22.6 C
Yogyakarta
Jumat, Agustus 14, 2020

MUSDA PDPM KOTA MAGELANG

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Pengabdian, Dosen Manajemen UMY dan Warga Bausasran Adakan Penghijauan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sempitnya lahan tidak menyurutkan keinginan warga RW 11 Bausasran Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta untuk menghijaukan wilayahnya.

Asah Kreativitas, PMM UMM Ajari Anak-Anak Seni Kolase

BLITAR, Suara Muhammadiyah - Kelompok Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang melakukan pengabidan masyarakat dengan mengajari anak-anak membuat kolase. Kegiatan...

Dosen FEB UMY Latih Jamaah Pengajian Membuat Kain Shibori

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk kewajiban dalam Catur Dharma Perguruan Tinggi. Disamping itu pengabdian masyarakat di era...

Semua Siswa Dapat, SMK Mutu Tegal Bagikan Perdana Plus Kuota untuk PJJ

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Bentuk pelayanan selama diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam masa covid 19. SMK MUTU Tegal berikan kartu perdana...

Islam, Alam, dan Tugas Manusia

Alam akan membawa manfaat dan berkah bagi manusia, manakala telah melaksanakan tugasnya terhadap alam, yakni mengembalikan alam ke jalan yang benar. Yakni...
- Advertisement -

MAGELANG. Pemuda Muhammadiyah Kota Magelang, belum lama ini telah melaksanakan Musyawarah Daerah (MUSDA ke XVI) yang dilaksanakan di RM. Ayam Goreng Bu Tatik. Musda kali ini, dihadiri sejumlah 60 orang. Mengangkat tema, “Meneguhkan Dakwah Meninggikan Moral Untuk Indonesia Berkemajuan”. Tema tersebut merupakan turunan dari tema muktamar Pemuda Muhammadiyah yang dilaksanakan di Padang Sumatera Barat. Turunan tema tersebut merupakan pengejawantahan Pemuda Muhammadiyah terhadap relaitas bangsa saat ini. Disaat gegap gempita konstalasi pemerintahan saat ini, Pemuda Muhammadiyah diharapkan mampu menjadi pelopor dakwah sehingga terwujud bangsa yang berkemajuan.

Dalam pembukaan Musda,hadir dari PDM Kota Magelang yang diwakili, Jam’an Muhyidin. Dalam sambutannya ia mengatakan, bahwa Pemuda Muhammadiyah merupakan tunas Persyarikatan, yang akan menjadi penerus besar kecilnya Muhammadiyah. Salah satu yang perlu digaris bawahi, ia mengatakan bahwa menjadi kader Muhammadiyah itu harus “Biso Rumongso, Ojo Rumongso Biso”.

Artinya menjadi seorang kader Muhammadiyah itu harus sadar bahwa ia memiliki tanggungjawab dan ikrar janji untuk selalu meninggikan dan membesarkan Muhammadiyah. Bukan malah sebaliknya, banyak komentar dan sedikit tindakan. Selain itu dalam sambutannya, Suryanto (Ketua PDPM Kota Magelang) mengatakan, bahwa meski Pemuda saat ini kurang begitu progres, tetapi tetap ada harapan yang lebih baik. Pemuda Muhammadiyah harus menguasai masjid karena saat ini masjid mulai ditinggalkan.

Sebelas formatur terpilih adalah; Wasi’un, M Zuhron Arofi, Fury Fariansyah, Wahyono, Eli Baskara, Lukman Novianto, Mustaqim, Suryanto, Azis Muslim, Sigit Purnomo dan Miftakhul Azis. Berdasarkan rapat formatur, sebagai acuan tindak lanjut rapat kerja (raker), Zuhron selaku ketua terpilih mengatakan bahwa ada dua program yang harus digarap oleh Pemuda Muhammadiyah Kota Magelang. Dua program tersebut adalah program eksternal dan internal. Program internal tentunya sesuatu yang bersifat idiologis dan internal Pemuda Muhammadiyah seperti halnya kaderisasi dan lain-lain. Sedangkan program ekternal mencakup beberapa hal yang sekiranya Pemuda Muhammadiyah dapat menjangkaunya. Program tersebut diantaranya adalah tentang budaya, penggarapan kaum diffabel, advokasi kaum marginal, keagamaan, serta pengawalan pemilukada yang siap mulai ditahun ini. (Wasi’un)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles