32 C
Yogyakarta
Senin, Juli 13, 2020

Muhammadiyah Adalah Islam Berkemajuan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Kemenag: Tidak Ada Agenda Penghapusan Bahasa Arab dan PAI Di Madrasah

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama A Umar memastikan tidak ada penghapusan mata pelajaran...

AS Berikan Sanksi pada Anggota Partai Komunis China terkait Penahanan Muslim Uighur

Suara Muhammadiyah – Amerika Serikat pada Kamis (9/7) telah memberlakukan sanksi terhadap salah seorang politisi China, Chen Quangguo, beserta tiga pejabat senior...

Disambut Haru Keluarga, UMY Umumkan Penerima Beasiswa Dokter Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mengumumkan penerima Beasiswa Dokter Muhammadiyah. Pengumuman disampaikan Rektor UMY Dr Gunawan Budiyanto, MP...

Spirit Baru Suara ‘Aisyiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rentang perjalanan yang sangat panjang Aisyiyah bersama Suara Aisyiyah telah menunjukkan jati dirinya sebagai gerakan perempuan Islam...

Idul Adha ala Muhammadiyah di Masa Pandemi Covid-19

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan Pengajian Umum via Zoom bertema “Idul Adha di Masa Pandemi Covid-19” pada 10 Juli 2020. Pengajian...
- Advertisement -

Judul Buku : Muhammadiyah Berkemajuan: Pergeseran dari Puritanisme ke Kosmopolitanisme

Penulis : Ahmad Najib Burhani, PhD

Tebal Buku : 216 halaman

Cetakan : Pertama, Oktober, 2016

Penerbit : Mizan, Bandung.

Masyarakat sering melekatkan paradigma mengenai suatu hal, di mana paradigma itu kemudian menjadi identitas. Ahmad Najib Burhani menyontohkan Islam Modernis, Islam Reformis, Islam Puritan, Islam Progresif, Islam Murni, dan Islam Moderat dalam buku ini. Beberapa merupakan sematan identitas terhadap Muhammadiyah. Dan Islam Berkemajuan adalah jawaban terhadap berbagai sematan identitas tersebut. Islam Berkemajuan adalah penegasan arah gerak Persyarikatan.

Perkembangan IPTEK menguji kemampuan kita menghadapi tantangan global. Sementara di sisi lain, kita belum juga tuntas menjawab persoalan kemanusiaan. Kelompok yang termarjinalkan semakin tersudut dalam bingkai kemajuan zaman. Maka Muhammadiyah mengenalkan kembali identitas berkemajuannya: menegaskan amal geraknya. Tujuannya demi Islam rahmatan lil ‘alamin dalam rangka menjawab berbagai persoalan kemanusiaan dan tantangan global sekaligus.

Buku ini memberikan penegasan bahwa Islam Berkemajuan adalah bentuk upaya menyelesaikan problematika kekinian. Melahirkan ide, gagasan, dan cara pandang yang luas dan jauh ke depan. Berkemajuan tidak memandang ras, suku, maupun agama, melainkan lebih untuk memakmurkan seluruh rakyat Indonesia, tanpa ada yang dimarjinalkan. Inilah kosmopolitanisme Muhammadiyah.

Kunci Muhammadiyah dalam menjawab persoalan kemanusiaan adalah dengan pembinaan. Amal usaha Muhammadiyah menjembatani tercapainya tujuan pembinaan tersebut, yang sasarannya terutama adalah kaum marjinal, seperti PSK, kaum difabel, dan dhu’afa, agar mereka tidak terkucil. Strategi Islam Berkemajuan adalah menekankan pada Islam sebagai rahmat bagi semesta, tanpa terkecuali.

Selain itu, termasuk dalam strategi Islam Berkemajuan adalah internasionalisasi, sebagai upaya menjawab tantangan global. Selain mendirikan PCIM di beberapa negara, langkah strategis lainnya adalah mengenalkan Muhammadiyah di forum-forum Internasional, menawarkan objek riset Muhammadiyah ke peneliti, dan kerjasama luar negeri.

Islam Berkemajuan, dengan demikian, lebih menyeluruh dalam implementasi Islam rahmatan lil ‘alamin. Tanpa cara pandang konservatif, Islam Berkemajuan mengharapkan Indonesia yang modern dan mampu bersaing dalam dunia global sekaligus mampu merangkul kaum marjinal agar sama-sama berdiri tegak. Tidak hanya bicara kepentingan Islam, melainkan seluruh rakyat Indonesia.

Chandra Mahardika Putri Dewanti, PK IMM Azhar Basyir Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta

Artikel ini pernah dimuat di Majalah SM Edisi 8 Tahun 2017

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles