Manfaat Memelihara Binatang

Dok The Independent

Assalamu’alaikum wr wb.

Ibu Emmy yth, saya (30 tahun) ibu dari dua orang putra, yang pertama (6 tahun) dan kedua (4 tahun). Mereka sangat menyukai berbagai macam hewan peliharaan. Dulu, sewaktu umur 3 tahun pernah “hilang” dari pagi sampai siang baru ketemu di rumah tetangga RT sebelah, karena mengikuti kucing yang ternyata milik tetangga.

Anak-anak ingin memelihara kucing atau burung, tapi karena rumah kami sempit, kami tidak mengijinkan. Mengingat bahaya dari bulu dan kotorannya. Kami tidak bisa menolak ketika mereka minta memelihara ikan. Akhirnya, kami mengabulkannya. Yang ingin saya tanyakan apa saja manfaar memelihara binatang, supaya kami lebih mantap dalam menyenangkan anak-anak kami lewat binatang peliharaannya? Jazakumullah atas jawabannya.

Wassalamu’alaikum wr wb.

Bu Dewi, di Jogja

Wa’alaikumsalam wr wb.

Bu Dewi yth, wajar dan umum bila anak mengagumi binatang. Tidak peduli apakah tokoh-tokoh binatang yang diceritakan di komik, film ataupun yang mereka lihat langsung baik di rumah, kebun binatang atau di peternakan. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak memperoleh pelajaran yang berharga dari interaksinya dengan binatang. Bahkan, bila ikatan yang berkembang antara anak dan binatang peliharaannya sangat dalam bisa seperti ikatan emosional yang terjadi antara mereka dengan orang-orang terdekatnya.

Banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari memelihara binatang. Dengan memelihara binatang peliharaan di rumah, berarti ibu mengajak anak untuk mengenal lingkungan kehidupan binatang dalam kehidupannya sehari-hari. Seperti pelajaran biologi sehari-hari.

Hewan peliharaan memberikan kesempatan langsung bagi anak untuk mempelajari secara dekat bagaimana ciptaan Allah bergerak, melihat, mencium bahkan merasakan. Anak juga bisa mengenal berbagai macam binatang.

Selain itu, hewan peliharaan dapat membantu anak belajar tentang empati. Ketika lahir, pada diri anak tidak otomatis dilengkapi kemampuan melihat dan merasa dari perspektif orang lain. Dengan mengamati binatang yang cara makan, bergerak, dan berkomunikasi sangat berbeda dengan manusia, anak bisa belajar ke’aku’annya dari perspektif binatang. Saat-saat yang unik ini juga bisa memberi kesempatan pada anak untuk melihat dunia dari kacamata binatang. Bila anak bisa empati pada binatang biasanya akan menumbuhkan kesadaran yang lebih baik untuk memperhatikan kesejahteraan binatang. Anak-anak yang mengerti perilaku dan kebutuhan binatang akan membuat anak lebih peka terhadap kebutuhan manusia (tentu dengan bantuan ibu). Dengan kata lain, binatang peliharaan dapat mengasah kepekaan anak terhadap pertemanan, dukungan, dan cinta.

Karena binatang peliharaan selalu siap memberi perhatian dan tidak pernah menolak untuk diberi perhatian, bahkan selalu menyenangkan maka tidak heran bila anak melihat binatang peliharaan mereka sebagai pemberi semangat.

Memiliki binatang piaraan juga memberi kesempatan anak untuk merawat dan menjaga. Sehingga di saat mereka tumbuh berkembang, anak-anak akan peka terhadap cara merawat dan memelihara orang lain. Akar keterampilan mengasuh terbentuk semasa anak-anak, di mana pada saat anak mengamati, belajar, dan mencoba mengasuh. Bila anak memberi makan pada piaraannya, mengobatinya di saat sakit, maka akar mengasuh sudah mulai tertanam. Di sini, anak laki-laki juga bisa belajar soal pengasuhan. Hal ini penting, karena kesempatan anak lelaki untuk mengasah keterampilan mengasuh lebih sedikit dibanding anak perempuan. Merawat binatang piaraan merupakan latihan yang kuat terhadar gender yang netral.

Yang penting untuk diperhatikan bila ibu mempunyai binatang piaraan adalah jangan biarkan balita bersama binatang piaraan tanpa Anda.

  • Pastikan Anda dan anak mencuci tangan dengan air dan sabun sesudah memegang binatang.
  • Ajarkan pada anak saat yang tepat untuk bermain dengan binatang piaraannya.
  • Ajarkan pula cara memperlakukan binatang piaraannya dengan tepat.
  • Tingkatkan tanggung jawab anak dalam memelihara binatang, meski Anda yang utama.

Semoga informasi di atas bisa membuat ibu semakin yakin bahwa ibu tidak salah memberi ijin anak untuk memelihara binatang di rumah.

Kami membuka rubrik tanya jawab masalah keluarga. Pembaca bisa mengutarakan persoalan dengan mengajukan pertanyaan. Pengasuh rubrik ini, Emmy Wahyuni, SPsi. seorang pakar psikologi, dengan senang hati akan menjawabnya

Artikel ini pernah dimuat di Majalah SM Edisi 19 Tahun 2015