28.9 C
Yogyakarta
Senin, September 21, 2020

MPM Pelopor Perubahan Masyarakat

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Berdayakan Potensi Kader, NA Solo Garap Lumbung Ketahanan Pangan

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pandemi covid-19 yang tak kunjung berakhir dan cenderung makin signifikan pertambahan jumlah pasien yang positif. Konsekuensinya adalah banyak...

LLHPB ‘Aisyiyah DIY: Perhatikan Ketahanan Tubuh dan Gizi Anak Era Pendemi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Webinar Seri 3 Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DIY dengan tema Edukasi...

Kenaikan Tarif Cukai 30% Hasil Tembakau Untuk Mendukung Pencapaian Target RPJMN Indonesia

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada 21 September 2020, Center of Human and Economic Development ITB Ahmad Dahlan Jakarta menyelenggarakan konferensi pers untuk...

Pernyataan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tentang Penanganan Pandemi Covid-19

PERNYATAAN PERS PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH NOMOR 20/PER/I.0/H/2020 TENTANG PENANGANAN PANDEMI COVID-19

Pernyataan Pers PP Muhammadiyah: Minta Presiden Pimpin Penanganan Covid-19, Tunda RUU Ciptaker, hingga Tinjau Kembali Pilkada

Pernyataan Pers Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 20/Per/I.0/H/2020 Tentang Penanganan Pandemi Covid-19 Sudah lebih dari enam bulan, bangsa Indonesia...
- Advertisement -

SLEMAN–Tolak ukur keberhasilan gerakan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Muhammadiyah melalui majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) diletakkan pada perubahan masyarakat kepada kondisi yang lebih mandiri. MPM diibaratkan seperti ragi, atau yang diungkapkan oleh Hajriyanto Y Tohari sebagai ‘Filosofi Ragi’ dalam rapat kerja nasional MPM PP Muhammadiyah di Gedung PPPPTK Matematika, Sleman, Yogyakarta pada Sabtu (12/3).

Kehadiran MPM di tengah masyakarat harus membawa perubahan menggunakan pendekatan-pendekatan yang menggembirakan dan berkemajuan bagi masyarakat. Ia juga mengimbuhkan agar masyarakat tidak dibebani dengan permasalahan, isu, konflik masa lalu yang justru melahirkan kebingungan dan kesedihan.

Bagaikan ragi yang mampu memberikan dan merubah rasa serta warna dalam makanan yang dicampurinya.

“MPM patut merenungkan filosofi Ragi yang selalu mampu melakukan perubahan warna dan rasa setiap makanan yang melekat padanya,” ungkap Hajriyanto.

Hajriyanto pun menambahkan, bahwa MPM sebagai agen dalam menegakkan pilar ke 3 dalam Muhammadiyah harus senantiasa memperluas gerakan pemberdayaan ini ke seluruh lapisan dan komunitas masyarakat. Upaya ini kemudian disesuaikan dengan permasalahan yang berkembang di tatanan grass root, agar program-program yang dilakukan oleh MPM mengacu kepada tindakan yang sifatnya membebaskan, memerdekakan, serta mengangkat harkat martabat manusia dan tanpa ada diskriminasi. (Th)

- Advertisement -

2 KOMENTAR

  1. Saatnya mengangkat & membantu usaha kader muhammadiyah yg bisa mencerahkan umat agar bisa menggerakkan da’wah

  2. Saatnya mengangkat & membantu usaha kader muhammadiyah yg bisa mencerahkan umat agar bisa menggerakkan da’wah call 085624946111

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles