KategoriHumaniora

Humaniora

Valentine’s Day?

Cerpen Fairuz Inayati
“Mil, itu ada sop ayam di meja makan. Jangan lupa cuci piring, ya! Cuma sedikit kok! Tadi, mbak sudah bersihin sebagian. Mbak ada...

Humaniora

Kemerdekaan Berubah Jadi Cerita

Cerpen MK Rizqika
Salah seorang di antara penjahit ontel di pasar itu bernama Mbah Siswa Carita. Nama sebenarnya Mbah Siswohudaya. Tetapi karena kesukaan dia...

Humaniora

Tugas dari Mbah Akur

Cerpen Papi Sadewa
Angin segar bagiku, sejak pemerintah mengumumkan orang gila boleh menggunakan hak suaranya dalam pemilu 2019. Sejak itulah aku sering...

Humaniora

Aku Nggak Gila!

Cerpen: Dasti Fitriana
Parasnya ayu nan menawan. Lesung pipiinya terlihat begitu jelas ketika senyumnya mengembang. Matanya berbinar memancarkan kebahagiaan...

Humaniora

Guru di Masa Perubahan

Puisi Haedar Nashir
 
Guru
Engkau adalah hulu
Digugu dan ditiru
 
Guru
Engkau adalah muara
Pendidik nilai utama
 
Guru
Dulu menjadi suri
Bagi...

Humaniora

Suara Qori

Oleh: Sule Subaweh
Surip berhenti menangis setelah mendengarkan murotal Qur’an yang disetel tetangga sebelah. Kini tidurnya pulas. Beberapa hari terakhir...

Humaniora

Ketika Berita Dibungkam

Oleh: Ulfatin CH
Anan gelisah. Dia hanya membolak balikkan file di dalam komputer. Pikirannya terpaku pada berita yang akan ditulis segera, tapi tetap saja...

Humaniora

Kereta Paling Sepi

Oleh: Purwati
Lelaki itu terkantuk-kantuk begitu kereta api meninggalkan stasiun Pasar Senen. Ia sudah tidak tahu lagi ketika kereta melewati stasiun Bekasi...

Humaniora

Martir: Buat Immawan Randi

Oleh: Bara Patyyradja
Halu Oleo
Halu Oleo
runduk tunduk kami
pada pucat pasih wajahmu
kilau hilal di matamu
yang tak lagi terbuka
untuk selamanya
Randi...