31 C
Yogyakarta
Kamis, Agustus 6, 2020

Bupati Sleman Ajak Aisyiyah Bantu Pemerintah Bangun Daerah

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Terbaik di Jawa Timur, UMM Kampus Swasta Terbaik Kedua di Indonesia versi Unirank

MALANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) masuk dalam jajaran universitas terbaik di Indonesia. Lembaga perangkingan perguruan tinggi internasional, 4 International...

SMK Mutu Tegal Unggul, Jadi Pusat Studi Banding

TEGAL, Suara Muhammadiyah - SMK Muhammadiyah  1 (SMK Mutu) Kota Tegal merupakan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah unggul di Jawa Tengah....

Haedar Nashir Ajak Warga Bermitra dengan BulogMU

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam kunjungannya ke Grha Suara Muhammadiyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyempatkan melihat lokasi BulogMU pusat...

FKKS Muhammadiyah Jateng Gelar Rakor, Fokuskan Tiga Pembahasan

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Forum Komunikasi Kepala sekolah Muhammadiyah Jawa Tengah gelar Rapat koordinasi di Semarang pada Rabu, 5 Agustus 2020. Dihadiri...

Mentari Covid-19, Upaya Ekstra Muhammadiyah Tangani Wabah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Adanya perkembangan kasus wabah Covid-19 yang terus meningkat di Indonesia, membuat Muhammadiyah tidak bisa tinggal diam. Sebagai organisasi...
- Advertisement -

SLEMAN Aisyiyah sebagai organisasi perempuan yang telah memberikan konstribusi dan sumbangsih yang besar bagi negara diharapkan terus membantu Pemerintah Daerah dalam kerja dan peran strategis. Hal itu dilontarakan oleh Bupati Sleman, Bapak Sri Purnomo di hadapan ratusan peserta Musyawarah Daerah Aisyiyah Kabupaten Sleman, pada Sabtu (30/1) lalu, di aula wisma Puas, Kaliurang, Yogyakarta.

“Permasalahan yang dihadapi oleh Daerah semakin berat dan beragam. Sehingga mutlak dibutuhkan kerja lebih banyak orang. Mulai dari problem remaja, degradasi moral, persoalan teknologi informasi, hingga problem keagamaan semisal kemunculan kelompok gafatar,” ujarnya dalam amanat pembukaan Musyda yang berlangsung selama dua hari, 3031 Januari 2016.

Bupati yang sudah memimpin Sleman selama satu periode dan terpilih kembali baru-baru ini, menambahkan bahwa dalam kepemimpinannya di Sleman selama lima tahun terakhir, ia merangkul dan mengajak semua pihak untuk ikut bekerja sama membangun Sleman.

“Tanpa memandang perbedaan latar belakang, semua harus berkerja sama. Bahkan di masa-masa awal, Gafatar yang mulanya bergerak di ranah pemberdayaan sosial beberapa kali ikut membantu pemerintah”, tegas Sri Purnomo.

Di bagian lain, kader Muhammadiyah ini mengingatkan bahwa tantangan yang semakin berat kedepan membutuhkan peran dari Aisyiyah sebagai organisasi perempuan modern, yang peduli pada persoalan sosial, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak. Pihaknya dari pemerintahan sedang mencoba untuk mengembangkan smart regency atau smart city di Sleman. Dalam hal ini, Aisyiyah diminta ikut mengawasi, memberi masukan serta membantu upaya dari pemerintah ini. Menurutnya, Musyda merupakan ajang untuk melaporkan kegiatan yang sudah dilakukan selama ini, kemudian dievaluasi dan disusun program-program baru yang real kedepan.

Selain Bapak Sri Purnomo, ikut hadir dalam pembukaan Musyda Aisyiyah ini, adalah Bapak Sadar Narimo mewakili anggota DPRD DIY, Sri Muslimatun selaku wakil bupati Sleman, Sujono perwakilan dari Kementrian Agama, Sowi Suhartono selaku camat Pakem, Suharno dari Polsek Pakem, Suharto dari Dinas Dikpora Sleman, dan tamu undangan lainnya.

Musyawarah Daerah Aisyiyah Kabupaten Sleman yang mengusung tema: “Spirit Gerakan Dakwah Perempuan Muslim untuk Pencerahan Menuju Sleman Berkemajuan” ini diikuti oleh 132 peserta dari seluruh cabang dan ortom. Sebelum acara Musyda, pihak panitia sudah menggelar berbagai rangkaian event syiar songsong Musyda, di antaranya pelatihan mendongeng Islami hingga kegiatan outbond. (Ridha-Ed. Nisa)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles