22 C
Yogyakarta
Minggu, Agustus 9, 2020

Ketua Aisyiyah Sulsel Kukuhkan Pengurus Majelis dan Lembaga

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Berita Hoax Covid-19 Lebih Cepat Menjangkiti Dibanding Virusnya

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sudah beberapa kali ini berita hoax terkait Covid-19 terus bermunculan dan meresahkan masyarakat luas. Berita hoax Covid-19 justru...

Salurkan KUR Syariah, Menko Perekonomian Dukung UMKM Pemuda Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dampak dari Pandemi Covid-19 tidak bisa dipungkiri menghantam semua sendi dan aspek kehidupan masyarakat, semua lapisan tanpa pandang...

Sinau Manajemen Humas bersama Komunikasi UNISA Yogyakarta

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Program Studi Komunikasi UNISA Yogyakarta menggelar Dibkom (Diskusi Bersama Komunikasi UNISA) seri keempat dengan mengangkat tema  Sinau Manajemen...

Ketua PWM Sulsel Resmi Lantik Mudir Darul Arqam Muhammadiyah Gombara

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prof. DR. KH. Ambo Ase, M.Ag. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan resmi melantik KH. Ahmad Tawalla...

Memaknai Kebersamaan Idul Adha MI Muhammadiyah Garongan

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati perayaan Idul Adha 1441 H, MI Muhammadiyah Garongan, Panjatan, Kulon Progo melakukan kegiatan silahturahmi...
- Advertisement -

MAKASSAR–Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sulawesi Selatan melakukan pengukuhan majelis dan lembaganya di Gedung Serbaguna Aisyiyah Sulsel, Selasa, (19/04). Acara pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua PWA Sulsel Nurhayati Aziz bersama Sekretaris Hidayah Quraisy.

Ketua PW Aisyiyah Sulsel Nurhayati Aziz mengatakan Majelis dan lembaga yang baru dikukuhkan untuk segera dapat menggerakkan roda PWA Sulsel. Selain itu, setiap lembaga dan majelis yang ada juga dapat menjadi mercusuar dengan program-program unggulan dalam menopang gerakan perempuan Islam yang berkemajuan. “Program Aisyiyah Sulsel lima tahun kedepan adalah menjadi gerakan perempuan yang memberdayakan kaum perempuan dan anak sekaligus menjadi uswah bagi gerakan lainnya,” ujar Nurhayati.

Nurhayati menambahkan bahwa, banyak hal yang mesti kita tuntaskan di periode ini, Majelis Tabligh perlu mewujudkan Korps muballligh yang belum terwujud, sekaligus menjadi teladan bagi Majelis yang lain. Dikdasmen sekolah-sekolah kita di Sulsel kini semakin berkembang untuk menjadi sekolah percontohan, SD, SMP, SMA sudah ada, Ummul Mukminin juga semakin menunjukkan kemajuan, selanjutnya kita menargetkan pendirian Perguruan Tinggi Aisyiyah di Sulsel. Begitu pula majelis lain dan lembaga untuk terus menunjukkan kiprahnya, Majelis Kader, Kesehatan Hukum dan HAM serta yang lain.

Dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini, mengharapkan Majelis dan lembaga agar mampu menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai penggerak program organisasi. Ia juga menambahkan bahwa provinsi yang maju hanya lahir dari campur tangan kaum perempuan.

Sementara itu Ketua PWM Sulsel Prof Dr H Ambo Asse mengatakan, Muhammadiyah dan Aisyiyah adalah organisasi yang harus selalu padu dalam gerakan. Khususnya sebagai gerakan pencerahan dengan misi Islam dan Indonesia Berkemajuan. “Kalau 2005 kita gaungkan Islam berkemajuan, sejak 2015 lalu kemudian kita gaungkan Indonesia berkemajuan, hal ini mesti kita kuatkan kebawah termasuk di lingkungan Aisyiyah,” jelasnya.

Sebanyak sepuluh Majelis dan Lembaga PWA yang dikukuhkan antaralain Majelis Tabligh, Majelis Dikdasmen, Majelis Pembinaan Kader, Majelis Kesejahteraan Sosial, Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan, Majelis Kesehatan, Ketua Majelis Hukum dan HAM, Lembaga Budaya, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana, Lembaga Penelitian dan Pengembangan. (Ns)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles