7 Film tentang Muhammadiyah dan Tokohnya

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Rektor UNMUHA: PTMA Harus Punya Branding yang Kuat

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah – Unmuha adalah salah satu perguruan tinggi yang merupakan penyumbang pemikiran pendidikan di Indonesia. Universitas Muhammadiyah Aceh memproritaskan...

Saatnya Melangkah Berjamaah

Sudah lelah kita berwacana…Sudah lelah kita berdebat……Sudah lelah kita saling bersaing antar sesama…..Sudah lelah kita saling bermain sendiri-sendiri… KINI...

Lima Poin Pernyataan PP Muhammadiyah terkait New Normal

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan sikap terkait dengan pemberlakuan New Normal. Berbagai pemberitaan dan pernyataan Pemerintah tentang “new...

Ikhtiar Perangi Corona, MCCC Bersama Warga hingga Lembaga Mitra

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Wabah Covid-19 telah membawa dampak luas bagi kehidupan warga tidak hanya di Indonesia namun juga dunia secara umum....

Hukum Anak Melihat Aurat Ibu

Pertanyaan: Saya mau bertanya. Salah satu orang yang dapat melihat aurat perempuan adalah anaknya sendiri. Bagaimana hukum seorang anak...
- Advertisement -

Suara Muhammadiyah – Siapa tak kenal Muhammadiyah. Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia bahkan di dunia Muhammadiyah telah dan terus berkiprah sejak 1912.  Jejak perjuangan dan jasa Muhammadiyah maupun tokoh-tokohnya diabadikan dalam berbagai film yang perlu kita teladani. Berikut 7 film tentang Muhammadiyah.

Film–film Muhamadiyah

Sang pencerah

Film ini telah diliris oleh bioskop tanah air pada tanggal 24 Agustus 2010 lalu. Film ini mengangkat tema mengenai sejarah toleransi dalam beragama, kekerasan yang berbalut agama dan semangat membangun perubahan. Film ini menceritakan kisah kegelisahan dari Ahmad Dahlan sebagai seorang tokoh pahlawan nasional. Ahmad Dahlan sosok pemegang pendirian yang tegas merasa gelisah terhadap praktik syariat Islam, salah satunya arah kiblat yang mengarah arah Barat.

Nyai Dahlan

Film ini dirilis pada tahum 2017 ini mengangkat cerita mengenai sejarah perjuangan perempuan Muhammadiyah yang dipelopori oleh Nyai Ahmad Dahlan atau Siti Walidah. Sejak kecil, Siti Walidah ingin menjadi seseorang yang pintar dan berpendidikan. Hingga sampai pada masanya, ia mengusulkan untuk mendirikan organisasi perempuan pertama di Indonesia.

Laskar pelangi

Film Laskar Pelangi diangkat dari novel pertama yang ditulis oleh Andrea Hirata. Film ini menceritakan sepuluh anak yang berasal dari keluarga miskin yang ingin sekolah. Namun, karena jumlah siswa yang tidak sampai sepuluh anak terpaksa harus dibubarkan. Hingga sampai pada waktunya, jumlah siswa mencapai sepuluh orang, sekolah Muhammadiyah itu pun akhirnya dibuka. Banyak cerita dari tiap anaknya yang ingin menggapai cita-cita dan menyebut diri mereka sebagai laskar pelangi.

Meniti 20 Hari

Film ini menceritakan sosok AR Fachruddin yang memandu perjalanan anggota Hizbul Wathan untuk mengikuti kongres Muhammadiyah dari Palembang menuju Medan. Film meniti 20 hari ini mengisahkan tentang pendidikan karakter dan menampilkan sosok anak muda yang bermental baja.

9 Putri Sejati

Film ini merupakan film kedua yang diangkat Lembaga Seni Budaya dan Olahraga PP Muhammadiyah. Film ini mengisahkan tentang perjuangan perempuan untuk menghilangkan budaya Jawa yang memaknai perempuan sebagai orang yan berada di dapur, sumur dan kasur yang dipelopori oleh Sembilan perempuan dan membentuk organisasi Aisyiah.

Si Anak Kampung

Film Si Anak Kampung sudah meraih penghargaan Gold Award diajang California Film Awards. Film ini mengisahkan tentang kehidupan masa kecil salah satu tokoh Muhammadiyah,Syafi’i Ma’arif. Syafi’i yang kerap disapa Pi’i, harus mengambil keputusan untuk menghadapi berbagai rintangan hidup hingga keputusan dan langkahnya telah merubah hidupnya selamanya.

Jejak Langkah 2 Ulama

Film Jejak Langkah 2 Ulama ini mengisahkan tentang dua ulama yang memiliki andil dan peran yang besar dalam mengusir penjajah dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Film ini menyisahkan pesan moral bahwa Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama memiliki ikatan sejarah, kekeluargaan dan persaudaraan yang sangat kuat. Menariknya, film ini juga mengisahkan KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy’ari sebagai sosok yang cinta terhadap ilmu yang luas, hingga keduanya mampu menyikapi perbedaan. (rahel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -