31 C
Yogyakarta
Selasa, Agustus 4, 2020

Busyro Muqaddas; Perkaderan Muhammadiyah Harus Melahirkan Pemimpin Berkarakter

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Haedar Nashir: Revitalisasi Pancasila Jangan Sampai Mengulang Tragedi Masa Lalu

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Ada dua peristiwa yang membuat kita kembali mempertanyakan Pancasila: (1) pro-kontra Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila,...

MDMC Luwu Kembali Salurkan Bantuan, Tim Relawan Banjir Bandang Tetap Siaga

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Disaster Manajemen Center) atau Satgas Bencana Muhammadiyah Kabupaten Luwu tiba di Masamba, Kabupaten Luwu Utara di...

Silaturahim dengan PDM, Menko PMK Tinjau Lokasi Banjir Luwu Utara

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan Prof Dr Muhajir Effendi, MAP tiba di Luwu Raya melalui...

Sayembara Business Plan Sociopreneur Cabang & Ranting Muhammadiyah 2020

Suara Muhammadiyah – Sayembara dengan total hadiah puluhan juta rupiah sudah mulai dibuka oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting (LPCR) PP Muhammadiyah. Agenda...

Program Kemaslahatan, Lazismu Gorontalo berbagi Daging Qurban di 4 Wilayah

GORONTALO, Suara Muhammadiyah - Tema besar qurban tahun ini adalah qurban untuk ketahanan pangan, yang bertujuan untuk diberikan kepada fakir miskin dan...
- Advertisement -

Perkaderan Muhammadiyah harus mampu merangsang lahirnya pemimpin-pemimpin yang berkarakter. Yaitu pemimpin yang memiliki komitmen, mempunyai jiwa leadership dan manejerial yang baik, serta memiliki wawasan kebangsaan dan keislaman yang luas. Pernyataan ini disampaikan Busyro Muqoddas, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam pidatonya pada Pembukaan Pelatihan Kader Paripurna Taruna Melati Utama (PKPTMU) di Palembang beberapa hari lalu.

Menurut Busyro, perkaderan hakiki adalah perkaderan yang mampu memunculkan jiwa kepimimpinan anggotanya. Tentunya jiwa kepemimpinan itu dimiliki oleh kader yang berkarakter. Untuk itu, arena-arena perkaderan yang terdapat dalam persyarikatan harus mampu merangsang dan merubah diri pribadi anggotanya menjadi pribadi kader yang berkarakter. Karena kader-kader yang berkarakter itulah yang akan melanjutkan tampuk kepemimpinan di masa yang akan datang. Baik itu pemimpin di Muhammadiyah secara khusus mapun pemimpin bangsa secara umum yang dewasa ini mengalami krisis kepemimpinan.

Krisis kepemimpinan, lanjut Busryo, adalah tantangan Indonesia di masa modern. Krisis ini betul-betul dirasakan oleh masyarakat secara menyeluruh dengan indikasinya makin hilang kepercayaan masyarakat terhadap para pemimpin bangsa ini. Lunturnya kepercayaan tersebut tentu berdasar pada alasan. Salah satunya adalah sifat dan sikap pemimpin bangsa yang makin jauh dari moral amanah. Korupsi, kolusi, dan nepotisme adalah bukti nyata yang sampai sekarang masih melekat pada banyak pribadi pemimpin di Indonesia.“PKTMU ini merupakan kegiatan yang tepat, sebab bangsa Indonesia butuh pemimpin hakiki yang dilatih integritasnya sejak sekarang” pangkasnya. (gsh-ed.nisa)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles