24 C
Yogyakarta
Rabu, Desember 2, 2020

Pertama di Kendal, Seminar dan Lokakarya LPB PDM undang LPBI NU

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Silaturrahim Kebangsaan Kepala BNPT dengan Muhammadiyah Sumut dan UMSU

MEDAN, Suara Muhammadiyah  –  Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Republik Indonesia menggelar “Silaturrahim Kebangsaan” dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara dan Civitas...

Masa Pandemi, Sekolah Muhammadiyah Gresik Tetap Berlakukan Pembelajaran Daring

GRESIK, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik tetap memberlakukan pembelajaran dalam jaringan (daring/online) di masa pandemi dan melarang sekolah...

Membanggakan, MM Kine Club UMY Juara Pertama Festival Film Mahasiswa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menorehkan prestasi gemilang. Melalui Muhammadiyah Multimedia Kine Klub (MM Kine Klub) yang menyabet...

Nadiem Makarim: Muhammadiyah Teladan dalam bidang Pendidikan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim, MBA turut menghadiri resepsi virtual milad ke-102 Madrasah Mu’allimaat...

Wisuda Angkatan Kedua STKIP Muhammadiyah Kalabahi Diapresiasi

ALOR, Suara Muhammadiyah - STKIP Muhammadiyah Kalabahi melaksanakan agenda Wisuda Strata Satu (S-1) untuk Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Pendidikan...
- Advertisement -

KENDAL, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal (PDM) melalui Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) beberapa waktu lalu menyelenggarakan seminar dan lokakarya Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kegiatan tersebut berlangsung di SMK Muhammadiyah 3 Weleri, diikuti oleh 85 peserta dan dibuka langsung oleh wakil ketua PDM Kendal, Koordinator Bidang Penanggulangan Bencana, H Mohamad Zabidi.

Zabidi mengatakan, bencana terbagi dalam dua hal, yaitu bencana alam, dan bencana non alam.

“Bencana alam terjadi yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor,” katanya.

Adapun bencana non alam menurutnya, bencana yang biasanya di akibatkan oleh manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Beliau menyebutkan, salah satu bencana non alam yang sekarang melanda di Negara Tiongkok adalah penyakit Corona.

Zabidi berharap, melalui kegiatan seminar dan lokakarya SPAB seluruh peserta mampu mensikapi dengan kesiapan dalam menghadapi bencana alam maupun non alam.

Sementara itu Ketua LPB PDM Kendal, Moh Hafiedz, mengatakan kegiatan seminar dan lokakarya SPAB adalah yang pertama di Kab Kendal dan diikuti oleh utusan dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan se-Kabupaten Kendal.

“Kami juga mengundang lembaga lain yang peduli dengan kebencanaan, antara lain Forum Relawan Kendal (BPBD Kendal), dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdhatul ‘Ulama’ (NU) Kendal,” kata Hafiedz.

Kegiatan tersebut menurutnya dimaksudkan untuk memperkokoh satuan pendidikan terhadap bencana di setiap sekolah Muhammadiyah.

Sedangkan ketua panitia, Abdul Malik menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan beberapa nara sumber terkait dengan kebencanaan yang sesuai dengan kompetensinya, yaitu Kenapa Harus Ada SPAM yang disampaikan oleh sekretaris Muhammadiyah Disaster Managemen Centre Arif Nurkholis, serta Potensi Bencana di Kabupaten Kendal oleh ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal Sigit Sulistyo. Sedangkan Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal diberi kepercayaan untuk menyampaikan materi Implementasi SPAB di Kabupaten Kendal.

“Kami juga minta ke LPB PWM Jateng, Naibul Umam Eko Sakti untuk menyampaikan materi Kajian dan Pemetaan Resiko Bencana Sekolah,” ujar Abdul Malik.

“Sedangkan untuk pendanaan kebencanaan kami melibatkan Lazismu Daerah Kendal, dengan harapan ada kebijakan di sekolah-sekolah Muhammadiyah Kendal terdapat Bulan Dana Kebencanaan,” pungkasnya. (Gofur/Riz)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -