24.6 C
Yogyakarta
Minggu, September 27, 2020

Ketua PP Aisyiyah: Anak Harus Diajar Bilang Tidak

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Optimalisasi Peran Lazismu, Edukasi Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah sebagai organisasi yang bergerak di bidang sosial dan keagamaan sejak lama telah ikut andil dalam pengelolaan zakat...

Wali PAUD Muslimat NU Ikut Kerja Bakti Pembangunan PAUD ‘Aisyiyah

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menetapkan PAUD Aisyiyah Percontohan Takerharjo Solokuro sebagai juara Percontohan PAUD Tangguh. Tertanggal 9...

Kader Muhammadiyah Terbitkan Buku “Pada Masa Modern”

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Muh. Akmal Ahsan, Kader Muhammadiyah Yogyakarta kembali menerbitkan buku bertajuk Pada Masa Modern (2020). Sebelumnya, Kader...

Guru MIM Kenteng Raih Beasiswa PKK Senam Kemendikbud

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka mewujudkan Madrasah Berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik, guru MIM Kenteng ikuti seleksi...

Lokakarya Kepala SMK Muhammadiyah se-Jawa Tengah di Majenang

CILACAP, Suara Muhammadiyah – Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) SMK Muhammadiyah Jawa Tengah Gelar Lokakarya pada 25 sd 26  September 2020. Bertempat...
- Advertisement -

SURABAYA,- Anak harus ditanamkan mana-mana yang tidak boleh disentuh dalam tubuhnya. Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah Dra Siti Aisyah dalam Sarasehan “ Peran Kelembagaan Dalam Mempersiapkan Generasi Emas” di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jumat malam (29 Januari 2016).

Saresahan merupkan kegiatan awal Rapat Kerja Tingkat Pusat yang diselenggarakan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Surabaya.  Selain Ketua PP Aisyiyah, berbicara dalam Sarasehan ini Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Yunahar Ilyas MAg dan Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo.

Menurut Aisyah yang kehadirannya menggantikan Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Dra Siti Noordjanah Djohantini MM Msi yang sedang sakit, anak juga diajar bilang “No” (tidak) ketika tubuh yang tidak boleh disentuh tersebut disentuh orang.  Selanjutnya anak diajar “Go” (pergi) ketika orang tersebut tetap menyentuhnya, dan selanjutnya anak diajar untuk berani berteriak ketika dihalangi  saat menghindar.

Tiga hal, No, Go dan berteriak ini harus ditanamkan betul-betul. Ini semuanya untuk melindungi anak dari kejahatan seks. (le/gsh).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles