Tandaicerpen

Humaniora

Mas Joko Radaup

 
Cerpen karya Nonodiono Wahyudi
Adalah Mas Joko Radaup. Lelaki kurus yang tidak beranak istri dan memiliki nama asli Joko Samaran bin Sukarto ini...

Humaniora

Kalung untuk Ibu

Cerpen Ratna Oktaviana
Kurang lebih 4 tahun yang lalu. Hari itu sangat terik, saat aku meninggalkan rumah yang kondisinya bisa dibilang jauh dari kata mewah...

Humaniora

Wirid

Cerpen M. Dawam Rahardjo
Akhirnya kuputuskan untuk pergi ke Pabelan saja. Ya, mengapa kok sulit-sulit memilih pesantren? Bukankah aku sudah demikian akrab...

Humaniora

Ayah dan Ibu

Cerpen Satmoko Budi Santoso
Kematian ayah yang sudah tua menyisakan masalah. Ini memang sesuai dengan dugaanku beberapa waktu sebelumnya. Menyisakan masalah...

Humaniora

Pilihan

Cerpen Lia Indriyani
“Tidak Nak, Ibu tidak setuju.” Perempuan paruh baya itu pergi meninggalkan anak gadisnya yang masih terheran-heran: mlongo. Gadis itu...

Humaniora

Mbah To Dipanggil ke Surga

Cerpen Achmad Munif
Sewaktu pertama kali laki-laki tua itu singgah di masjid kampung kami sementara jamaah ada yang curiga,  Tapi laki-laki tua yang menyebut...

Humaniora

Seorang Pencuri di Hari Jumat

Cerpen Satmoko Budi Santoso
Ia akan selalu mencuri. Tepat di hari Jumat. Justru di hari Jumat. Kenapa? Sebab ia akan menjual hasil curiannya di hari Sabtu dan...

Humaniora

Penumpang dan Sopir Bis Kota

Cerpen: Ibnu Wazir
SUARA MUHAMMADIYAH., Asyik juga mendengar percakapan seru di bus kota. Percakapan antarpenumpang. Terutama percakapan dua penumpang yang...

Humaniora

Tiga Peluru

Cerpen Ulfatin Ch
Peluru itu sudah bersarang di kepalanya, dua peluru lagi juga bersarang di dadanya. Tapi, entah mendapat mukjizat dari mana, Jose masih bisa...

Humaniora

Kartu Lebaran Ajaib

Cerpen: Mustofa W Hasyim
PANUT betul-betul heran ketika sore hari pulang kerja, Ibunya memberikan sebuah kartu lebaran yang masih terbungkus amplop. Harum. Ia...