24.5 C
Yogyakarta
Rabu, Agustus 12, 2020

800 Ayat yang Terlupakan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

UMY Songsong Kembali Perkuliahan secara Tatap Muka

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada Rabu, 12 Agustus 2020, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) beserta jajarannya mulai dari dosen hangga tenaga kependidikan...

Kini Ada 80 Rumah Sakit Muhammadiyah Tangani Pasien Covid-19

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Penularan Covid-19 mengalami peningkatan yang begitu masif selama dua pekan ini di hampir seluruh tempat di Indonesia.

Selamat! Lima Proposal Mahasiswa UMTS Lolos PKM Tingkat Nasional

PADANGSIDIMPUAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) berhasil meraih 5 judul pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 (lima) bidang Tahun...

Eratkan Kebersamaan, Rektor Unismuh Silaturahim dengan Pejabat Struktural

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Hari ketiga setelah dilantik menjadi Rektor Unismuh Makassar Periode 2020 – 2024, Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag...

Pakai Masker Langkah Sederhana Melindungi Nyawa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sejak awal Covid-19 masuk ke Indonesia, Muhammadiyah sebagai salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia sudah mencanangkan partisipasinya...
- Advertisement -

Oleh: Agus Purwanto

Al-Qur’an sebagai kitab suci sesungguhnya telah memberi petunjuk yang cukup tentang sains dan teknologi. Tetapi dalam kurun 300 tahun terakhir sains dan teknologi dikuasai dan dikembangkan oleh negara-negara Eropa yang notabene secara formal tidak bersandar pada Al-Qur’an.
Eropa telah memberi kontribusi yang besar pada sains dan teknologi dunia yang sekaligus menjadi simbol kemajuan peradaban. Dengan jujur penghormatan harus diberikan kepada sosok-sosok yang telah mendedikasikan hidupnya dalam kerja ilmiah yang luar biasa. Sumbangan mereka pada sains dapat dilihat dari nama-nama hukum alam dan temuan mereka. Sebagai contoh, hukum Newton telah dikenal secara luas seperti halnya kata Volt dan Watt yang berasal dari nama-nama ilmuwan Eropa Sir Isaac Newton, Alessandro Volta dan James Watt.

Masyarakat Konsumen
Mengingat kenyataan tersebut, wajar jika masyarakat sering memandang Eropa sebagai tempat kelahiran sains dan teknologi. Era ilmu pengetahuan modern secara eksklusif diterima sebagai hasil usaha bangsa-bangsa Eropa. Parahnya, pandangan ini membuat sebagian umat Islam kehilangan rasa percaya diri pada agamanya. Seolah Islam tidak ada hubungannya dengan sains dan teknologi.
Di era modern setiap orang tidak bisa lepas dari produk-produk teknologi yang telah membanjiri kehidupan keseharian, tidak saja di kota-kota besar melainkan juga di pelosok-pelosok desa bahkan di lereng-lereng gunung sekalipun. Aneka liga sepakbola nun jauh di belahan benua Eropa sana kini dapat dinikmati oleh penduduk sampai di pelosok dusun terpencil.

Telepon genggam,kini bukan saja dimiliki dan digunakan oleh para eksekutif atau para komisaris perusahaan multinasional. Pembantu rumah tangga, tukang becak, sopir angkot, pedagang asongan, anak-anak SD pun telah memiliki dan memanfaatkan benda mungil ini.
Kota suci Makkah dan Madinah merupakan dua kota yang setiap tahunnya didatangi jutaan umat Islam dunia. Setiap musim haji hampir dua juta jamaah haji dari seluruh penjuru bumi berkumpul. Untuk melayani transportasi jamaah jelas dibutuhkan angkutan umum dalam jumlah besar. Pemerintah Saudi telah berupaya menyediakan fasilitas tersebut. Bus-bus besar dapat dilihat dengan mudah di jalan-jalan kedua kota Mekah dan Madinah maupun di antaranya. Bus-bus tersebut produksi Jerman dan Cina.

Singkat kata, produk teknologi telah memenuhi dan mengepung kehidupan kita. Sayangnya, semua produk teknologi ini hampir tidak ada yang keluaran atau produksi dari negeri muslim. Umat dan dunia Islam hanya sebagai konsumen dan pengguna.

Al-Qur’an dan Alam
Sains yang dibahas di depan adalah sains yang menjadi pondasi teknologi yakni sains kealaman (natural science) bukan sains humaniora. Sains kealaman adalah sains dengan alam sebagai obyek kajiannya yang secara formal terbagi dalam bidang-bidang astronomi, biologi, fisika, kimia, geologi, farmasi dan kedokteran maupun terapan teknologinya.

Karena itu, langkah paling mudah dan praktis untuk mendapatkan gambaran atau pandangan Al-Qur’an tentang sains kealaman adalah mengidentifikasi semua ayat yang menyinggung bagian-bagian alam dengan berbagai fenomenanya. Ayat disebut sebagai ayat kauniyah jika memuat kata air, awan, besi, bintang, burung, cahaya, darah, emas, jahe, kapal, kilat, langit dan zarrah secara spesifik. Perhitungan langsung menghasilkan 1108 ayat dimaksud namun masih bersifat umum. Pemilahan dengan batasan makna atau pesan lebih spesifik menyisakan 800 ayat.

Dua ayat yang memuat kata langit 1dan bumi 2berikut dapat dijadikan contoh. Pertama,

3
Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan Dialah yang Maha tinggi lagi Maha besar. (Qs asy-Syuuraa [42]: 4)

Informasi yang diberikan ayat ini bersifat sangat umum dan tidak secara langsung menuntun pada konsep khusus tentang bumi dan langit meskipun memuat kedua kata tersebut. Di dalam pandangan dunia tauhid realitas terdiri dari dua yaitu khaaliq  4dan makhluq 5, pencipta dan yang dicipta. Pencipta hanya satu Allah swt, selain Allah Sang Pencipta adalah makhluk ciptaan sekaligus milik-Nya. Ciptaan ada yang bersifat material dan imaterial; yang bersifat material adalah langit, bumi dan isinya.
Kedua,

6
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan perintah-Nya …. (Qs ar-Ruum 30:25)
Ayat ini memuat informasi spesifik, langit dan bumi berdiri tegak karena perintah-Nya. Pertanyaan yang dapat diajukan adalah bagaimana, kapan, berapa kali dan seberapa kuat perintah Allah diberikan untuk berdirinya langit dan bumi. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini dapat membawa pada konsep atau teori penciptaan langit dan bumi atau jagat raya.  Maka, Qs 30:25 diklasifikasi sebegai ayat kauniyah sedangkan Qs 42: 4 tidak.
Ada juga ayat yang bercerita keadaan setelah kiamat yang juga dikelompokkan sebagai ayat-ayat (alam) semesta. Contohnya,

7
Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas minuman yang bercampur jahe. (Qs al-Insaan [76]: 17)
Ayat ini sebenarnya memberi informasi tentang hal yang masih gaib, surga. Masalahnya, penghuni surga akan diberi minuman dan minuman itu dicampur dengan tanaman yang banyak ditemukan di bumi yaitu zanjabiila  jahe. Pertanyaan sederhananya adalah mengapa jahe bukan kopi, teh hangat atau es kelapa muda atau jus alpukat.  Jawaban atas pertanyaan ini juga akan membawa pada sains tentang tanaman khususnya jahe.
Terdapat 800 ayat tentang fenomena dan bagian dari alam dimulai dari air sampai dengan zarrah. Sebagai contoh dalam item air terdapat rincian mata air dari batu terbelah, (Qs 2: 74; Qs 7: 160), minum air tawar, (Qs 56: 68-69; Qs 77: 27) dan air bisa asin (Qs 56: 70), dan seterusnya. Dalam item angin terdapat rincian angin membawa awan (Qs 7: 57; Qs 35: 9), membuat kapal berlayar (Qs 10: 22; Qs 30: 46),  perantara fertilisasi (Qs 15: 22) dan seterusnya.

Ada beberapa buah atau tanaman disebut seperti anggur dan bawang.  Anggur untuk minuman (Qs 16: 67), bawang merah, putih (Qs 2:61), dan buah keluar dari kelopak (Qs 41: 47). Daun dan biji jatuh (Qs 6: 59), biji tumbuh dan hancur (Qs 6: 59). Beberapa hewan juga disebut, labah-labah dengan rumah paling lemah (Qs 29: 41), rahasia lalat (Qs 22:73), khasiat cairan dari perut lebah (Qs 16: 69) perumpamaan nyamuk (Qs 2: 26), rayap makan tongkat (Qs 34: 14) dan pemimpin semut (Qs 27: 18). Ada juga hewan besar seperti kuda (Qs 16: 8), onta (Qs 22: 36) dan sapi (Qs 2: 71).

Selain batu dan tanaman ada juga cahaya dan besi. Cahaya muncul dengan beberapa informasi seperti cahaya di atas cahaya (Qs 24:35), cahaya merah (Qs 84:16), dan seterusnya. Dalam sains dan teknologi besi ada asal-usul besi (Qs 57: 25), proses pengecoran dengan besi cair (Qs 18: 28, 96) dan rekayasa baju besi (Qs 21: 80). Untuk rekayasa kapal laut (Qs 11: 37-38), perahu dari papan dan paku (Qs 54: 23) dan angkutan kapal (Qs 23: 28).
Informasi Al-Qur’an tentang alam dapat diklasifikasi dalam tiga kelompok besar. Pertama adalah informasi secara langsung secara tekstual sehingga tidak memerlukan penafsiran atau pemahaman lebih lanjut. Contoh pola ini adalah informasi tentang keistimewaan cairan dari perut lebah (Qs 16: 69). Kedua, informasi secara implisit dan memerlukan penafsiran lebih lengkap atas redaksional yang digunakan oleh ayat seperti rahasia semut (Qs 27: 18). Terakhir pola simbolik yakni oleh bentuk atau susunan huruf seeperti dalam kasus orbit benda langit (Qs 36: 40).

Ayat-ayat tersebut telah memberi inspirasi kepada para ilmuwan muslim generasi awal, dan dilupakan oleh umat Islam selama sepuluh abad terakhir. Uraian lebih lanjut dan lebih rinci insya Allah diberikan pada edisi mendatang. Dengan uraian ini diharapkan adanya kesadaran bahwa sains dan teknologi bukanlah milik dan berasal dari Eropa tetapi berasal dari ilmuwan muslim, dari kitab suci Al-Qur’an. Penguasaan sains dan teknologi sejatinya pengamalan perintah Allah swt yang tertuang di dalam firman-firman di dalam kitab Al-Qur’an yang suci dan terjaga.•
_______________________
Agus Purwanto, anggota Divisi Hisab MTT PP Muhammadiyah, Penulis buku Ayat-Ayat Semesta, penggagas Trensains dan Lektor Kepala di Jurusan Fisika FMIPA ITS. S1 dan S2 di jurusan Fisika FMIPA ITB dan S2-S3 di jurusan Fisika Universitas Hiroshima Jepang.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles