31 C
Yogyakarta
Selasa, Agustus 4, 2020

Prof Amien Rais: Jangan Menjadi Budak Dunia

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Haedar Nashir: Revitalisasi Pancasila Jangan Sampai Mengulang Tragedi Masa Lalu

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Ada dua peristiwa yang membuat kita kembali mempertanyakan Pancasila: (1) pro-kontra Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila,...

MDMC Luwu Kembali Salurkan Bantuan, Tim Relawan Banjir Bandang Tetap Siaga

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Disaster Manajemen Center) atau Satgas Bencana Muhammadiyah Kabupaten Luwu tiba di Masamba, Kabupaten Luwu Utara di...

Silaturahim dengan PDM, Menko PMK Tinjau Lokasi Banjir Luwu Utara

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan Prof Dr Muhajir Effendi, MAP tiba di Luwu Raya melalui...

Sayembara Business Plan Sociopreneur Cabang & Ranting Muhammadiyah 2020

Suara Muhammadiyah – Sayembara dengan total hadiah puluhan juta rupiah sudah mulai dibuka oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting (LPCR) PP Muhammadiyah. Agenda...

Program Kemaslahatan, Lazismu Gorontalo berbagi Daging Qurban di 4 Wilayah

GORONTALO, Suara Muhammadiyah - Tema besar qurban tahun ini adalah qurban untuk ketahanan pangan, yang bertujuan untuk diberikan kepada fakir miskin dan...
- Advertisement -

Dengan mengutip nasehat dari tabiit-tabiin Yahya Ibnu Mandah Abdullah AnNaisaburi, Prof Dr Amien Rais mengingatkan bahwa musuh manusia itu pada dasarnya hanya ada tiga.

Dunia yang ada di sekitarnya, syetan yang mengelilinginya, dan hawa nafsunya. Hal ini disampaikan oleh Amien Rais dalam khutbah Jumat (26/02) di Mesjid gedhe Yogyakarta tadi siang.

Sebagai muslim yang berakal, menurut Bapak Reformasi Indonesia ini, kita harus selalu mewaspadai tiga musuh itu selama hidup kita di dunia.
Menganggap dunia sebagai musuh bukan berarti kita harus “ngemohi” atau meninggalkan dunia dan hidup dalam gua-gua.

Dunia harus dilawan dengan sifat zuhud, nrima ing pandum, mensyukuri yang didapat, dan jagan sampai diperbudak oleh dunia.

Dalam banyak riwayat kita tahu bahwa dunia ini sebenarnya sangat remeh. Dunia ini tidak lebih ringan daripada sayap nyamuk. Karena remehnya dunia ini, Allah Yang Maha Agung memperbolehkan orang kafir dan orang zalim untuk minum dan menikmati dunia ini.

Dunia ini juga sangat sempit bila dibandingkan dengan kehidupan akhirat. Sempit seperti tali busur, walau direntangkan sekuat tenaga, tidak akan melebihi satu hasta. Namun, sejarah juga mencatat banyak manusia yang terperdaya oleh hal yang sangat remeh dan sempit ini.

Banyak peperangan tercipta karena urusan dunia. Jerman bererang melawan sekutu dala perang dunia. Juga ketika Amerika menghajar Saddam. Semua karena urusan dunia. Amerika ingin menguasai minyak Irak, bukan karena Saddam tidak demokratis. Kalau Saddam dihajar karena tidak demokratis, maka masih terlalau banyak rezim lain yang jauh lebih tidak demokratis dan lebih menindas rakyatnya dibanding Saddam Husein.

Pada umat Islam sendiri, masalah dunia ini juga masih berat. Banyak umat Islam yang ketika sampai urusan harta, tangannya seolah memakai sarung tinju. Sangat sulit melepaskan sebagaian harta yang ada padanya. Akibatnya, banyak lembaga pendidikan dan lembaga sosial serta umat Islam lain yang terbengkalai.

Dalam keadaan seperti ini, sepertinya ayat Al-Qur’an tentang janji Allah yang akan melipatgandakan pemberian di jalan Allah dengan perumpamaan sebutir padi yang tumbuh menjadi tujuh tangkai yang tiap tangkainya berisi seratus butir itu seakan dilupakan.

Memang pada awalnya sangat berat untuk melepas sebagian harta yang ada di tangan kita. Namun kita harus selalu mencoba dan mencoba lagi untuk terus berinfak tambahan disamping yang wajib 2,5% itu.

“Awalnya memang berat tapi lama-lama akan terasa ringan. Percayalah, Allah itu mempunyai super computer yang menghitung semua infak kita lepas. Banyak orang bakhil yang tiba-tiba jatuh mlarat. Maka, jangan sampai kita diperbudak oleh dunia”, tandas Amien Rais. [k’ies]

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles