31 C
Yogyakarta
Rabu, Agustus 5, 2020

Prof Yunahar: Negara Kita Abai Melindungi Anak

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

PP Muhammadiyah Himbau Dunia Islam Bangun Solidaritas untuk Lebanon

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka dan simpati yang mendalam atas musibah ledakan dahsyat yang terjadi di Lebanon pada Selasa (4/8)....

Baitul Arqam Era Pandemi, MPK Tunjuk Uhamka sebagai Pilot Project

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Baitul Arqam 1 Mahasiswa merupakan agenda akademik Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA yang diselenggarakan bagi mahasiswa baru. Majelis...

Terjadi Ledakan Besar di Beirut, WNI Terpantau Aman

BEIRUT, Suara Muhammadiyah -  Ledakan sangat besar yang telah kami laporkan terdahulu terjadi di Port of Beirut, Selasa (4/8) pukul 18.02 waktu...

Haedar Nashir: Revitalisasi Pancasila Jangan Sampai Mengulang Tragedi Masa Lalu

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Ada dua peristiwa yang membuat kita kembali mempertanyakan Pancasila: (1) pro-kontra Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila, dan (2) Pancasila di...

MDMC Luwu Kembali Salurkan Bantuan, Tim Relawan Banjir Bandang Tetap Siaga

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Disaster Manajemen Center) atau Satgas Bencana Muhammadiyah Kabupaten Luwu tiba di Masamba, Kabupaten Luwu Utara di...
- Advertisement -

SURABAYA,- Negara kita abai dalam hal melindungi anak. Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Yunahar Ilyas Lc MA dalam pembukaan Rapat Kerja Tingkat Pusat Tarjih PP Muhammadiyah sekaligus pembukaan Seminar Nasional Fikih Anak di Universitas Muhammadiyah Surabaya  Sabtu (30/1).

Ini, menurut Yunahar, bisa dilihat dari tidak adanya institusi khusus di Indonesia yang khusus dapat melindungi anak. Berbeda dengan di negara maju, Amerika misalnya, disana ada institusi khusus yang bertugas untuk melindungi anak.

Anak-anak Amerika diajari untuk menghubungi 911 jika mengalami kekerasan atau terancam. Indonesia tidak punya institusi ini. Ketika ada kasus dan lapor ke 911, maka polisi akan segera datang untuk menolong anak. Berbeda dengan di Indonesia, mereka tidak langsung tanggap jika ada laporan semacam, dan jika ditanggapi bisa seminggu kemudian. (le/gsh)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles