Aliansi BEM DKI: UMJ Tidak Ikut Terlibat, UHAMKA Klarifikasi Informasi yang Beredar

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Rektor UNMUHA: PTMA Harus Punya Branding yang Kuat

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah – Unmuha adalah salah satu perguruan tinggi yang merupakan penyumbang pemikiran pendidikan di Indonesia. Universitas Muhammadiyah Aceh memproritaskan...

Saatnya Melangkah Berjamaah

Sudah lelah kita berwacana…Sudah lelah kita berdebat……Sudah lelah kita saling bersaing antar sesama…..Sudah lelah kita saling bermain sendiri-sendiri… KINI...

Lima Poin Pernyataan PP Muhammadiyah terkait New Normal

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan sikap terkait dengan pemberlakuan New Normal. Berbagai pemberitaan dan pernyataan Pemerintah tentang “new...

Ikhtiar Perangi Corona, MCCC Bersama Warga hingga Lembaga Mitra

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Wabah Covid-19 telah membawa dampak luas bagi kehidupan warga tidak hanya di Indonesia namun juga dunia secara umum....

Hukum Anak Melihat Aurat Ibu

Pertanyaan: Saya mau bertanya. Salah satu orang yang dapat melihat aurat perempuan adalah anaknya sendiri. Bagaimana hukum seorang anak...
- Advertisement -

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Seiring dengan beredarnya kabar di media mengenai Konferensi Pers yang bertajuk “COVID-19: Lockdown, Solusi atau Politisasi,” secara tegas BEM Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menyampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Mujiono Koesnandar, Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta mengungkapkan, tidak ada bentuk komunikasi dan koordinasi yang dilakukan oleh Aliansi BEM DKI Jakarta dengan internal BEM UMJ yang masih aktif. Hal ini tentu sangat disayangkan karena narasi-narasi yang dibangun oleh aliansi tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Mujiono mengajak kepada seluruh mahasiswa dan keluarga besar UMJ untuk lebih jeli menelaah informasi di media dan tidak ikut terprovokasi. “Saya menghimbau kepada seluruh stakeholder dan mahasiswa UMJ untuk tetap tenang dan tidak ikut terprovokasi oleh berita yang tidak benar,” tegasnya.  

Disamping itu, BEM Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA) menyatakan bahwa informasi yang beredar di media tidak sepenuhnya benar. Terdapat informasi yang dilebih-lebihkan dan tidak sesuai dengan apa yang disampaikan pada konferensi pers.

R. Zulfikar, Presiden Mahasiswa BEM UHAMKA menyampaikan klarifikasi terhadap informasi yang dimaksud diantaranya adalah tentang pernyataan aliansi BEM DKI Jakarta yang tidak setuju dengan kebijakan karantina wilayah (lockdown) yang dikeluarkan oleh Pemprov. DKI Jakarta.

BEM UHAMKA tidak pernah menyatakan sikap setuju atau tidak setuju terhadap kebijakan tersebut. Dengan adanya konferensi pers tersebut, kami mengkritisi pemprov. DKI Jakarta tentang kesiapannya dalam mengambil keputusan karantina wilayah (lockdown). “Kami menghimbau kepada mahasiswa UHAMKA khususnya dan masyarakat DKI Jakarta pada umumnya untuk lebih kritis terhadap redaksi yang dibangun oleh media dengan mencari tahu kebenarannya,” tegas Zulfikar. (diko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -