Presiden Jokowi akan Buka Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

MHH PWM Sumut Kutuk Keras Pelaku Teror yang Catut Muhammadiyah Klaten

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Propinsi Sumatera Utara (MHH PWM Sumut) mengutuk keras tindakan teror dan...

MCCC Sumut Genjot Bantuan Edukasi

MEDAN, Suara Muhammadiyah - MCCC Sumatera Utara terus menggenjot kegiatan penyaluran bantuan dan edukasi. Berbagai upaya terus dilakukan agar upaya penghentian pandemi...

Haedar Nashir: Buya Syafii Tokoh Spesial Muhammadiyah dan Bangsa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka Tahniah 85 tahun Buya Ahmad Syafii Maarif yang bertepatan pada tanggal 31 Mei 2020, Ketua Umum...

Perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia: Rokok dan Corona

Setiap tanggal 31 Mei, masyarakat global selalu memperingati hari tanpa tembakau sedunia setiap tahunnya. Istilah sederhananya, warga +62 menyebutnya dengan ‘hari bebas...

Kak Seto: Indonesia Dibekap Covid-19, Disekap Bahaya Rokok

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Seto Mulyadi dari Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia ikut menyampaikan pidato pada agenda Gelar Budaya Amal Muhammadiyah, Sabtu...
- Advertisement -

JAKARTA, Suara Muhammadiyah-Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Ketua Umum PP Asiyiyah Siti Noordjannah Djohantini bersama jajaran pimpinan pusat lainnya bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, 2 Maret 2020. Presiden Jokowi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan diundang khusus untuk membuka gelaran muktamar yang akan diselenggarakan di Surakarta, Jawa Tengah, pada 1-5 Juli 2020.

Haedar Nashir dan Noodjannah Djohantini didampingi anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah-Aisyiyah lainnya, antara lain Abdul Mu’ti, Anwar Abbas, Syafiq A Mughni, Suyatno, Agus Taufiqurrahman, Agung Danarto, Latifah Iskandar, dan lain sebagainya. Sementara Presiden Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Agama Fachrul Razi.

“Kami silaturahim kepada Bapak Presiden untuk keperluan utama meminta kehadiran sekaligus memohon kehadiran dan juga menyampaikan amanat sekaligus membuka acara Muktamar Muhammadiyah dan Aisiyah ke-48 pada 1-5 Juli 2020 di Surakarta,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah usai pertemuan. Kepala negara menyatakan kesediaan untuk hadir. “ Insyaallah, Pak Presiden bersama ibu akan hadir membuka muktamar ini.”

Muktamar Muhammadiyah ke-48 mengusung tema “Memajukan Indonesia dan Mencerahkan Semesta” dan Muktamar ‘Asiyiyah mengetengahkan tema “Perempuan Berkemajuan Mencerahkan Kehidupan Bangsa”.

Melalui gelaran musyawarah tertinggi tersebut, Muhammadiyah bersama dengan Aisyiyah berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan dan pemajuan bangsa. Pendidikan dan kesehatan menjadi sektor unggulan Muhammadiyah melalui institusi yang tersebar di seluruh Indonesia. “Kami tetap komitmen, Muhammadiyah untuk terus berikhtiar secara maksimal memajukan bangsa kita termasuk tentu di bidang kesehatan, pelayanan sosial dan pendidikan yang menjadi leading sector kami,” tutur Haedar.

Melalui muktamar tahun ini, ungkap Haedar, Muhammadiyah akan meluaskan peran dan gerakan amalnya untuk mencerahkan semesta. “Dan insyaallah ke depan kami akan fokus pada membangun pusat-pusat keunggulan dan kekuatan ekonomi karena bangsa ini tentu harus bersaing dengan bangsa lain jika kekuatan ekonominya juga mampu bersaing. Itu hal pokok kami,” tukas Haedar Nashir.

Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini menyatakan bahwa muktamar tahun ini akan dihadiri 3.000 orang peserta inti untuk Muhammadiyah dan 2.500 orang peserta untuk muktamar Aisyiyah. Adapun peserta penggembira yang ikut meramaikan rangkaian acara selama 1-5 Juli 2020 ini diperkirakan mencapai 1,5 juta orang dari seluruh Indonesia.

Di abad kedua, Aisyiyah ingin mengokohkan diri sebagai pelopor gerakan perempuan berkemajuan. “Concern kami ingin terus memajukan perempuan Indonesia agar dengan kemajuan perempuan Indonesia, bangsa semakin kuat dan keadaban, bangsa ditegakkan, dan juga tentu ketahanan keluarga maupun juga kekuatan bangsa, dikontribusikan oleh perempuan Indonesia,” tutur Siti Noordjannah Djohantini. (ribas)

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -