Bantuan IMM untuk Desa Doplang dan Bolang (Dok SM)
Bantuan IMM untuk Desa Doplang dan Bolang (Dok SM)
Berita

PK IMM Rasyid Ridha STAIMS Bantu Desa Kekeringan

GUNUNG KIDUL, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Rasyid Ridha Sekolah  Tinggi Agama Islam Masjid Syuhada (STAIMS) Yogyakarta mengadakan kegiatan “Bakti Sosial” di desa yang kekeringan yaitu Dusun Doplang dan Bolang, Girikarto, Panggang, Gunung Kidul, Yogyakarta. Dimulai dari dusun Doplang kemudian dilanjut ke dusun Bolang, Kamis (28/11).

Acara ini bermula dari obrolan ringan di Masjid Darul Qur’an kampus STAIMS dengan beberapa Mahasiswa STAIMS tentang keadaan cuaca di Jogja yang makin hari makin terasa panasnya terik matahari disiang hari dan hawa panas di malam hari, kemudian berlanjut pembicaraan cuaca di Gunung Kidul yang merupakan tempat tinggal Amin, mahasiswa semester 1 jurusan PAI.

“Cuaca disana sama panasnya dengan disini, hanya saja disini masih mudah mendapatkan sumber air, sedang di tempat saya betul – betul sudah kering dan tidak ada lagi sumber air yang mengalir, kecuali harus membeli air,” tutur Amin.

Amin yang juga bagian dari Tentara Negara Indonesia (TNI) Angkatan Darat mengajak kami untuk membantu warga setempat dengan ikut andil dalam menangani musibah kekeringan yang sedang dialaminya. “Bagaimana jika kita agendakan saja Bakti Sosial bersama rekan-rekan IMM disini, kelihatannya akan menjadi sebuah kegiatan yang luar biasa, karena pada hakikatnya manusia yang baik adalah yang bermanfaat untuk sodaranya yang lain,” ucap Muhammad Iqbal, Mahasiswa Semester 3 jurusan PAI.

Beragam usaha untuk mengajak donatur sudah diupayakan, dalam waktu yang singkat dana yang terkumpul sampai sebesar Rp 8.390.000,- dan sejumlah pakaian layak pakai. Dari dana tersebut disalurkan dalam bentuk sembako seperti beras, minyak, gula, uang cash dan  5 tangki air.

Kegiatan ini diawali dengan pembukaan di kediaman Mas Amin bersama puluhan warga Doplang dan para perangkat desa Dukuh, RT dan BABINSA setempat,  dan diakhiri dengan berdoa yang dipimpin oleh Guru SD Muhammadiyah Jogokariyan, Muhammad Iqbal.(Riz)