24 C
Yogyakarta
Sabtu, Agustus 15, 2020

MAFI Fest, 12 Tahun Apresiasi Film Pendek Indonesia

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Peduli Kampung Halaman, Mahasiswa UMY asal Kebumen Digitalisasi UMKM

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Sebagai bentuk kepedulian terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kebumen, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan...

Dakwah Kultural dengan Produksi Film Berbasis Masyarakat

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Ide menarik dilakukan oleh Budi Dwi Arifianto dan Zein Muffarih Muktaf, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah...

Dosen UMY Lakukan Pendampingan Manajemen Infaq Masjid

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Program Pengabdian Masyarakat merupakan implemetasi catur dharma perguruan tinggi. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah...

Uji Sertifikasi Kompetensi untuk Penyunting Naskah atau Editor

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Uji Sertifikasi Kompetensi Skema Penulisan buku non fiksi, Penyunting Naskah/Editor, Penyunting Substantif kerjasama Program Studi Magister Pendidikan IPS,...

Pengabdian Masyarakat, Dosen FEB UMY Suburkan KWT Amanah ‘Aisyiyah Bausasran

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Isthofaina Astuty bersama dengan Meika Kurnia Pudji RDA, dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas...
- Advertisement -

Festival film garapan mahasiswa pertama di Indonesia, Malang Film Festival (MAFI Fest) kembali hadir. Ajang apresiasi film pendek yang digelar 6-9 April ini akan menghadirkan 43 film pendek pelajar dan mahasiswa yang telah terjaring dari 278 film yang masuk dari seluruh Indonesia.

Menurut Direktur MAFI Fest, M Abdul Chafidz, dari festival ini akan dipilih empat film terbaik dari masing-masing kategori. Program kompetisi dibagi menjadi empat kategori yaitu film fiksi pendek pelajar, film fiksi pendek mahasiswa, film dokumenter pendek pelajar dan film dokumenter pendek mahasiswa. Sedangkan untuk program non kompetisi, kami memiliki program Klinik Kritik, Kelas Publisis Film, Nawak Ngalam serta program Malang Sinau dokumeter. “Di festival ini kami punya dua macam program, yaitu program kompetisi dan program non kompetisi,” ujar mahasiswa Manajemen UMM ini.

Dalam program kompetisi, MAFI Fest menghadirkan beberapa juri yang berkompeten dalam bidangnya masing-masing, seperti Adrian Jonathan, Astu Prasidia, dan Jason Iskandar yang diundang sebagai juri Film Fiksi. “Kita mengundang juga Budi Irawan, Akbar Yumni, dan Taufan Agustyan Prakoso diundang sebagai juri Dokumenter,” ungkap Chafidz.

Di program non kompetisi, Malang Sinau Dokumenter menjadi salah satu program unggulan MAFI Fest. Menurut Chafidz, program berbentuk workshop dokumenter ini sebenarnya merupakan program yang masih dipertahankan di festival karena semangat dalam memproduksi film dokumenter di Indonesia, terutama di Malang dirasa masih kurang dibandingkan film Fiksi.

“Dalam kemasan Malang Sinau Dokumenter ini, kami mendatangi sekolah-sekolah untuk dapat menerima workshop secara mendalam. Output dari workshop ini adalah pembuatan film dokumenter pendek yang akan di-screening di Malang Film Festival,” tambah Yuli, Programer MAFI Fest 2016.

Di tahunnya yang ke-12 ini, Chafidz berharap MAFI Fest sebagai festival yang cukup tua di Indonesia akan terus mencoba hadir untuk mengapreasiasi karya film pendek pelajar dan mahasiswa. “Meskipun pemerintah tidak sepenuhnya memberikan support secara materi dalam festival ini, semangat independent dalam berfestival akan terus digalakkan,” pungkasnya. (Humas UMM)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles