24 C
Yogyakarta
Selasa, Agustus 11, 2020

Solusi Islam Atasi Stunting

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

UM Metro PTS Terbaik di Sumatera Versi Webomatrics

METRO, Suara Muhammadiyah - Dalam rilis terbaru Webomatrics edisi Juli 2020, Universitas Muhammadiyah Metro bertahan di peringkat pertama sebagai perguruan tinggi swasta...

Khutbah Ta’aruf Hajriyanto di SMP Mutual: Pentingnya Komunikasi dan Menjalin Relasi

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Salah satu aspek yang akan menentukan keberhasilan dimasa mendatang adalah sejauh mana kemampuan berkomunikasi serta menjalin relasi dengan...

Haedar Nashir: Kerjasama Jadikan Unismuh Unggul dan Berkemajuan

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag resmi dilantik jadi Rektor baru Unismuh Makassar periode 2020-2024. Prof Ambo Asse...

Prof Ambo Asse Resmi Dilantik Jadi Rektor Baru Unismuh ke-11

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag resmi dilantik menjadi Rektor Unismuh Makassar. Guru Besar dari UIN Alauddin Makassar...

Kiprah Prof Rahman Rahim Memajukan Unismuh

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Rektor Unismuh  Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM telah berakhir masa periodenya  sebagai rektor sejak Sabtu...
- Advertisement -

Oleh : Nurjanah Wijayanti

Assalaamu’alaikum Wr Wb

إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونَسْتَعِيْنُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، ونَعُوْذُ بِهِ مِنْ شُرُوْرِ َأَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ، فَلَا هَادِيَ لَهُ. وأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Jamaah shalat Jum’at yang berbahagia

Segala puji bagi Allah SwT, Tuhan semesta alam. Semoga kita senantiasa dalam lindungan-Nya. Sehingga kita bisa terus menebarkan kasih sayang sebagaimana sifat-Nya yang Ar-Rahman lagi Ar-Rahim.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Uswah Hasanah, Nabi Muhammad swa. Kepada beliaulah kita belajar akhlak Islami, baik akhlak kepada diri sendiri, akhlak orang lain, dan masyarakat, maupun dalam konteks berbangsa dan bernegara, serta akhlak terhadap sesama makhluk baik hewan juga tumbuhan.

Jamaah shalat Jum’at yang berbahagia

Akhir-akhir ini, pemerintah lewat kementerian kesehatan gencar menyuarakan pencegahan stunting. Hal ini juga makin nyaring disuarakan oleh beberapa lembaga swasta dan organisasi kemasyarakatan, termasuk ‘Aisyiyah.

Lalu apa itu stunting? Mengacu pada bulletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Anak yang menderita stunting akan lebih rentan terhadap penyakit dan ketika dewasa berisiko untuk mengidap penyakit degeneratif. Yaitu penyakit kronis yang memengaruhi saraf, pembuluh darah, hingga tulang atau penyakit yang mengiringi proses penuaan. Dampak stunting tidak hanya pada segi kesehatan tetapi juga mempengaruhi tingkat kecerdasan anak.

Berdasarkan data keseluruhan balita stunting yang dikumpulkan World Health Organization (WHO), Indonesia termasuk negara tertinggi ketiga di regional Asia Tenggara, South-East Asia Regional (SEAR). Tercatat dari 23 juta balita di Indonesia, 35,6 persen mengalami stunting. Itu artinya ada sekitar 7,8 juta balita menderita stunting. Padahal, WHO menetapkan batas toleransi maksimal stunting sebuah negara di angka 20 persen. Karena angka stanting di Indonesia masih di atas 20 persen, maka kemudian WHO menetapkan Indonesia sebagai negara dengan status gizi buruk.

Jamaah shalat Jum’at yang berbahagia

Tingginya kasus stunting di Indonesia menunjukkan bahwa bangsa ini masih lemah. Cita-cita bangsa untuk melahirkan generasi kuat masihlah jauh dan membutuhkan perjuangan yang lebih serius. Bukankah Allah SwT mengingatkan :

وَلۡيَخۡشَ ٱلَّذِينَ لَوۡ تَرَكُواْ مِنۡ خَلۡفِهِمۡ ذُرِّيَّةٗ ضِعَٰفًا خَافُواْ عَلَيۡهِمۡ فَلۡيَتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡيَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدًا ٩

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS An-Nisa: 9)

“Lemah” sebagaimana ayat di atas, mengandung banyak pengertian. Bisa dimaknai lemah secara ekonomi, lemah iman, lemah karakter atau budi pekerti, dan lemah dalam ilmu pengetahuan. Termasuk juga lemah secara fisik yang kaitannya dengan kesehatan, seperti stunting.

Jamaah shalat Jum’at yang berbahagia

Sebagai upaya pencegahan, Islam menawarkan beberapa langkah sebagaimana firman Allah SwT dalam QS Al-Baqarah ayat 233 sebagai berikut :

۞وَٱلۡوَٰلِدَٰتُ يُرۡضِعۡنَ أَوۡلَٰدَهُنَّ حَوۡلَيۡنِ كَامِلَيۡنِۖ لِمَنۡ أَرَادَ أَن يُتِمَّ ٱلرَّضَاعَةَۚ وَعَلَى ٱلۡمَوۡلُودِ لَهُۥ رِزۡقُهُنَّ وَكِسۡوَتُهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma´ruf.”

Tiga hal yang perlu diperhatikan dari ayat di atas. Pertama, hendaknya seorang ibu menyusui anak-anak selama dua tahun. Anjuran serupa juga disosialisasikan oleh dunia kesehatan internasional. Bahkan anak usia 0-6 bulan tidak boleh mendapan asupan makanan apapun kecuali ASI (ASI Eksklusif). Kenapa hanya ASI? Karena tidak ada makanan bagi bayi selengakap kandungan gizi dalam ASI. Dalam ASI mengandung setidaknya 200 zat gizi dan memberikan kekebalan buat bayi hingga 20 kali lipat. Maka ASI sangat diperlukan dalam pembentukan kualitas generasi cerdas masa depan.

Lalu bagaimana jika si ibu yang menyusui justru kekurangan gizi? Maka langkah kedua, tugas sang ayah adalah memastikan bahwa ibu dari anak-anaknya memperoleh asupan gizi yang baik. Termasuk selalu menjaga kebahagiaan batinnya, yang digambarkan oleh ayat di atas dengan memberikan pakaian dengan cara yang baik. Kalau seorang ibu dalam kondisi bahagia dan terjaga gizinya, maka secara otomatis akan menghasilkan ASI dengan kualitas terbaik pula.

Dalam ayat lain disebutkan :

 وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ

“Dan bergaullah dengan mereka secara patut.” (QS An-Nisa : 19)

Maksudnya, tanggung jawab ayah (memberi makan dan member pakaian dengan cara yang baik) tersebut hendaknya sudah dilakukan sejak ia menikah dengan calon ibu dari anak-anaknya. Sebab dari ibu yang sehat dan bahagia makan akan lahir anak-anak yang sehat pula lagi cerdas.

Ketiga, secara tersirat, dari QS Al-Baqarah ayat 233 di atas, keluarga (baik ayah maupun ibu) harus membiasakan pola hidup sehat. Yaitu dengan membuadayakan pola makan yang sehat, memperhatikan kebersihan dan keindahan lingkungan rumah dengan tata sanitasi yang baik, serta membentuk jasmani bugar dengan olahraga.

Jamaah shalat Jum’at yang berbahagia

Pola hidup sehat tidak identik dengan sesuatau yang mahal maupun sesuatu yang kelihatan besar. Justru dari hal-hal kecil pola hidup sehat nantinya berkembang menjadi kebiasaan. Misalnya, membuang sampah pada tempatnya, mengkonsumsi makanan halal lagi tayyib, dan membasuh tangan selepas beraktifitas.

Sebuah pendapat mengatakan, bahwa makanan halal lagi tayyib ialah buah-buahan maupun sayur-sayuran hasil menanam sendiri dan daging maupun telur juga hasil bertenak sendiri.

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَ لَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ العَظِيْمِ  وَ نَفَعَنِيْ وَ إِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَ تَقَبَّلَ اللهُ مِنّيْ وَ مِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua 

الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَ الْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنِ وَ لَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِيْنَ, أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ أُوْصِيْنِيْ وَ إِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ, وَ لَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَ أَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Jamaah shalat Jum’at yang berbahagia

Sesuai nasihat QS Al-Baqarah ayat 233, maka stunting bisa dicegah dengan terlebih dahulu membina bahtera rumah tangga yang bahagia lagi sehat. Baik ayah maupun ibu masing-masing menempatkan diri sebagai agen kesehatan bagi anak-cucunya nanti. Sesibuk apapun seorang ibu, program ASI eksklusif harus tetap diupayakan, bahkan terus menyusui sampai anak usia 2 tahun. Dan sesibuk apapun seorang ayah, kesehatan dan kebahagiaan istri adalah prioritas.

Karenanya, marilah kita memanjatkan doa agar cita-cita mewujudkan generasi qurrata a’yun (generasi terbaik) dikabulkan oleh Allah SwT.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَعْوَاتِ. اللّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَاجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِهِمْ الْإِيْمَانَ وَالحِكْمَةَ وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يَشْكُرُوْا نِعْمَتَكَ الَتِي أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ.

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا ، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ ، وَجَنِّبْنَا الفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ، وَبَارِكْ لَنَا فيْ أَسْمَاعِنَا ، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوْبِنَا ، وَأَزْوَاجِنَا ، وَذُرِّيَّاتِنَا ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِيْنَ لِنِعْمَتِكَ ، مُثْنِيْنَ بِهَا ، قَابِلِيْهَا ، وَأَتَمَّهَا عَلَيْنَا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ, َقِنَا عَذَابَ النَّارِ, وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ, وَ الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ


Penulis Guru Ismuba SMP Muhammadiyah 1 Depok

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles