WhatsApp Image 2019-11-17 at 23.09.25
Berita

Akrab Bermedia, Nyalakan Api Dakwah

MUNTILAN, Suara Muhammadiyah-Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muntilan melalui wadah wahdatul muballighin mengadakan pengajian Ahad siang (17/11/2019) di Masjid at-Taqwa di Komplek SD Muhammadiyah Tamanagung, Jumbleng, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Salah satu pembina pengajian yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga, Dr Samsul Hadi, menyampaikan pentingnya dakwah berjamaah melalui pengajian rutin ini. Sehingga kepentingan menghadiri dan meramaikan pengajian ini harus menjadi prioritas dan agar jamaah dapat mengambil pelajaran dan hikmah dengan sebaik-baiknya.

Sebagai pembicara, Dr Robby Abror, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini mengingatkan bahwa akrab bermedia itu artinya akrab dengan seluruh konsekuensinya. Menjadi pengguna media sosial berarti siap mengukur risiko yang akan terjadi pada diri kita. Orang punya telepon seluler (ponsel) atau smart phone punya kebebasan penuh untuk berselancar di dunia maya dan terdampak olehnya. Setiap sentuhan jari bisa berdampak langsung maupun tidak langsung pada si pengguna (user).

“Setiap orang memperoleh kemudahan dari medsos dan ponselnya. Tetapi segala kemudahan tersebut tidak boleh melalaikan setiap individu Muslim dari selalu berzikir kepada Allah dan berpikir atas segala ciptaan-Nya. Sebab itulah ciri ulil albab,” ujar Robby.

Islam, kata Robby, pernah jaya dalam kemajuan peradabannya disebabkan ada kemauan kuat untuk mencintai al-Quran dan menggali rahasia ilmu yang terkandung di dalamnya. “Para ilmuwan Muslim abad tengah menguasai banyak sekali bidang ilmu, seperti ilmu-ilmu agama Islam, filsafat, kedokteran, dsb. Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd, sekadar menyebut nama, adalah para filsuf Muslim sekaligus ilmuwan besar yang sangat berpengaruh di dunia. Karya-karya masih dipelajari hingga hari ini.”WhatsApp Image 2019-11-17 at 23.11.08

Menurutnya, Muhammadiyah dapat berperan aktif dalam menghidupkan kembali tradisi pemikiran Islam. Dimulai dari kemauan yang kuat untuk membaca dan memahami al-Quran serta menggali ayat-ayat semesta yang terdapat di dalamnya.

“Muhammadiyah punya filosofi yang kuat untuk menyalakan api dakwah dan semangat belajar di mana pun. Sebab hidup yang tidak diterangi oleh cahaya kebaikan dan ilmu pengetahuan adalah hidup yang tak layak dijalani. Kita mulai dari diri kita sendiri, mulai hari ini dan di sini,” tukas Robby Abror. (ra/rbs)