33 C
Yogyakarta
Sabtu, Agustus 15, 2020

Tampil di Dunia, Lembaga Kemanusiaan Didorong Perkuat Logistik

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Rumah Pangan Milenial IMM Malang Panen Sayuran

MALANG-Rumah Pangan Milenial (RPM) yang dikelola oleh IMM Malang sukses melakukan panen kedua, 15 Agustus 2020. Sebelumnya, panen perdana juga sukses dilakukan...

Peran Muhammadiyah dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam ranah kemerdekaan, ada beberapa persoalan history (sejarah) yang perlu diangkat kembali. Tentang bagaimana proses berdirinya Negara Kesatuan...

Menjadi Super Tendik di Kala Pandemi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Memasuki era New Normal, Sabtu (15/8), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY mengadakan kegiatan Pelatihan...

Lazismu Medan Gelar Aksi Kemanusiaan Erupsi Sinabung

KARO, Suara Muhammadiyah - Erupsi Sinabung terus berlanjut dalam pekan ini. Kerugian akibat hancurnya lahan pertanian diperkirakan mencapai Rp 41 miliar lebih....

UMSU Gelar Parade Qori dan Qoriah Terbaik Lintas Generasi

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara menyambut  Hari Ulang Tahun ke 75 Kemerdekaan RI dan  Tahun Baru Islam, Muharram 1442 Hijriah...
- Advertisement -

JAKARTA – Kontribusi aksi kemanusiaan lembaga filantropi di Indonesia dinilai sudah bisa dirasakan dunia. Ini pun banyak digaungi oleh lembaga filantropi yang berbasiskan keagamaan.

“Sudah mulai terlihat,” kata pengamat lembaga filantropi dan kemanusiaan Hilman Latief dalam acara diskusi publik “Menuju Istanbul, Turki: World Humanitarian  Summit” di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (18/2). Ia menuturkan, sebenarnya gerakan kemanusiaan ini sudah muncul sejak tahun 1920an.

Namun, menurut Ketua Badan Pengurus Harian Lembaga Zakat, Amil, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) ini, organisasi kemasyarakatan yang fokus pada aksi kemanusiaan sangat jelas terlihatnya pada tahun 1990an. “Ada berbagai aktor,” ujarnya memberitahukan.

Bahkan, Hilman menambahkan, aksi kemanusiaan yang dilakukan setiap lembaga pun beragam. Dan, kata dia, memang aksi kemanusiaan itu lebih banyak merespon pada penanggulangan bencana. Tak sedikit juga, dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini mengatakan, aksi kemanusiaan yang ada di Indonesia juga fokus pada pengentasan kemiskinan.

Institusi yang biasa disebut lembaga kemanusiaan yang ada di Indonesia juga, sambung Hilman, mampu mengirimkan bantuan-bantuannya ke luar negeri. Wajar, di setiap terjadinya bencana di Negara lain, lembaga-lembaga kemanusiaan yang berasal dari Indonesia selalu terlihat eksistensinya.

Dalam kesempatannya, Hilman mengharapkan, lembaga kemanusiaan ini memiliki kemampuan yang lebih dari segi logistik. Ia mendorong agar setiap lembaga tersebut memiliki pusat logistik bantuan yang siap segera disalurkan jika dibutuhkan dalam waktu singkat. Hal ini, menurutnya, akan menjadi lebih efektif. Logistik, kata dia, bisa berupa kebutuhan pokok, pakaian, obat-obatan, dan lainnya.

Diketahui, hingga kini, beragam lembaga kemanusiaan hadir di Indonesia beroperasi di tengah masyarakat. Sebut saja, Lazismu, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Baznas, Dompet Peduli Umat Daarut Tauhid, Lazisnu, Al Azhar, dan lainnya. (Ridlo Abdillah)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles