29 C
Yogyakarta
Kamis, Agustus 13, 2020

UMY Fasilitasi Promosi Digital Kerajinan Banjarharjo 1

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Pengabdian, Dosen Manajemen UMY dan Warga Bausasran Adakan Penghijauan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sempitnya lahan tidak menyurutkan keinginan warga RW 11 Bausasran Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta untuk menghijaukan wilayahnya.

Asah Kreativitas, PMM UMM Ajari Anak-Anak Seni Kolase

BLITAR, Suara Muhammadiyah - Kelompok Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang melakukan pengabidan masyarakat dengan mengajari anak-anak membuat kolase. Kegiatan...

Dosen FEB UMY Latih Jamaah Pengajian Membuat Kain Shibori

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk kewajiban dalam Catur Dharma Perguruan Tinggi. Disamping itu pengabdian masyarakat di era...

Semua Siswa Dapat, SMK Mutu Tegal Bagikan Perdana Plus Kuota untuk PJJ

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Bentuk pelayanan selama diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam masa covid 19. SMK MUTU Tegal berikan kartu perdana...

Islam, Alam, dan Tugas Manusia

Alam akan membawa manfaat dan berkah bagi manusia, manakala telah melaksanakan tugasnya terhadap alam, yakni mengembalikan alam ke jalan yang benar. Yakni...
- Advertisement -

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memfasilitasi pengembangan potensi ekonomi masyarakat desa Muntuk, Dlingo, Bantul melalui promosi produk kerajinan yang diintegrasikan dengan potensi wisata. Hal ini disampaikan ketua tim 96 Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMY, Miftahul Fawwaz.

“Dusun Banjarharjo 1 yang menjadi lokasi KKN kami memiliki potensi besar di bidang kerajinan kayu dan bambu dimana banyak warga yang bekerja di sektor ini,” jelas mahasiwa Akuntansi UMY ini, Senin(13/1). Program ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat UMY di Banjarharjo 1 yang dilaksanakan oleh dosen Ilmu Komunikasi UMY, Dr. Fajar Junaedi. Menurut Fajar kegiatan pengabdian ini merupakan implementasi dari catur darma UMY sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Wakhid Widadi, kepala dusun  Banjarharjo 1 mengharapkan agar tim UMY bisa berkelanjutan dalam mempromosikan kerajinan Banjarharjo 1. “Seharusnya program KKN tidak berhenti saat KKN selesai, namun ada keberlanjutannya,” harap Wakhid.

“Banjarharjo 1 bisa dikembangkan menjadi sentra kerajinan yang menyediakan produk kerajinan warga desa Muntuk untuk dijual kepada turis yang datang,” tambahnya. Lokasi Banjarharjo 1 merupakan jalur utama wisatawan dari Mangunan dan Puncak Becici sehingga potensial dikembangkan adanya sentra kerajinan dan promosinya. “Diharapkan dengan sentra produk kerajinan, wisatawan mampir dan membeli produk kerajinan bambu dan kayu dari warga,” imbuh Wakhid.

Produk kerajinan bambu dari Banjarharjo 1 diantaranya diantaranya tampah, tambir, tempat tisu, tempat pensil, gorong-gorong, tudung saji, piring bambu, vas bunga. Selain kerajinan dari bambu ini, Banjarharjo 1 juga merupakan penghasil meja kursi kafe, kitchen set, pintu, jendela dan meja rias.

“Produk kerajinan ini akan kami promosikan melalui digital marketing yaitu website, media sosial dan branding,” jelas Fawwaz tentang metode promosi yang dilakukan tim KKN UMY untuk mendorong kemajuan produk kerajinan di Banjarharjo 1. (riz)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles