Perwakilan Aisyiyah dampingi Menlu dalam Kerjasama Pemberdayaan Perempuan Afghanistan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

MHH PWM Sumut Kutuk Keras Pelaku Teror yang Catut Muhammadiyah Klaten

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Propinsi Sumatera Utara (MHH PWM Sumut) mengutuk keras tindakan teror dan...

MCCC Sumut Genjot Bantuan Edukasi

MEDAN, Suara Muhammadiyah - MCCC Sumatera Utara terus menggenjot kegiatan penyaluran bantuan dan edukasi. Berbagai upaya terus dilakukan agar upaya penghentian pandemi...

Haedar Nashir: Buya Syafii Tokoh Spesial Muhammadiyah dan Bangsa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka Tahniah 85 tahun Buya Ahmad Syafii Maarif yang bertepatan pada tanggal 31 Mei 2020, Ketua Umum...

Perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia: Rokok dan Corona

Setiap tanggal 31 Mei, masyarakat global selalu memperingati hari tanpa tembakau sedunia setiap tahunnya. Istilah sederhananya, warga +62 menyebutnya dengan ‘hari bebas...

Kak Seto: Indonesia Dibekap Covid-19, Disekap Bahaya Rokok

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Seto Mulyadi dari Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia ikut menyampaikan pidato pada agenda Gelar Budaya Amal Muhammadiyah, Sabtu...
- Advertisement -

KABUL, Suara Muhammadiyah-Wakil Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana PP Aisyiyah yang juga Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Dr Rahmawati Husein, mendampingi Menteri Luar Negeri RI Retno P Marsudi melakukan kunjungan ke Kabul, Afghanistan, pada 29 Februari hingga 2 Maret 2020.

Kunjungan tersebut diadakan dalam rangka peresmian kerjasama perempuan Afghanistan dan Indonesia dalam pemberdayaan kaum perempuan Afghanistan (AIWSN – Afghanistan Indonesia Women Solidarity Network) paska penandatangan pemerintah AS dengan kelompok Taliban tentang penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

AIWSN beranggotakan 6 orang tokoh perempuan Indonesia dan 7 tokoh perempuan Afghanistan. Dalam pertemuan tersebut, Rahmawati Husein yang juga dosen Ilmu Pemerintahan UMY bersama 5 tokoh perempuan Indonesia lainnya melakukan diskusi tentang masalah pemberdayaan perempuan serta rencana aksi yang akan dilakukan paska dibentuknya jaringan kerjasama tersebut.

Pemerintah RI melalui Kementrian Luar Negeri dan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan  Perlindungan Anak mendukung sepenuhnya upaya aksi pemberdayaan perempuan Afghanistan tersebut.

Pada pertemuan yang dilakukan pada tanggal 29 malam dan 1 Maret tersebut, diputuskan sasaran aksi di bidang pendidikan, kesehatan, dan keagamaan. Diharapkan ulama Taliban dapat mengambil contoh ulama Indonesia dalam mengintepretasikan status dan kedudukan perempuan dalam Islam khususnya di bidang pendidikan dan keluarga berencana karena masih tingginya angka kelahiran yang menyebabkan tinggi pula angka kematian ibu dan anak di Afghanistan. Di samping itu, tingkat buta huruf di Afghan juga termasuk yang paling tinggi di dunia.

WhatsApp Image 2020-03-03 at 10.17.33

Pertemuan tersebut diharapkan membuka ada peta jalan untuk melakukan upaya riil di Afghanistan. Rahmawati memberikan contoh pengalaman Muhammadiyah/Aisyiyah dalam bidang pendidikan dan kesehatan kepemimpinan perempuan pada umumnya serta mengusulkan 5 strategi implementasi melalui perubahan kebijakan atau aturan, identifikasi para pihak yang mendukung serta dapat menjalankan program di berbagai tingkatan, penyediaan anggaran baik dari pemerintah dan melalui keterlibatan masyarakat, pengorganisasian atau institusionalisasi program untuk menjamin keberlanjutan serta peningkatan kapasitas, baik kapaistas lembaga/organisasi maupun kapasitas individu, sehingga program tidak lagi menjadi daftar keinginan tetapi dapat dan mudah dijalankan.

Rahmawati Husein juga menyampaikan perlunya penguatan organisasi perempuan Afghan dan penguatan jaringan organisasi masyarakat sipil untuk melakukan advokasi terus menerus untuk perubahan yang lebih baik dan berkelanjutan. (ed rbs)

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -