Tasharuf Lazismu Semarang, Masyarakat Dukung Tim Medis Tangani Corona

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Rektor UNMUHA: PTMA Harus Punya Branding yang Kuat

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah – Unmuha adalah salah satu perguruan tinggi yang merupakan penyumbang pemikiran pendidikan di Indonesia. Universitas Muhammadiyah Aceh memproritaskan...

Saatnya Melangkah Berjamaah

Sudah lelah kita berwacana…Sudah lelah kita berdebat……Sudah lelah kita saling bersaing antar sesama…..Sudah lelah kita saling bermain sendiri-sendiri… KINI...

Lima Poin Pernyataan PP Muhammadiyah terkait New Normal

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan sikap terkait dengan pemberlakuan New Normal. Berbagai pemberitaan dan pernyataan Pemerintah tentang “new...

Ikhtiar Perangi Corona, MCCC Bersama Warga hingga Lembaga Mitra

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Wabah Covid-19 telah membawa dampak luas bagi kehidupan warga tidak hanya di Indonesia namun juga dunia secara umum....

Hukum Anak Melihat Aurat Ibu

Pertanyaan: Saya mau bertanya. Salah satu orang yang dapat melihat aurat perempuan adalah anaknya sendiri. Bagaimana hukum seorang anak...
- Advertisement -

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Pemahaman masyarakat yang beragam tentang virus covid-19 atau corona belakangan ini, menimbulkan tindakan yang beragam pula. Ada yang terlihat santai seolah tidak peduli, ada yang takut hingga tidak berani keluar rumah. Belajar di rumah di berlakukan di semua sekolah. Bekerja dari rumah pun dilakukan oleh perusahaan yang memungkinkan.

Faktanya, penyebaran virus corona begitu cepat dan berlipat. Akibatnya, numlah yang terpapar semakin banyak bahkan didalam waktu yang sama. Permasalahannya, dokter dan tim medis terbatas. Sampai-sampai alat kesehatan dan alat pelindung diri (APD) pun sangat terbatas. Semakin hari, pasien terpapar covid-19 di Indonesia semakin bertambah. Kondisi ini membuat tim medis memerlukan bantuan kita bersama.

Untuk memenuhi kebutuhan medis ini, Lazismu Kota Semarang menyerahkan tasharuf dalam program Penanggulangan Covid-19, kepada RS Roemani Muhammadiyah (RSR), Senin (30/3/20).Bertempat di ruang direksi RSR. Tasharuf berupa uang tunai senilai 500 buah APD standar. Hal ini guna mendukung  penanganan pasien covid-19 di RSR.

Tasharuf diserahkan oleh direktur Lazismu dan diterima langsung oleh direktur utama RSR, disaksikan jajaran direksi, komite medik, tim penanggungan covid-19 RSR dan sekretaris lazismu, Marhaeni.

Direktur utama RSR, dr. Sri Mulyani, mengucapkan terimakasih kepada Lazismu berikut muzaki yang telah berpartisipasi membantu tim medis dalam penanganan kasus corona ini. Dirinya mengakui bahwa kebutuhan medis dalam penanganan kasus corona memang spesial dan butuh persiapan matang. Lebih jauh dirinya berharap ke depan terjalin hubungan baik dengan lembaga donor semacam Lazismu dalam menjalankan program kemanusiaan, bukan terbatas saat bencana seperti ini.

Menanggapi hal tersebut, direktur Lazismu kota Semarang, Hasan Pardjojo menyampaikan bahwa sudah menjadi kewajiban Lazismu menyampaikan bantuan dalam kondisi bencana semacam ini. Hasan juga menyampaikan bahwa

kerjasama perlu dibangun, dengan saling memahami kebutuhan dan kompetensi masing-masing. Dia mencontohkan dalam kasus covid sekarang ini, Lazismu memerlukan informasi akurat tentang penanganan covid dari sisi medis.  Informasi ini selanjutnya akan disampaikan kepada masyarakat luas, menggunakan pola sosialisai yang diterapkan Lazismu.

Dengan data yang akurat disertai sistem yang tepat akan membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga berikut koleganya. Tidak lupa Hasan menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para muzaki, munfiq dan donatur yang telah menyalurkan ZIS melalui Lazismu, semoga Allah memberikan balasan yang melimpah, pungkasnya.

Ketua PDM membidangi Kesehatan, dr. Sarwoko, secara terpisah menyampaikan bahwa kebutuhan peralatan medis penanganan pasien covid harus dipersiapkan sebaik mungkin. Spesifikasi alat pelindung diri (APD) medis juga harus sesuai standar. Untuk itu pengadaan peralatan tersebut harus ditangani secara profesional, oleh tenaga yang kompeten dibidangnya. Demikian komentarnya saat menanggapi permasalahan sulitnya mendapatkan APD. “APD harus sesuai standar untuk menjamin keselamatan tim medis,” demikian kata Sarwoko. (CS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -