MCCC, Kontribusi Muhammadiyah Melawan Covid-19

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Rektor UNMUHA: PTMA Harus Punya Branding yang Kuat

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah – Unmuha adalah salah satu perguruan tinggi yang merupakan penyumbang pemikiran pendidikan di Indonesia. Universitas Muhammadiyah Aceh memproritaskan...

Saatnya Melangkah Berjamaah

Sudah lelah kita berwacana…Sudah lelah kita berdebat……Sudah lelah kita saling bersaing antar sesama…..Sudah lelah kita saling bermain sendiri-sendiri… KINI...

Lima Poin Pernyataan PP Muhammadiyah terkait New Normal

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan sikap terkait dengan pemberlakuan New Normal. Berbagai pemberitaan dan pernyataan Pemerintah tentang “new...

Ikhtiar Perangi Corona, MCCC Bersama Warga hingga Lembaga Mitra

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Wabah Covid-19 telah membawa dampak luas bagi kehidupan warga tidak hanya di Indonesia namun juga dunia secara umum....

Hukum Anak Melihat Aurat Ibu

Pertanyaan: Saya mau bertanya. Salah satu orang yang dapat melihat aurat perempuan adalah anaknya sendiri. Bagaimana hukum seorang anak...
- Advertisement -

Pandemi Covid-19 telah mengancam seluruh negara di dunia. Jumlah penyebaran virus yang sangat cepat menuntut semua pihak berupaya untuk mencegah agar tidak semakin banyak orang yang tertular. Tidak hanya pemerintah, kelompok-kelompok masyarakat juga penting untuk terlibat dalam membantu pencegahan penyebaran virus. Ketika wabah ini mulai merambah ke Indonesia, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi masyarakat (ormas) Islam terbesar Indonesia telah siap ikut serta membantu pemerintah pusat untuk menghadapi wabah ini.

Pada tanggal 5 Maret 2020 lalu, Muhammadiyah membentuk tim khusus sebagai pusat koordinasi untuk melakukan program-program pencegahan dan penyembuhan dari virus corona 2019 ini. Nama tim ini ialah Muhammadiyah Covid-19 Command Center atau disingkat MCCC.

Pembentukan tim ini merupakan sebuah tindak lanjut dari penugasan kepada Majelis Pembina Kesehatan  Umum (MPKU) dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) untuk melakukan koordinasi. Tim ini kemudian berisi perwakilan dari ‘Aisyiyah, LAZISMU, Majelis Pendidikan Tinggi dan Penelitian Pengembangan (DIKTILITBANG), Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (DIKDASMEN), Majelis Tabligh, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA), Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TPSM), dan Pemuda Muhammadiyah.

Secara garis besar tugas dari Tim MCCC ini ialah pencegahan yaitu berupa edukasi dan kesehatan masyarakat, mitigasi, pengobatan, dan terakhir psikososial. Terkait dengan edukasi, MCCC berupaya untuk memasifkan informasi-informasi terkait Covid-19 ini ke seluruh lapisan masyarakat. Edukasi ini dilakukan baik secara langsung kepada masyarakat maupun secara online di platform digital.

Terkait edukasi secara langsung pada masyarakat, MCC mengupayakan informasi tersebar informasi soal Covid-19 ini hingga ke ranting-ranting Muhammadiyah di pelosok daerah. Salah satunya dengan cara berkoordinasi dengan masjid-masjid di daerah untuk menyampaikan informasi terkait wabah ini. Terutama anjuran untuk menghindari kerumunan dan harus banyak berada di rumah, Termasuk dalam hal ini meniadakan sementara ibadah-ibadah yang biasanya dilakukan berkerumun atau berjama’ah seperti ibadah shalat wajib berjama’ah dan shalat Jum’at.

MCCC juga telah memasifkan edukasi melalui platform digital dengan telah menyiapkan materi-materi yang berisi informasi semua terkait Covid-19 dari pencegahan sampai penanganannya, yang bisa diakses melalui situs covid19.muhammadiyah.id. Materi-materi tersebut bisa disebarkan melalui berbagai jenis media sosial oleh semua organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah.

Terkait dengan mitigasi dan pengobatan MCCC memiliki tugas salah satunya untuk mendukung operasional rumah sakit Muhammadiyah yang telah disiapkan untuk menangani pasien Covid-19. Total rumah sakit itu saat ini ada 20 unit rumah sakit Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia. Penyediaan rumah sakit ini dilakukan dalam hal untuk membantu pemerintah dalam melayani dan merawat pasien dengan gejala-gejala Covid-19.

Sedangkan terkait dalam hal psikososial, MCCC membuat sebuah Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang memiliki tugas dalam memberikan layanan konseling untuk masyarakat.  Layanan ini bisa diakses dengan aplikasi WhatsApp. Layanan ini menyediakan 60 psikolog dari berbagai universitas, lembaga, dan individu yang ditugaskan untuk siap dalam melayani masyarakat.

Dr. Corona Rintawan ialah yang ditunjuk sebagai ketua dari tim MCCC ini, menyebut bahwa tugas dari MCCC ini bukan tanpa hambatan. Terlebih terkait dengan fasilitas Alat Pelindung Diri (APD) yang kurang jumlahnya bagi para dokter dan tim medis yang terjun langsung menangani pasien dengan kasus Covid-19. APD dalam hal ini seperti masker, hand sanitizer, dan juga pakaian hazmat. Kekurangan APD ini kemudian diakali dengan pengadaan kerja sama antar MCCC dengan pengrajin lokal untuk menyiapkan APD.

“Kami sangat kekurangan di rumah sakit rumah sakit dan dari MCCC mencoba mencarikan APD. Kami berusaha untuk membangun memperkuat UMKM dalam hal penyediaan APD. Saat ini kami sudah bekerja sama dengan UMKM lokal untuk membuat APD dengan setandar dari Kemenkes itu salah satunya” jelasnya.

Corona Rintawan mengungkapkan, bahwa upaya penyediaan APD ini juga dilakukan melalui kerja sama dengan perusahaan penyedia APD di luar negeri. Hal ini dengan tujuan untuk mempercepat ketersediaan APD sembari juga menerima persediaan APD dari lokal.

Selain itu, MCCC melihat bahwa ketersediaan ruang isolasi menjadi tantangan lainnya. “Beberapa kami harus menambah, membangun, merenovasi ruangan sehingga bisa dijadikan ruangan isolasi. Misal di RS PKU Muhammadiyah Gombong, sudah disiapkan rusunawa untuk menjadi ruang perawatan dan isolasi untuk pasien-pasien” terang Corona. Corona Rintawan juga tidak menutup kemungkinan  untuk menambah jumlah rumah sakit rujukan yang disiapkan Muhammadiyah sebagai upaya penanganan pasien Covid-19. Ia juga menambahkan bahwa Muhammadiyah tengah menyiapkan Rumah Sakit Darurat Covid-19 yang konsepnya mirip seperti dengan rumah sakit khusus di Wisma Atlet yang telah disiapkan oleh pemerintah.

MCCC juga melakukan antisipasi adanya kebutuhan tenaga medis jika sewaktu-waktu dibutuhkan, meskipun untuk sementara, menurut Corona Rintawan, jumlah tenaga medis sesuai degan kebutuhan yang ada. “Saat ini mungkin tenaga medis masih tercukupi, tapi kita akan segera memobilisasi relawan tenaga medis untuk ikut membantu,” ujarnya. Dalam hal ini Corona Rintawan menyadari bahwa wabah ini tidak mudah selesai dalam waktu singkat, bisa saja berbulan-bulan dan khawatir tenaga medis juga bisa banyak yang ikut terpapar virus ini.

Tentunya, “memodifikasi tenaga di rumah sakit perlu dilakukan dan istilahnya kami sigap Capacity Emergency. Jangan sampai setelah banyak yang tumbang tenaga rumah sakit, kami belum siap relawan. Maka kami sudah mempersiapkan dari sekarang. Karena kan ini wabah, bisa jadi tenaga medis ada yang terpapar.  Sehingga mereka harus dirumahkan. Jadi, tentunya kami harus siapkan sebaik mungkin” jelasnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -