30 C
Yogyakarta
Minggu, Juli 5, 2020

Aktivis Senior Agus Edy Santoso Wafat

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Haedar Nashir: Masalah RUUHIP Bukan Masalah Umat Islam Vs Pemerintah

Ketua Umum PP Muhamadiyah, Prof Dr H Haedar Nashir, menyampaikan bahwa selama empat bulan masa pandemi yang memprihatinkan ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah...

PusdikHAM Uhamka: RUU HIP Sebaiknya Dihentikan

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pusat Studi dan Pendidikan dan Hak Asasi Manusia (PUSDIKHAM) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka menggelar sebuah Webinar terkait...

Kematian Pangeran Arab Saudi yang Masih Misteri

RIYADH, Suara Muhammadiyah – Pemerintah Arab Saudi mengumumkan bahwa Pangeran Bandar bin Saad bin Mohammad bin Abdulaziz bin Saud bin Fisal Al...

Bimtek IT, Dikdasmen PDM Magelang Mengawal Pembelajaran Online

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Sistem pembelajaran di masa Pandemi Covid-19 membutuhkan adaptasi baik bagi guru maupun siswa. Bagi guru dituntut lebih dalam...

Pemahaman Risiko Kunci Menghadapi Erupsi Merapi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pemahaman akan risiko dan bahaya dengan baik merupakan kunci ketangguhan masyarakat di lereng Merapi dalam menghadapi erupsi yang...
- Advertisement -

JAKARTA, Suara MuhammadiyahInnalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kabar duka kembali menyapa keluarga besar Muhammadiyah. Kali ini, Wakil Ketua Lazismu bidang Kelembagaan dan HRD, Agus Edy Santoso, meninggal dunia pada Jumat malam, 10 Januari 2020, pukul 21.11 WIB. Allahummagfirlahu warhamhu.

Aktivis yang kerap disapa Agus Lenon ini menghembuskan napas terakhir di RS Harapan Kita, Jakarta. Agus yang juga aktivis HMI ini telah dua tahun belakangan berjuang melawan penyakit jantung. Kondisinya memburuk pada Jumat siang sehingga dipindahkan ke ruang perawatan intensif ICVCU (Intensive Cardio Vascular Care Unit).

Tokoh senior Jaringan Aktivis ProDem kelahiran 24 Agustus 1960 ini dikenal punya jaringan yang luas. Selain kiprahnya di dunia aktivis dalam isu-isu HAM dan kemanusiaan universal, Agus Lenon juga dikenal karena ketekunannya mengumpulkan makalah-makalah Nurcholish Madjid. Agus pula yang menghimpun surat menyurat Cak Nur dan Mohamad Roem yang berserak.

Kepada sahabatnya, Syaefudin Simon, Agus mengaku mengagumi mantan ketua PP Muhammadiyah yang sangat tawadhu, KH AR Fachruddin. “Pak AR adalah pribadi panutanku. Sederhana, peduli orang miskin, tidak gila jabatan, dan membangun persaudaraan antarumat,” ungkap Agus. Nilai-nilai ini pula yang dipegang teguh Agus hingga akhir hayatnya.

(dok rmol)
(dok rmol)

Kepergiannya meninggalkan duka bagi banyak kalangan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut melepas jenazah Agus Eddy Santoso dari RS Harapan Kita Jakarta menuju rumah duka di Jalan Pucung Raya, Bale Kambang, Kramat Jati, Jumat tengah malam. “Kita semua saksi, insyaallah (Agus) husnul khatimah,” ujar Anies. (ribas)

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles