Tandaicerpen

Humaniora

Hantu Derap Sepatu

Cerpen: Mustofa W Hasyim
Lapangan sepakbola itu dikelilingi oleh tiga kuburan pada tiga sisinya.  Hanya ada satu sisi yang tidak ada kuburannya. Berupa sawah...

Berita

Pesan-pesan Mbah Dahlan

Cerpen: Achmad Munif
Setelah enam tahun menikah dengan Hardini, kami belum dikaruniai seorang anakpun. Sudah tak terhitung lagi kami periksa ke dokter ahli...

Humaniora

CATATAN CATATAN LEBARAN

Oleh: Mustofa W Hasyim
CATATAN LEBARAN 1961
Ayah masih agak kaya, berani mengundang tetangga
shalat tarawih di emper rumah,
gebyok jati masih kokoh jadi...

Humaniora

Kampung Fauzan

Cerpen: Mustofa W Hasyim
 erkampungan itu dulu merupakan kebun kosong. Letaknya di dekat selokan. Tanahnya rendah. Pada zaman kerajaan dulu kabarnya, tempat...

aplikasi_suara_muhammadiyah
Humaniora

Pakaian Baru

Cerpen: Purwati*
Suara pengeras suara di surau terdengar keras. Ada pengumuman penting. Mulai malam ini, pengajian anak-anak di desa  itu dihidupkan lagi...

Humaniora

Kalung untuk Ibu

Oleh ; Ratna Oktavian
Kurang lebih 4 tahun yang lalu. Hari itu sangat terik, saat aku meninggalkan rumah yang kondisinya bisa dibilang jauh dari kata mewah...

Humaniora

Jabat Tangan

Cerpen: Nonodiono Wahyudi
Jabat tangan merupakan perbuatan mulia yang biasa dilakukan oleh manusia yang mengaku berbudaya. Lebih-lebih bagi seorang Muslim yang...

Humaniora

Pada Suatu Hari

Cerpen: Muhammad Ibnu Wazir
Setiap akan datang Muktamar hatiku selalu berdebar-debar. Ini berlangsung sudah sejak tujuh muktamar yang lalu. Yaitu ketika ada...