KategoriHumaniora

Humaniora

Ketika Cemas Mengusik

Cerpen Sule Subaweh
Maryati mulai curiga dengan perilaku suaminya akhir-akhir ini. Maryono, suaminya kerap pergi setelah shalat Maghrib. Sehabis makan malam...

Humaniora

Penjaga Perbatasan

Cerpen Diko Ahmad Riza Primadi 
Hembusan angin panas dan teriknya sinar matahari menantang langkah mungil para pengungsi. Besar, kecil, tua, muda, dewasa...

Humaniora

Cinta yang Dirahmati

Cerpen Gofur Alkendali
Usianya 35 tahun tapi belum menikah, orang menyebutnya perawan tua, tidak laku bagi laki-laki untuk dinikahi. Itulah Halimah, adik...

Humaniora

Valentine’s Day?

Cerpen Fairuz Inayati
“Mil, itu ada sop ayam di meja makan. Jangan lupa cuci piring, ya! Cuma sedikit kok! Tadi, mbak sudah bersihin sebagian. Mbak ada...

Humaniora

Kemerdekaan Berubah Jadi Cerita

Cerpen MK Rizqika
Salah seorang di antara penjahit ontel di pasar itu bernama Mbah Siswa Carita. Nama sebenarnya Mbah Siswohudaya. Tetapi karena kesukaan dia...

Humaniora

Tugas dari Mbah Akur

Cerpen Papi Sadewa
Angin segar bagiku, sejak pemerintah mengumumkan orang gila boleh menggunakan hak suaranya dalam pemilu 2019. Sejak itulah aku sering...

Humaniora

Aku Nggak Gila!

Cerpen: Dasti Fitriana
Parasnya ayu nan menawan. Lesung pipiinya terlihat begitu jelas ketika senyumnya mengembang. Matanya berbinar memancarkan kebahagiaan...

Humaniora

Guru di Masa Perubahan

Puisi Haedar Nashir
 
Guru
Engkau adalah hulu
Digugu dan ditiru
 
Guru
Engkau adalah muara
Pendidik nilai utama
 
Guru
Dulu menjadi suri
Bagi...

Humaniora

Suara Qori

Oleh: Sule Subaweh
Surip berhenti menangis setelah mendengarkan murotal Qur’an yang disetel tetangga sebelah. Kini tidurnya pulas. Beberapa hari terakhir...