal ini merupakan rangkaian agenda memperkaya wacana dan menumbuhkan kesadaran ekologi kepada peserta. Adapun sesi materi diisi oleh narasumber-narasumber yang mumpuni di bidangnya.

Di antaranya Salman Ahmad Ridwan (aktivis lingkungan hidup), Mubarok Ahmad (dosen filsafat UHAMKA dan kandidat doktor filsafat STF Driyarkara), Fajar (penulis buku Fiqih Air yang diterbitkan oleh Suara Muhammadiyah), Ki Bagus Hadi Kusumo (aktivis JATAM, komunitas lingkungan hidup yang fokus pada masalah tambang), Geger Riyanto (dosen sosiologi dan antropologi UI), Azrohal Hasan (pegiat sosial dan sekbid SPM DPP IMM), dan Saras Dewi (penulis buku Ekofenomenologi).

Cakung yang merupakan kawasan industri di Kotamadya Jakarta Timur dipilih sebagai tempat peserta DAM melakukan pengamatan dan analisis lingkungan. “Dari pengamatan lapangan itu, para peserta yang didampingi pengurus IMM Jaktim kemudian melakukan audiensi dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup Kotamadya Jakarta Timur,” kata Immawan Haekal, ketua umum PC IMM Jaktim, Senin (4/11).

Permasalahan yang didapatkan peserta DAM IMM Jakarta Timur, kata dia, di antaranya terkait pengelolaan limbah pabrik yang bermasalah. “Limbah itu mengakibatkan polusi yang merusak udara dan limbah cair yang mencemari air sungai,” ujarnya.

“Maka, berdasarkan permasalah-permasalah yang ditemukan oleh peserta Darul Arqam Madya Jakarta Timur, disampaikan kepada Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur untuk kemudian bisa diselesaikan dan dikawal bersama,” katanya menegaskan.

Selain itu, Lisa Nur Hikmawati selaku instruktur DAM mengungkapkan, masalah lingkungan bukan hanya bicara soal alam tapi juga bicara masalah kesejahteraan masyarakat. “Dan, mengubah antroposentris menjadi biosentris bukanlah hal yang mudah, tapi bukan berarti itu tak bisa dilakukan,” katanya. (IMM Jaktim/Riz)

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -