sonny zulhuda
Kolom

Olahraga sebagai Gapura Dakwah

Oleh: Sonny Zulhuda

(Ketua PCIM Malaysia)

“Bapak-bapak sekalian, ini saya punya mimpi..” Demikian Pak Mad Khairi, aktivis Ranting Istimewa Klang Lama Malaysia asal Solokuro, Lamongan dalam sebuah pertemuan pengurus PCIM di Rumah Dakwah di Gombak, Kuala Lumpur baru-baru ini. Kami semua menanti beliau menyelesaikan kalimatnya.

“Mimpi saya, kita di PCIM Malaysia mengumpulkan seluruh warga Muhammadiyah dalam kegiatan pertandingan olahraga antar Ranting dan Cabang Muhammadiyah se-Malaysia.” Malam itu Pak Mad Khairi dengan gayanya yang kalem mencoba meyakinkan para peserta Rapat Pengurus PCIM terkait program pra-pelantikan pengurus PCIM periode 2019-2021.

Singkat cerita, usulan pertandingan olahraga antar PRIM se-Malaysia disetujui dan akan menjadi program olahraga pertama antar PRIM se-Malaysia.

Maka dalam periode persiapan yang singkat, pada Minggu pagi di awal Desember 2019 di kompleks olahraga outdoor kampus International Islamic University Malaysia, berkumpullah sekitar 200-an warga yang merupakan kontingen dari masing-masing PRIM, PCIM dan juga IMM Malaysia.

Kontingen PRIM Klang Lama dan PRIM Kampung Baru masing-masing menyewa sebuah bus untuk datang ke kampus. Sebagian lainnya menggunakan mobil, minibus dan van yang mengangkut rombongan dalam jumlah lebih kecil. Semuanya gembira dan antusias untuk berdatangan.

PRIM Kepong dan PRIM Kampung Baru tampil cetar dengan seragam kontingen mereka. PRIM Pandan dan sebagian anggota PRIM Ampang berpakat untuk bekerjasama. Tak ketinggalan, kontingen Cabang Istimewa Muhammadiyah, Aisyiyah dan juga kontingen IMM Malaysia pun turut serta meramaikan suasana.

Empat cabang olahraga digelar: bola voli, badminton, tenis meja dan catur. Ibu-ibu Aisyiyah menambahkan mata lomba paduan suara lagu Sang Surya dan Nasyid Islami.

Hari itu kegembiraan dan hingar bingar warga PCIM Malaysia tumpah ruah menjadi satu! Hebat sekali pemandangan ini. Tua muda meriung menyatu, anak-anak pun berlari-lari di sekitar lapangan sambil tertawa haha-hihi.

Mayoritas warga PRIM itu, adalah pekerja migran kita yang sehari-hari bergumul dengan kerja keras dan mandi keringat. Memacul tanah kasar, mengolah semen dan pasir, memanjat tiang dan tingkat bangunan tinggi, atau memasang kabel serta saluran pipa air dan api.

Untuk satu hari itu, keriangan dan tawa lepas mengisi ruang udara stadion kampus yang hijau, membuncah menjadi satu semangat kompetisi dalam koridor kolaborasi.

Ketua PRIM Klang Lama Sumitro sempat membisiki, bahwa yang hadir dari Klang Lama banyak anak muda yang selama ini justru absen dari kegiatan pengajian. Mereka selalu diundang namun hampir hampir tak pernah datang. Tatkala diumumkan acara tanding olahraga ini, anak-anak muda itu cepat menyambar untuk mendaftarkan diri. Dalam hitungan 1-2 hari, daftar atlet langsung terpenuhi!

Program ini impaknya kuar biasa. Ia bagaikan pembuka ruang yang selama ini tersumbat. Laksana kunci jawaban terhadap sebuah tekateki. Ibarat kode password yang membuka akun ter-enkripsi. Walhasil, kegiatan olahraga ini menyerupai gapura dakwah yang terbuka. Tidak berlebihan, ini rupanya jawaban dari sebuah mimpi Pak Mad Khairi, yang juga pernah dibayangkan kepadaku oleh Ketua PCIM yang lalu, Ust Dr. M. Arifin Ismail.

Dalam kepengurusan PCIM Malaysia 2019-2021 ini, misi dakwah dan pendidikan melalui bidang seni dan olahraga menjadi agenda strategis ke depan. Majelis Pendidikan, Seni dan Olahraga dibentuk untuk mengemban misi tersebut. Selain menguatkan dakwah, ini juga sebagai upaya mensejagatkan ukhuwah kita di negeri Malaysia ini.

Sebagai catatan penutup, aku pesankan kepada saudara-saudaraku untuk terus membudayakan semangat berkompetisi dengan tetap berpandukan syariah serta akhlak karimah.

Selamat bermusabaqoh, fastabiqul khoirot!

Kuala Lumpur, 3 Desember 2019