obrolan_cendekia
Dok Arif/SM
Dok Arif/SM
Berita

Revitalisasi Hutan, KKN 36 UMM Tanam Seribu Pohon

TULUNGAGUNG, Suara Muhammadiyah – Point pokok pengabdian bagi kelompok kkn 36 UMM adalah peninggalan nyata dalam jangka panjang, maka kami melihat secara menyeluruh  apa yang sangat dibutuhkan oleh desa dan mempunyai pengaruh dampak panjang bagi desa secara berkelanjutan. Maka dengan itu KKN 36 UMM mencetuskan perlunya ada reboisasi terhadap hutan mengingat pemanasan global yang semakin parah, menyebabkan dampak yang sangat buruk bagi lingkungan. baik bagi Indonesia secara umumnya dan desa Campurdarat sendiri secara khususnya.

Dengan begitu KKN 36 mengusung pentingnya revitalisasi hutan, agar dapat meningkatkan penjagaan alam oleh masyarakat desa sekitar sendiri sebagai pengawal hutan tersebut nantinya. Proses reboisasi untuk revitalisasi ini juga dilakukan dengan bekerja sama di beberapa institusi pendidikan seperti Madrasah Ibtidaiyah Ma’dinul Ulum, SMP-N 2 Campur Darat dan SD-N 5 Campur Darat.

Sesuai dengan tujuan UMM sendiri yang juga mengedepankan program go-green didalam proses pelaksanaan pengajaran dalam dunia kampus. KKN 36 juga mekakukannya dengan mengupayakan penanaman “1000” pohon di berbagai tempat di desa campur darat, tulung agung. Pelaksanaan program ini disambut hangat oleh warga desa dan didukung penuh oleh perangkat desa, Babinsa, Babinkaptipnas tiap kecamatan. Dosen pendamping lapang sabagai pengarah, syariful alam juga mengatakan “ini akan memberikan kebermanfaatan jangka panjang, dan sangat menjanjikan melihat hasil yang akan didapatkan oleh warga sekitar nantinya”. Pohon yang ditanam berupa sengon dan mangga pisang sebagai jenis mangga variatif baru.

Reboisasi hutan ini dilakukan dalam 2 hari, tepatnya Ahad dan Senin (9-10/2) yang dijalankan bersama warga sekitar sebagai bentuk rasa mejaga hutan secara bersama dan seksama. Kordinator desa Ardilla Rizki megutarakan, “maksud adanya kegiatan ini sebagai bentuk peninggalan dari mahasiswa UMM untuk desa Campur Darat agar mempunyai dampak yang baik bagi ekosistem alam”. Prospek kedepannya agar warga juga sadar akan pentingnya menjaga alam dan merawat secara berkelanjutan untuk kebaikan bersama di masa yang akan datang. (Riz)