23.2 C
Yogyakarta
Senin, Agustus 10, 2020

Kesalahan Prosedur Dapat Terjadi Pada Anggota Densus 88

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Lazismu Medan Jaring Milenial Berdayakan UMKM

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Pembinaan UMKM menjadi demikian ditengah hawa resesi yang semakin panas. UMKM memiliki dayatahan dalam menghadapi guncangan ekonomi. Hal itu...

Uji Kompetensi 14 Skema LSP UMP Bersama BNSP

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Muhammadiyah Purwokerto tengah melakukan penambahan ruang lingkup LSP. Hal in ditandai...

Peduli UMKM di Saat Pandemi, KKN 117 UMY Kembangkan Potensi Batik Trisno Idaman

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Tim 117 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pengabdian masyarakat di Batik Trisno Idaman.  Sebuah...

UMSU Dampingi Peningkatan Kualitas Ponpes Kwala Madu

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara berkomitmen mendamping pengelolaan dan pengembangan pendidikan pesantren modern Kwala Madu, Langkat.

Mencegah Cyber Bullying Dimulai dari Keluarga

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perkembangan internet yang semakin cepat dan meluas memunculkan berbagai dampak, tidak hanya positif tetapi juga negatif. Salah satu...
- Advertisement -

JAKARTA,- Kesalahan prosedur dapat saja terjadi dalam banyak penindakan terduga teroris termasuk pada kasus Siyono. Hal ini disampaikan Deputi II Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Arief Darmawan (8/4/2016) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jakarta terkait kasua kematian Siyono.
Dia mengibaratkan penindakan terduga teroris sebagaimana permainan sepak bola dengan pemain. “Jika ada pemain melakukan pelanggaran keras yang tidak sesuai instruksi pelatih, tentu tidak serta merta pelatih disalahkan. Nah ini seperti penindak di lapangan sebagai pemain bola dan Densus 88 sebagai pelatih,” kata dia.
Menurut dia, prosedur penindakan terduga teroris sudah baik tetapi terkadang terdapat kesalahan yang dilakukan oleh penindak yang keluar dari prosedur tetapnya.
Sebelumnya, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadivpropam) Mabes Polri Irjen M. Iriawan mengatakan pihaknya sudah memeriksa tujuh orang anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri terkait pengusutan kasus kematian terduga teroris Siyono.

“Tujuh orang (anggota) Densus yang saya periksa termasuk dua anggota (Densus) yang mengawal dan menyopir,” kata Iriawan, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat.

Selain itu, pihaknya juga memeriksa beberapa orang Kepala Kesatuan Wilayah (Kasatwil) Jateng yakni Kapolsek dan Kapolres. Pihaknya pun tidak membantah adanya kesalahan prosedur dalam penjemputan Siyono. “Memang ada kesalahan prosedur, anggota tidak memborgol (Siyono). Nanti akan digelar sidang kode etik dan profesi,” katanya. (le)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles