Muhammadiyah sebagai Pergerakan yang Mencerdaskan (Pengalaman PCIM Malaysia)

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Menyelamatkan Bangsa dengan Prinsip Kesatuan dan Kebersamaan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Di tengah gonjang-ganjing persoalan penanganan Covid-19 saat ini memang perlu solusi yang tepat dan tegas untuk mampu membendung penyebaran virus...

Tasharuf Lazismu Semarang, Masyarakat Dukung Tim Medis Tangani Corona

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Pemahaman masyarakat yang beragam tentang virus covid-19 atau corona belakangan ini, menimbulkan tindakan yang beragam pula. Ada yang terlihat santai...

Langkah Strategis MCCC Kalsel, Bantu Masyarakat hingga Tenaga Medis

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) Kalimantan Selatan telah jalankan beberapa program di beberapa daerah di Kalimantan Selatan, sejak...

Jenazah Covid-19 Harus Diterima dan Diperlakukan dengan Baik

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pasien yang meninggal akibat Covid-19 harus diperlakukan dengan penghormatan yang baik. Menurut Putusan Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pasien Covid-19 yang...

Menumbuhkan Semangat Berbagi di Tengah Wabah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak virus Corona, Suara Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan berbagi sembako. Kegiatan ini ditunjukkan...
- Advertisement -

Oleh: Sonny Zulhuda
(Ketua PCIM Malaysia)

Bertempat di Sekolah Agama Darul Ehsan, Subang Jaya, Selangor, saya diundang bicara tentang pengalaman dan pendekatan PCIM Malaysia dalam mendorong proses pencerdasan warga dan komunitas di tanah Melayu (Sabtu, 18 Januari 2020).

Acaranya adalah Seminar Internasional tentang Perspektif Pendidikan untuk Pencerdasan Umat l. Hadir sebagai pembicara lain adalah konsultan pendidikan Malaysia Tuan M. Sabir Jamaluddin. Seminar Internasional ini diadakan sekaligus dengan Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) Muhammadiyah Riau.

Audiensinya adalah seluruh pimpinan dan pengurus Muhammadiyah Wilayah Provinsi Riau, termasuk diantaranya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau Bpk Prof. Dr. Nazir Karim, Ketua PWM Riau Abangda Dr. Saidul Amin, dan civitas akademik Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Sdr Dr. Elviandri, M.Hum dan Sdr Raja Desril, SH. MH.

Selain itu hadir juga para pengurus PWM Riau seperti Bang Abu Nawas (Sekretaris), Sdr Anwar Siregar dan Bang Yuslim Se.

Dalam pemaparanku, aku sampaikan bahwa PCIM Malaysia saat ini membina ribuan warga buruh migran yang memiliki motto TKI Berkemajuan. Diantara karakter TKI Berkemajuan adalah mereka berwawasan ilmu.

Ini sejalan dengan misi Muhammadiyah sebagai organisasi yang membebaskan, mencerdaskan dan memberdayakan.

“Berwawasan ilmu” artinya mereka tidak hanya asyik dan senang bekerja, namun selalu berusaha meningkatkan kualitas kerja dan kepribadian dengan ilmu pengetahuan (Al-Mujadilah, 58:11).

Mereka berusaha meningkatkan keahlian masing-masing, dan pada saat yang sama tidak bosan untuk terus belajar. Di PCIM, terbukti aetiap minggu mereka tidak bosan menghadiri majelis ilmu. Enam hari bekerja, minimal satu hari diisi dengan belajar.

Belajar mengaji, belajar menulis, belajar mengatur keuangan, kewirausahaan, kelas fotografi, kelas komputer, literasi medsos – antara kegiatan pembelajaran yang dilalui. Selain itu ada juga kelas bekam dan teknik akupuntur. Bahkan, para aktivis PCIM yang lulus mendapatkan sertifikasi resmi untuk menjalankan pengobatan teknik tusuk jarum khas Korea sehingga bisa menjadi sumber pendapatan sampingan. Mencerdaskan sekaligus memberdayakan!

Itulah TKI yang berwawasan ilmu – TKI berkemajuan. Sebuah refleksi gerakan Pencerdasan di PCIM Malaysia.

- Advertisement -

More articles