Memaksimalkan Semua Sumber Dana dan Jaringan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Ucapan dan Harapan Berbagai Tokoh pada Milad ke-55 UMP

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), di 2020 ini, telah genap berusia 55 tahun sejak resmi didirikan pada 5 April 1965. Sejumlah...

Mushola Ranting Muhammadiyah Tirtonirmolo Lakukan Sosialisasi dan Salurkan Bantuan Wabah Covid-19

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah– Mushola Babul Khoir yang dikelola oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tirtonirmolo turut terlibat dalam pencegahan...

Aliansi BEM DKI: UMJ Tidak Ikut Terlibat, UHAMKA Klarifikasi Informasi yang Beredar

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Seiring dengan beredarnya kabar di media mengenai Konferensi Pers yang bertajuk “COVID-19: Lockdown, Solusi atau Politisasi,” secara tegas BEM Universitas Muhammadiyah...

7 Film tentang Muhammadiyah dan Tokohnya

Suara Muhammadiyah - Siapa tak kenal Muhammadiyah. Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia bahkan di dunia Muhammadiyah telah dan terus...

Gerakan Ta’awun Sosial PCA Gondomanan Yogyakarta

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Gerakan ta'awun sosial Aisyiyah terus dilakukan dalam kondisi darurat wabah Korona atau Covid-19. Dalam kondisi seperti ini salah...
- Advertisement -

Judul Buku         : Strategi Penggalangan Dana dan Pengembangan Jaringan Cabang dan Ranting Muhammadiyah

Penulis                : Ahmad Sarkawi, dkk

Penerbit              : Suara Muhammadiyah

Cetakan               : I,  Oktober 2017

Tebal dan Ukuran: xii +78 hlm, 11 x 15 cm

Sejak awal didirikan, sifat gerakan Muhammadiyah dalam melaksanakan aktivitas dakwahnya membutuhkan dukungan dana yang besar. Dana dakwah tersebut didapat dari sumbangan dan bantuan anggota, simpatisan dan pihak-pihak yang tertarik terhadap dakwah Muhammadiyah. Oleh sebab itu, masih sering kita dengar dari para sesepuh atau orang tua kita bahwa para pimpinan Muhammadiyah dahulu rela mengorbankan hartanya untuk membiayai program-program Muhammadiyah.

Cerita yang terkenal adalah ketika Kiai Haji Ahmad Dahlan memukul kentongan di rumahnya, sehingga warga Kauman berkumpul di rumahnya dan kemudian Kiai memberitahu bahwa dirinya berniat melelang barang-barang pribadinya untuk membiayai operasional sekolah Muhammadiyah. Ada juga cerita bagaimana para saudagar batik di Yogyakarta yang tertarik dengan gerakan Muhammadiyah akhirnya menyerahkan harta bendanya untuk menyokong gerakan Muhammadiyah.

Walaupun sudah berumur lebih dari satu abad, sikap rela berkorban pimpinan dan anggota Muhammadiyah, serta kedermawanan para simpatisan dan pihak-pihak yang tertarik dengan dakwah Muhammadiyah masih banyak kita jumpai di setiap kegiatan Muhammadiyah di seluruh pelosok Indonesia. Masih sering kita dengar cerita para pimpinan Muhammadiyah di semua lini yang menjual atau menggadaikan hartanya dengan tujuan agar pembangunan amal usaha pendidikan ataupun kesehatan dapat terus berlangsung.

Dukungan dana untuk dakwah Muhammadiyah saat ini telah meluas tidak hanya berasal dari donasi anggota, simpatisan, dan pihak-pihak yang tertarik dengan dakwah Muhammadiyah saja. Pendanaan dakwah Muhammadiyah saat ini telah berkembang melalui sumbangan dana dari ribuan amal usaha yang berbentuk pendidikan, pelayanan kesehatan, amal usaha ekonomi, dan amal usaha lainnya yang secara rutin membantu dalam menggerakkan program-program kegiatan Muhammadiyah.

Walaupun dukungan dana telah berkembang sedemikian rupa ternyata jumlahnya belum cukup untuk mendanai program dan kegiatan dakwah Muhammadiyah. Bisa dilihat dengan berbagai program dan kegiatan dakwah di Daerah, Cabang, dan Ranting yang belum berjalan dengan optimal, karena kurangnya dukungan dana. Persyarikatan Muhammadiyah ini, pada semua level, masih membutuhkan dukungan dana yang besar agar dapat melaksanakan misi persyarikatan dengan baik, yakni untuk menegakkan dan menjunjung  tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhoi Allah SwT.

Tetapi tidak semua lini organisasi, khususnya Cabang dan Ranting Muhammadiyah, mampu mengembangkan  strategi pengembangan dana dan pengembangan jejaring dalam rangka mengawal pelaksanaan program-programnya. Oleh karena itu buku ini disusun untuk membantu Cabang dan Ranting meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya dalam rangka mengembangkan strategi penggalangan dana dan mengembangkan jejaring organisasi. (Imron Nasri)

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles