obrolan_cendekia
Ketua PP Aisyiyah Masyitoh Chusnan menerima penghargaan dari Mendagri Tito Karnavian (Dok PPA)
Ketua PP Aisyiyah Masyitoh Chusnan menerima penghargaan dari Mendagri Tito Karnavian (Dok PPA)
Berita

Aisyiyah Terima Penghargaan Bakti Sepanjang Masa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah-Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia menggelar acara penganugerahan Penghargaan Ormas Tahun 2019 kepada sejumlah organisasi kemasyarakatan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, pada Senin, 25 November 2019. Penghargaan Ormas 2019 ini diberikan langsung oleh Mendagri Tito Karnavian.

Aisyiyah bersama beberapa ormas lainnya menerima anugerah penghargaan Kategori Khusus Bakti Sepanjang Masa untuk Indonesia. Penghargaan ini diterima oleh Ketua PP Aisyiyah Prof Dr Masyithoh Chusnan MAg.

Penghargaan ini diberikan untuk delapan kategori penghargaan yakni bidang pendidikan, pemberdayaan perempuan, tata kelola pemerintahan, penanggulangan bencana, kebudayaan, kesehatan, lingkungan hidup, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penghargaan juga diberikan untuk kategori pemerintah daerah pembina ormas dan kategori khusus bakti sepanjang masa untuk Indonesia.

“Pemberian penghargaan ini saya anggap penting, karena kita tahu peran ormas dalam kehidupan berbangsa dan negara, sering kali tidak banyak yang memahami posisi dan peran sentralnya,” tutur Tito. Ormas dinilai sebagai elemen masyarakat yang memiliki peran penting sebagai penyeimbang demokrasi, agar tidak terjadi dominasi oleh negara.

“Kami harapkan ormas mampu menjadi penyeimbang, mampu memberikan kritikan pada pemerintah. Pemerintah tidak boleh alergi dengan kritik selama kritik itu membangun.” Menurutnya, ormas yang mendapatkan penghargaan ini adalah ormas yang benar-benar telah bekerja di lapangan.

Selain Aisyiyah, penghargaan kategori khusus bakti sepanjang masa untuk Indonesia juga diterima Mathla’ul Anwar, Muslimat NU, dan Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Bidang pendidikan diterima Selamat Pagi Indonesia; bidang pemberdayaan perempuan diraih Perkumpulan Kapal Perempuan; bidang tata kelola pemerintahan oleh Perludem; bidang penanggulangan bencana diterima Yayasan IDEP; bidang kebudayaan diraih Yayasan Kebudayaan Rancage; bidang kesehatan diberikan kepada Yayasan Thalassemia Indonesia; bidang lingkungan hidup diterima Yayasan Pendidikan Konservasi Alam; bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat diterima Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra. (dbs/ribas)