obrolan_cendekia
MDMC Status Merapi Waspada (1)
Berita

Ketua MDMC: Pembelajaran Bencana 2019, Menuju Kesiapsiagaan 2020

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – “Persepsi masyarakat terhadap kejadian bencana akan sangat menentukan bentuk respon atau tindakan yang dilakukan. Karena cara pandang yang keliru terhadap bencana akan berakibat kepada respon yang salah, sehingga menimbulkan bencana ganda,” ujar H. Budi Setiawan ST, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dalam Kajian Refleksi Akhir Tahun di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Agenda tersebut juga dihadiri Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (31/12).

Dalam kajian tersebut, Budi menjelaskan bahwa terjadinya bencana diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi manusia untuk selalu memperlakukan alam dan lingkungan dengan penuh kebijaksanaan. Adanya bencana dikarenakan perilaku manusia yang salah dalam mengelola alam. Hal ini sejalan dengan firman Allah Swt, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar,” (QS. Ar-Rum: 41).

Budi menerangkan bahwa musibah berasal dari kata (a-sha-ba) yang bermakna sesuatu yang menimpa manusia. Kata ini bersifat netral. Segala sesuatu yang menimpa manusia disebut sebagai bencana apabila manusia tidak mengenal alam, kurang efektif beradaptasi, tidak melakukan astimasi atau perkiraan risiko, dan tidak siap mengantisipasi kondisi terburuk. “Bencana akan berdampak lebih parah jika masyarakat yang menjadi korban berlatar belakang miskin, berpendidikan rendah, organisasi lokal tidak terbangun, sistem berjamaah yang lemah, dan korupnya para pejabat,” ujarnya.
Sebagaimana Allah Swt berfirman, “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi,” (QS. An-Nisa: 79).

Lanjutnya, agama mengajarkan bahwa manusia adalah khalifatullah fil ardh dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan bumi. Untuk itu perlu pelurusan cara pandang masyarakat terhadap bencana, sehingga nantinya mampu merespon secara benar dan bermartabat. Selain bertugas menanggulangi bencana, MDMC terus berupaya untuk memberikan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat tentang bagaimana cara yang benar untuk menghadapi bencana. “Bencana tidak pernah kita harapkan terjadi. Jika terjadi kita harus siap siaga dengan segala kemungkinan,” tutupnya.(iko/riz)