Nabi Isa AS (1)

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Majalah Suara Muhammadiyah Kembali

https://www.youtube.com/watch?v=aVUV2i1xMD0 YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dua bulan ternyata terlalu lama untuk ditunggu, ketika setiap hari hanya menumpuk...

Teliti Parenting Kecerdasan Majemuk, Dosen Unmuh Ponorogo Raih Gelar Doktor

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Anak adalah amanah Allah SWT yang wajib dijaga dan diasuh dengan sebaik-baiknya. Sejak pertama kali dilahirkan seorang anak...

Rektor UNMUHA: PTMA Harus Punya Branding yang Kuat

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah – Unmuha adalah salah satu perguruan tinggi yang merupakan penyumbang pemikiran pendidikan di Indonesia. Universitas Muhammadiyah Aceh memproritaskan...

Saatnya Melangkah Berjamaah

Sudah lelah kita berwacana…Sudah lelah kita berdebat……Sudah lelah kita saling bersaing antar sesama…..Sudah lelah kita saling bermain sendiri-sendiri… KINI...

Lima Poin Pernyataan PP Muhammadiyah terkait New Normal

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan sikap terkait dengan pemberlakuan New Normal. Berbagai pemberitaan dan pernyataan Pemerintah tentang “new...
- Advertisement -

Oleh : Yunahar Ilyas     

Nama Nabi Isa ‘alaihi as-salâm disebut dalam Al-Qur’an sebanyak 25 kali, Al-Masih 11 kali, Ibn Maryam 23 kali. Nama Isa disebut dalam Surat Al-Baqarah ayat 87, 136, dan 253; Ali Imran 45, 52, 55, 59 dan 84; An-Nisa 157, 163 dan 171; Al-Maidah 46, 78, 110, 112, 114 dan 116; Al-An’am 85; Maryam 34; Al-Ahzab 7; Asy-Syura 13; Az-Zukhruf 63; Al-Hadid 27 dan Ash-Shaf 6 dan 14.

Nama Al-Masih disebut dalam Surat Ali Imran ayat 45;  An-Nisa’ 157. 171 dan 172; Al-Maidah 17 dua kali, ayat 72 dua kali dan ayat 75 satu kali; dan At-Taubah 30 dan 31.

Nama Ibn Maryam disebut dalam Surat Al-Baqarah ayat 87 dan 253; Ali Imran 45; An-Nisa’ 157 dan 171; Al-Maidah 17 dua kali, dan masig-masing satu kali pada ayat 46, 72, 75, 78, 110, 112,114 dan 116; At-Taubah 31; Maryam 34; Al-Mukminun 50; Al-Ahzab 7; Az-Zukhruf 57, Al-Hadid 27; dan Ash-Shaf 6 dan 14.

Nama Nabi Isa disebut dalam beberapa versi, pertama disebut Isa, kedua Ibn Maryam, ketiga al-Masih, keempat  Isa ibn Maryam, kelima yang paling lengkap al-Masih Isa ibn Maryam.

Disebut pertama kali dalam Mushaf pada Surat Al-Baqarah ayat 87. Allah SWT berfirman:

وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ وَقَفَّيۡنَا مِنۢ بَعۡدِهِۦ بِٱلرُّسُلِۖ وَءَاتَيۡنَا عِيسَى ٱبۡنَ مَرۡيَمَ ٱلۡبَيِّنَٰتِ وَأَيَّدۡنَٰهُ بِرُوحِ ٱلۡقُدُسِۗ أَفَكُلَّمَا جَآءَكُمۡ رَسُولُۢ بِمَا لَا تَهۡوَىٰٓ أَنفُسُكُمُ ٱسۡتَكۡبَرۡتُمۡ فَفَرِيقٗا كَذَّبۡتُمۡ وَفَرِيقٗا تَقۡتُلُونَ    

“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah Setiap datang kepadamu seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; Maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh? (Q.S. Al-Baqarah 2: 87)

Dalam ayat di atas Allah SWT telah memberikan beberapa mukjizat kepada Nabi Isa AS, salah satunya adalah  penciptaan Nabi Isa tanpa bapak. Tetapi melalui tiupan Ruhul Qudus kepada Maryam. Menurut jumhur mufassir, Ruhul Qudus itu adalah Jibril AS.

Penciptaan Isa AS sama-sama luar biasa seperti penciptaan Adam. Kalau Adam diciptakan tanpa bapak dan ibu, maka Isa diciptakan tanpa bapak. Allah SWT berfirman:

إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ ٱللَّهِ كَمَثَلِ ءَادَمَۖ خَلَقَهُۥ مِن تُرَابٖ ثُمَّ قَالَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam.  Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), Maka jadilah Dia. (Q. S. Ali Imran 3: 59)

Penciptaan ‘Isa AS

Dengan merujuk kepada beberapa ayat Al-Qur’an, penciptaan manusia dapat dikategorikan kepada empat macam cara: (1) Diciptakan dari tanah (penciptaan Nabi Adam AS); (2) Diciptakan dari (tulang rusuk) Adam (penciptaan Hawa); (3) Diciptakan melalui seorang ibu dengan proses kehamilan tanpa ayah secara biologis (penciptan nabi ‘Isa AS); dan (4) Diciptakan melalui kehamilan dengan adanya ayah secara biologis dan hukum, atau minimal secara biologis semata (penciptaan manusia selain Adam, Hawa dan ‘Isa). (Yunahar Ilyas, Kesetaraan Gender daam Al-Quran, hlm. 115)

Sebagaimana yang sudah disebutkan pada Kisah Nabi Zakariya AS, Maryam puteri Imran diasuh dan dididik  di lingkungan yang baik, oleh pendidik yang baik, maka dia tumbuh dengan baik,walaupun tidak diasuh oleh orang tua kandungnya sendiri. Maryam tumbuh menjadi gadis kecil yang taat dan kuat imannya.

Allah SWT memberikan karamah kepada Maryam. Tatkala masa sulit mendapatkan makanan, beberapa kali Zakariya menemukan di Mihrab sudah tersedia makanan. Zakariya heran dari mana makanan itu datang. Tatkala ditanyakan kepada Maryam dia menjawabnya dengan bahasa Iman: “Makanan itu dari sisi Allah”. Memang Allah SWT memberikan rezki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.

Tidak dijelaskan sampai umur berapa Maryam berada di Baitul Maqdis dibawah asuhan Nabi Zakariya. Tetapi setelah menjadi seorang gadis, Maryam memilih untuk tinggal di sebelah timur Baitul Maqdis, menyendiri di suatu tempat yang diberi tabir agar dia leluasa beribadah kepada Allah SWT, tidak diganggu oleh siapa pun. Sebagian mufassir menyebutkan Maryam tinggal di suatu kampung yang bernama Baitulahmin atau Betlehem. Sampai pada suatu hari Maryam terkejut, karena tiba-tiba di hadapannya suatu berdiri sesosok laki-laki muda. Allah SWT berfirman:

وَٱذۡكُرۡ فِي ٱلۡكِتَٰبِ مَرۡيَمَ إِذِ ٱنتَبَذَتۡ مِنۡ أَهۡلِهَا مَكَانٗا شَرۡقِيّٗا فَٱتَّخَذَتۡ مِن دُونِهِمۡ حِجَابٗا فَأَرۡسَلۡنَآ إِلَيۡهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرٗا سَوِيّٗا قَالَتۡ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِٱلرَّحۡمَٰنِ مِنكَ إِن كُنتَ تَقِيّٗا قَالَ إِنَّمَآ أَنَا۠ رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَٰمٗا زَكِيّٗا قَالَتۡ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَٰمٞ وَلَمۡ يَمۡسَسۡنِي بَشَرٞ وَلَمۡ أَكُ بَغِيّٗا قَالَ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٞۖ وَلِنَجۡعَلَهُۥٓ ءَايَةٗ لِّلنَّاسِ وَرَحۡمَةٗ مِّنَّاۚ وَكَانَ أَمۡرٗا مَّقۡضِيّٗا ۞فَحَمَلَتۡهُ فَٱنتَبَذَتۡ بِهِۦ مَكَانٗا قَصِيّٗا    

16. Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, Yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur. 17. Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. 18. Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”. 19. ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.(Q.S. Maryam 19: 16-22)

Dalam kaget dan keheranannya dengan kedatangan laki-laki yang tidak dikenal itu, Maryam segera memohon perlindungan kepada Allah Yang Maha Rahman. Maryam tidaklah bersangka buruk dengan laki-laki itu, barangkali dia menduga laki-laki itu tersesat masuk ke tempatnya menyendiri. Maryam tidak menyatakan aku berlindung kepada Allah dari kamu jika engkau berniat jahat, justru mengatakan jika engkau seorang yang bertaqwa.

Laki-laki itu segera memberitahu Maryam bahwa dia adalah seorang utusan Tuhan untuk menganugerahkan kepada Maryam seorang anak laki-laki yang suci. Laki-laki itu adalah Malaikat Jibril AS yang menyamar sebagai seorang manusia yang sempurna. (bersambung).

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -